Minggu, 11 Desember 2011

 
Cara yang paling tepat untuk menghindari bahaya kristenisasi sekarang ini adalah dengan menanamkan akidah tauhid yang kokoh kepada anak-anak dari usia dini. Akidah adalah fondasi peradaban Islam, jadi harus ditanamkan sejak dini. Menanamkan aqidah ke dalam hati dan pikiran anak-anak butuh waktu dan kesabaran. Alhamdulillah, banyak buku, nasyid dan VCD tentang akidah untuk anak. Target penanaman aqidah adalah anak bisa memahami bahwa aqidah Islam berbeda dengan agama atau ideologi lain.  Aqidah Islam adalah aqidah ruhiyah dan aqidah siyasiyah. Akidah ruhiah berkaitan tentang pemeliharaan urusan akherat, seperti kiamat, pahala, siksa, ibadah, peringatan, petunjuk, adzab dan pahala Allah.  Akidah siyasiyah berkaitan tentang pemeliharaan urusan dunia baik bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, hukum.
Langkah-langkah pengokohan aqidah umat melalui pendidikan anak sejak dini adalah sebagai berikut:

Pertama, Tanamkan Tauhid Yang Kokoh Kepada Anak Kita

Tauhid adalah meng-Esakan Allah SWT , yaitu meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan (Rabb) Semesta Alam dan tak ada satupun sekutu baginya dan memurnikan dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Nya, kemudian membenarkan bahwa Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wassalam adalah Rasul terakhir yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan risalahnya melalui perantaraan malaikat jibril dan konsekuensi seorang muslim adalah mengikuti ajarannya tanpa mengubah atau menambahi sedikitpun ajaran Rasulullah tersebut.

Pelajaran Tauhid sangat penting sekali bagi jiwa manusia karena bila tauhid sudah tidak beres atau hilang sama sekali dari dadanya maka bisa dibilang “kafir” atau telah murtad maka sudah sepantasnya tauhid adalah diberi julukan “ilmu kunci surga” karena  setinggi apapun ilmu agamanya kalau tauhidnya tidak beres (misalnya mengakui ada nabi setelah Muhammad SAW atau melakukan kesyirikan) maka sudah bisa dibilang kafir dan jika tidak bertobat maka dia halal dibunuh. Dan neraka jahanam adalah kampung kekal bagi kafirin.

Berikut Dalil Al-Qur'an tentang keutamaan & keagungan tauhid ; Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa berfirman:

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu" (QS An Nahl: 36)

"Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan" (QS At Taubah: 31)

"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)" (QS Az Zumar: 2-3)
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus" (QS Al Bayinah: 5)

Menukil perkataan ulama ahlussunah (pengikut sunah Rasulullah SAW) berikut,

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: "Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa serta taat kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu' Fatawa 15/25)

Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-pengaruhnya yang terpuji ini, maka syetan adalah makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Syetan lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang diharapkan membuahkan hasil. Jika syetan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam) syirik akbar, syetan tidak akan putus asa untuk menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam berbagai bid'ah dan khurafat.
(Al Istighatsah, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah hal 293, lihat Muqaddimah Fathul Majiid tahqiq DR Walid bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Furayaan, hal 4)
Maka sangat tepat bila kita mengajari anak tauhid yang kokoh  maka bisa menjadi benteng terkokoh dalam menghadapi arus pemurtadan oleh antek-antek setan yang marak akhir akhir ini.

Kedua,  Tanamkan Rasa Bangga Menjadi Muslim

Anak merasa bangga dan berani menunjukkan identitasnya sebagai seorang Muslim, Saksikanlah bahwa aku seorang Muslim. Anak dibiasakan memperlihatkan identitas Muslimnya, baik penampilan, perbuatan, perkataan, dan cara berpikir. Caranya adalah dengan memberikan cerita tentang sejarah islam dan tokoh-tokohnya yang sangat gigih dan tegar dalam membela islam dan juga berikan pelajaran bahwa surga hanya bisa diraih jika seseorang memegang islam dengan teguh.

Ketiga,  Tanamkan bahwa al-Quran dan Hadits adalah sumber kebenaran

 Abu Hurairah r.a. meriwayatkan secara marfu' : "Siapa yang mempelajari al Quran ketika masih muda, maka alQuran itu menyatu dengan daging dan darahnya. Dan siapa yang mempelajarinya ketika dewasa, ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya, maka dia mendapatkannya pada hal dua kali". (Diriwayatkan oleh Baihaqi, Dailam dan Hakim).
 
Mendidik anak sejak dini (kira-kira umur 5 sampai 9 tahun) adalah seperti mengukir diatas batu dan masuknya ilmu semudah masuknya sesuatu kedalam air artinya jika belajar dari kecil maka ilmu itu cepat hafal dan sulit hilang dari ingatan manusia. Berbeda jika mengajari anak setelah menginjak usia remaja (11-21 tahun) terlebih lagi jika sudah dewasa pastilah ilmu itu sulit dihafal dan mudah lupa bahkan tak jarang anak remaja itu dinasehati malah melakukan pembangkangan. Sehingga tak lain tak bukan adalah kenakalan remaja dan lemahnya akidah umat islam sekarang ini karena lemahnya juga pendidikan agama anak sejak dini.


Ketiga,  Menyekolahkan anak kedalam lembaga pendidikan Islam

Orangtua adalah guru pertama dan utama. Guru adalah sumber pengambilan ilmu dan menjadi cermin yang membekas dalam jiwa dan pikiran anak. Guru yang baik adalah cerdas dan paham agama, membina akhlak, cakap mengatur anak, jauh dari sifat ringan tangan, dengki, dan tidak kasar.  Anak
meniru akhlak, gerak-gerik, adab dan kebiasaan gurunya melebihi yang diambil dari orangtuanya sendiri. Sekolah yang baik tidak mengajarkan hal yang bertentangan dan merusak akidah. Sebaliknya sekolah-sekolah umum sekarang ini hanya mengajari ilmu keduniaan tapi mengabaikan pendidikan akhlaq dan agama sehingga terjadinya kenakalan remaja dan maraknya permurtadan kepada remaja adalah kurangnya pendidikan agama dan akhlaq

Keempat,  Mengajari anak belajar dari ulama dan memuliakan ulama.

Rasulullah saw. bersabda: Ada tiga manusia, tidak ada yang meremehkan mereka kecuali orang munafik. Mereka adalah orangtua, ulama, dan pemimpin yang adil “.

Ulama adalah pewaris para nabi. Anak diajarkan untuk memuliakan, menghormati, bersikap santun dan lembut dengan mereka. Rasulullah saw bersabda: Luqman berkata kepada putranya, Wahai anakku, engkau harus duduk dekat dengan ulama. Dengarkanlah perkataan para ahli hikmah, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan deras.
Dengan mengajari anak dekat dengan ulama pasti anak akan menjadi dekat dengan Agama sehingga jauh dari perantara-perantara yang mengakibatkan maksiat dan murtad.

Kelima,  Membiasakan seluruh keluarga membaca dan menghapal ayat-ayat al-Quran dan
Hadis Nabi saw.

Setiap kali ada yang khatam Quran, semua anggota keluarga berkumpul dan berdoa untuk kebaikan mereka. Setiap hari ada ayat Qurâan dan hadits yang dihafal. Karena segala sesuatu itu pasti ada hikmahnya dan hikmah dari membaca al-Qur’an tiap hari adalah akan menjadikan hati kita bersih dan jauh dari hal-hal yang menjadikan hati kita keruh, hati yang keruh akan mudah sekali agamanya  digerogoti setan.

Keenam,  Mengajak anak menghadiri majelis Taklim (orang dewasa)

Hal ini mencontoh dari Nabi saw yang biasa menghadiri pertemuan para pemuka kaum bersama paman-pamannya. Majelis orang dewasa membuat akal anak meningkat, jiwanya terdidik, semangat dan kecintaannya kepada ilmu semakin kuat, wawasannya menjadi luas serta dapat menyerap semangat perjuangan. Selain itu pola pikir mereka bisa menjadi lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu bila kebiasaanya adalah bergaul dengan yang lebih luas dan lebih mapan wawasanya.

Ketujuh,  Membuat lingkungan rumah yang sejalan dengan nilai-nilai Islam yang ditanamkan di
rumah.

Salah satunya yaitu dengan cara membentuk pengkajian Islam untuk anak-anak, para ibu, para bapak, dan para remaja. Shalat berjama'ah di sekolah atau di mushala dekat rumah.

Kedelapan, Orangtua terus meningkatkan pemahaman keislaman dan kemampuan mendidik anak.

Ilmu akan mudah hilang bila tiap hari tidak diulang-ulang dan dipelajari, begitu juga dengan ilmu agama ini. Maka sudah sepantasnya ilmu agama menjadi prioritas utama dalam kegiatan belajar keluarga setiap hari, antara lain dengan cara ; mengadakan kegiatan baca al-Qur’an dan kajian sehabis sholat maghrib dsb.

Kesembilan, Waspadai program sekulerisasi, liberalisasi dan pluralisme (sepilis).

MUI sudah mengharamkan sepilis karena merusak aqidah dan berlepas diri dari syariah. Tauhid mereka sudah rusak apalagi akhlaq mereka pasti kebanyakan ikut-ikutan budaya barat yang merusak pondasi kehidupan.

Kesepuluh. Selektif terhadap budaya yang diimpor dari Barat

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa meniru suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut" (HR Abu Dawud)
Karena biasanya bila sudah terbiasa melakukan tradisi suatu kaum maka akan menganggap itu adalah bagian pokok dari hidupnya sehingga tidak jarang bermula dari ikut-ikutan budaya dan tradisi lalu agamanya juga ikut-ikutan juga alias murtad.

Kesebelas, Pahamkan kepada anak akan pentingnya berdakwah kepada yang lain

Anak memahami tugas dalam hidupnya untuk menyampaikan serta mengajak orang lain
pada kebenaran.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang menyeru/mengajak (orang lain) kepada petunjuk maka dia akanendapatkan pahala seperti pahala-pahala dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan mendapat dosa seperti dosa-dosa dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun."
(HR. Muslim no.2674)

Dua hadits ini menerangkan bahwasanya semakin banyak orang yang mengikuti ajakan kita kepada petunjuk maka semakin banyak pula pahalanya. Tentunya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya adalah orang-orang yang paling banyak pahalanya karena betapa banyaknya orang-orang yang mengikuti petunjuk yang telah disampaikan oleh mereka sampai hari kiamat. Demikian juga orang-orang yang mengajak kepada kesesatan maka mereka akan mendapat dosa seperti dosa-dosa orang-orang yang mengikutinya. Tentunya pendiri kelompok tersebut adalah yang paling banyak dosanya.

Selain itu sekarang ini marak sekali pemurtadan didaerah yang habis terkena bencana alam banyak missionaris picik memanfaatkan kesempitan ini, seorang muslim yang lemah akidahnya diiming-imingi bantuan sosial oleh mereka lalu bisa-bisa “menjual iman dengan sebungkus mie instan” ,Naudzubillah. Maka sebagai seorang muslim yang peduli kepada saudaranya maka kita harus cepat dan tanggap dalam masalah ini, dakwah dan uluran kepada mereka (saudara muslim) yang sedang goncang hatinya karena habis terkena musibah sangat perlu dilakukan untuk mengembalikan ketenangan hati mereka. Dan pahamkan kepada muslim semuanya agama yang diridhoi Allah hanyalah Islam. Selain dari islam pasti sesat dan tempat kembalinya pastilah neraka jahanam yang kekal , Naudzubillahi min dzalik.

Keduabelas, Hindarilah Tempat Perkumpulan Kaum Kafir (Sekolah, Perkampungan, komunitas dll)

Ibarat akan mudah terjebak kedalam perangkap musuh jika kita memasuki wilayah musuh. Begitu juga kita harus menghindarkan anak kita dari sekolah-sekolah non islam (sekolah-sekolah kristen dsb)  atau kita harus hindari dari berkerja diperusahaan orang non muslim yang sekiranya disitu berbahaya bagi agama kita, karena barangsiapa bertakwa kepada Allah maka akan mendapatkan rejeki dari jalan yang tidak disangka kita yakini pasti Allah akan memberikan sesuatu yang baik bagi kita dan keluarga kita jika meninggalkan dunia untuk kepentingan akhirat (meninggalkan tempat yang menjadi sumber fitnah bagi agama kita menuju tempat yang aman bagi agama kita).

Bahkan  Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam telah bersabda :

”Saya berlepas diri dari seorang muslim yang tinggal di tengah-tengah musyrikin” [HR. Abu Dawud 2645, Tirmidzi 1604, Ath-Thabarani dalam Mu’jamul-Kabiir 2264, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaaul-Ghaliil 1207].

Ibnu ’Arabi As-Shufi pernah berkata : ”Wajib bagimu untuk hijrah dan jangan tinggal di tengah-tengah orang kafir, karena hal itu akan menghinakan agama Islam dan meninggikan kalimat kekufuran di atas kalimat Allah. Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan perang kecuali untuk meninggikan kalimat Allah dan merendahkan kalimat kekufuran. Ketahuilah bahwa orang yang tinggal di tengah-tengah orang-orang kafir padahal dia mampu untuk keluar dari mereka, tidak ada baginya bagian dalam Islam, karena Nabi telah berlepas darinya”.

Syaikh Ibnu ’Utsaimin rahimahullah berkata : ”Tinggal di negeri kafir sangat berbahaya sekali bagi agama seorang muslim, akhlaq, dan adabnya. Kami telah menyaksikan dan juga selain kami, betapa banyak kalangan yang tinggal bersama mereka kemudian pulang menjadi orang-orang fasiq. Bahkan ada yang murtad dari agama Islam. Kita berlindung kepada Allah. Sehingga mereka menolak agama Allah dan mencela agama Islam serta orang-orang yang berpegang kepada agama Islam. Oleh karena itu, harus hati-hati dan dibuat persyaratan agar tidak terjatuh dalam kubang kehancuran tersebut.

Masih banyak cara lain yang tidak bisa kami jelaskan disini, semoga kajian yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua dan kepada Allah Ta’ala kita memohon petunjuk.

Wallahu ‘Alam

Dari berbagai sumber





"

Reaksi:
Posted by Alie Marz On 11.52 9 comments

9 komentar:

  1. saya selalu membaca blog anda...setiap tulisan yang anda tampilkan selalu saya ikuti :)

    BalasHapus
  2. ashabus samaa'un (bahasa arab dari) = pasukan langit.

    BalasHapus
  3. hati-hati lah kristenisasi sedang marak

    BalasHapus
  4. bener...ada misi tersembunyi kristenisasi...di malang saya tinggal sekarang juga bgtu...ada misi dari New Zealand tersembunyi dalam rangka kristenisasi....sulit dilacak...perlu hati2...karena awal2nya mereka akan mengikuti agama islam dahulu...

    BalasHapus
  5. malah mereka sering menyamar menggunakan pakaian kyai atau ustazd, tapi bicara mereka tentang salib melulu. menjijikkan

    BalasHapus
  6. tepat sekali...hampir sama kaya Snouck Hurgronje wktu perang aceh ....

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  8. Kalo dari luar kota tersedia asrama gak?

    BalasHapus

Komentarnya sangat diharapkan, Terima kasih

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Majelis Ashabul Muslimin Page

    KALENDER ISLAM

    Ikuti Blog ini

    Follow Kami