Mutiara Nasehat Islam 561 - 570

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kata mutiara nasehat ini Terinspirasi dari mutiara Qur'an , hadits dan

perkataan ulama. jika ada yang salah mohon dimaafkan yang

sebesar-besarnya. Tujuan kami hanyalah semakin mempermudah pemahaman

kita dalam mempelajari ajaran agama islam. semoga bermanfaat amiien.



561. Jiwa yang tenang

"Lawanlah kekacauan hiruk pikuk masalah duniamu dengan jiwa yang

tenang (jiwa yang sabar dan berhati lapang) dengan begitu anda tak

akan terpengaruh cuaca panasnya kericuhan dunia, jika anda lawan

kekerasan dengan emosional maka setan akan memanfaatkan situasi untuk

melemahkan akal anda sehingga anda termasuk orang yang binasa"

(Ashabul Muslimin)



562. Derajat seorang bertaubat

"Jiwa orang yang bertaubat lebih kuat daripada orang yang pandai agama

yang jarang berbuat dosa. Karena orang yang bertaubat dari dosa

seperti kembali kepada fitrah (tanpa dosa) dan mereka benar-benar

melakukan ketaatan atas kesadaran jiwa mereka sedang orang yang

berilmu barangkali melakukan ketaatan sebatas keilmuan mereka saja.

Sehingga Allah lebih menyukai pendosa yang bertaubat daripada orang

alim yang jarang menyadari kekurangan sendiri (beristighfar). Oleh

karena itu jika kita merasa alim janganlah menyangka kita lebih suci

daripada mereka yang berlumur dosa, karena jika Allah telah memberi

hidayah kepada mereka untuk bertaubat niscaya Allah mengangkat derajat

mereka lebih tinggi daripada orang yang alim".

(Ashabul Muslimin)



563. Sukses itu istiqomah

"Jika anda ingin menjadi orang sukses maka korbankan waktu luang anda

untuk bersusah payah mencari kesuksesan itu dengan tekun belajar dan

bekerja keras. Jika anda bercita-cita menjadi orang besar maka

teladanilah kisah ulama besar terdahulu. mereka membagi waktu mereka

dengan disiplin dan tak terpikir menghabiskan waktu untuk hal yang

mudharat. Semisal Imam syafi'i yang menghabiskan hari-hari dimasa muda

hingga masa tuanya menjadi bagian yaitu 1/3 hari untuk mencari ilmu

1/3 hari untuk ibadah dan 1/3 hari untuk istirahat. Jika kita pesimis

tak mampu meneladani mereka maka tak mungkin kita jadi orang besar.

Segala sesuatu yang besar berasal dari kebiasaan kecil yang baik dan

dilakukan secara kontinu (terus menerus) / istiqomah."

(Ashabul Muslimin)

564. Lupakan cintanya, gapai cinta-Nya

"Jika anda merasa ditinggal yang anda cintai, ingatlah dunia itu

sementara tak ada yang kekal didunia termasuk yang anda cintai. Jika

anda kehilangan dunia (harta, jabatan kedudukan, wanita, anak dll)

maka ingatlah akhirat lebih utama. Jangan sampai silaunya dunia

melalaikanmu dari mengingat setelah kematian (yaitu hari akhir), hari

dimana semua manusia tak dapat menolong orang lain melainkan amal

kebaikannya sendiri. Mereka yang anda cintai dan semua yang anda

miliki sama sekali tak menolongmu dihari pembalasan kecuali anda

ikhlaskan semuanya untuk ketaatan kepada Tuhan (Allah SWT).

Sebaik-baik yang anda cintai adalah yang bisa mendekat kepada-Nya

sebaik-baik yang anda miliki adalah yang anda amalkan dijalan-Nya.

Sejelek-jelek yang anda cintai yang mengajakmu kepada maksiat dan

sejelek-jelek yang anda miliki adalah yang menjauhkan anda dari

beribadah kepada Allah SWT".

(Ashabul Muslimin)

565. Sukses itu impian yang tergapai

"Sukses tidak harus menghasilkan hal yang besar dan menggemparkan,

tapi sukses adalah kita bisa melakukan apa yang kita inginkan. Oleh

karena itu sukses itu relatif, sukses tidak hanya milik pengusaha

besar yang banyak harta, tapi sukses itu juga milik semua orang yang

apabila ia telah berhasil meraih sesuatu yang paling ia impikan

meskipun hal sepele menurut orang lain, semisal impian bisa membaca

al-Qur'an".

(Ashabul Muslimin)

566. Bodoh tak selamanya bodoh

"Orang yang belum tahu ilmu tidak berarti bodoh. Tapi bodoh yang

sejati (sebenarnya) adalah orang yang tahu ilmu tapi tak mau tahu cara

mengamalkan ilmu itu (menyia-nyiakan ilmu). Manusia yang bodoh yang

sebenar-benarnya adalah pengekor hawa nafsu, rusak hatinya dan tumpul

akal pikirannya. Ilmu agama tidak berguna untuk manusia yang bodoh

sejati seperti ini karena segala akal sehatnya dan perasaan hatinya

telah mati karena terlalu banyak menuruti hawa nafsunya. Ciri pengekor

hawa nafsu (Makhluk Bodoh) adalah Punya telinga tidak untuk mendengar

peringatan dari ayat-ayatNya, Punya mata tidak untuk melihat tanda

kekuasaan-Nya, punya hati tidak untuk merasakan betapa besarnya

pemberian/karunia-Nya, punya tangan dan kaki untuk hanya untuk

bermaksiat kepada-Nya. (Ashabul Muslimin)

567. Generasi paling takut mati

"Rasulullah saw dan para sahabat ra. adalah generasi paling cinta

akhirat yaitu manusia paling takut kepada Allah SWT dan hari

pembalasan sehingga menjadi manusia mulia yang paling menjaga hati,

lidah dan perbuatannya. sedangkan umat manusia dewasa ini generasi

cinta dunia (lebih memilih kehidupan dunia daripada akhirat).Ada 5

ciri besar untuk generasi manusia cinta dunia dewasa ini, yaitu :

1. Cinta kehidupan dunia, takut datangnya mati dan melupakan kehidupan

setelah mati/akhirat.

2. Berlomba-lomba dalam kesenangan hidup didunia dengan menghalalkan

segala cara bahkan menggadai agama kepada setan.

3. Kebanyakan mengekor hawa nafsu, rusak hatinya dan tumpul akal

pikirannya (mereka bodoh yang sebenar-sebenarnya).

4. Banyak bicara, banyak tertawa dan hura-hura tetapi tidak takut dosa

5. Ketidakpedulian terhadap sesama meraja lela / Individualis yang parah."

(Ashabul Muslimin)

568. instropeksi diri / bercermin dengan diri sendiri

"Anda boleh mengatasnamakan diri atau golongan anda paling benar,

paling suci dan paling sunnah kemudian anda mengira pasti selamat

masuk surga (barangkali anda juga menganggap surga itu warisan nenek

moyang anda), sedangkan orang lain anda vonis bid'ah, sesat bahkan

kafir pasti masuk neraka. Tetapi anda juga harus ingat wasiat

Rasulullah saw bahwa tidak ada yang lebih menjerumuskan manusia

kedalam neraka melainkan lidahnya. Dan takkan masuk surga manusia yang

didalam hatinya yang ada kesombongan meski sebesar biji atom. "

(Ashabul Muslimin)



569. Kesombongan mempunyai 2 ciri

"Ciri Pokok Kesombongan ituada 2 ;pertama, menolak kebenaran yang

sebenarnya nurani anda membenarkannya dan kedua, meremehkan /

memandang rendah orang lain yang anda anggap lebih rendah daripada

anda atau sebab kebencian anda terhadap mereka."

(Ashabul Muslimin)



570. Utamakanlah penampilan hati

"Anda boleh mengatakan diri anda paling mengikuti sunnah hanya karena

penampilan anda sesuai syar'i ; pakai jubah, cingkrang/tidak isbal,

jilbab, cadar, ahli baca kitab, ahli bahasa arab dsb. Tetapi kemudian

anda bersikap sinis kepada saudara muslim yang belum bisa seperti

anda. Tapi apakah anda tidak sadar lebih utama dari sunnah itu adalah

penampilan hati yang sesuai sunnah (meneladani akhlak Nabi). Sedangkan

akhlak rasulullah saw itu selalu tersenyum dan ramah kepada siapapun

dan tidak pernah mencela/memvonis siapapun meski dengan seorang bejad

dan kafir sekalipun".

(Ashabul Muslimin)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA KIAMAT : ANAK SD JAMAN SEKARANG !! PUBER AWAL & RUSAK MORAL

Video : Ngintip Remaja Mesum Di Semak Semak Di Rekam Banyak Orang (Tanda Kiamat)

DOWNLOAD GRATIS E-BOOK HADITS BULUGHUL MARAM (ARAB-INDO)