Kenikmatan Paling Besar di Surga Bukan Pesta Seks, Tapi MELIHAT ALLAH SWT

Ustad muda syamsudin dengan gitarnya
 Mukadimah Hadits

 ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin (panutan), lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.’”(HR BUKHARI)


Latar Belakang

Sosok ustadz seleb satu ini mendadak heboh akibat apa yang dikatakannya jadi kontrovesi di media sosial, Sebagaimana diberitakan dari Tribunnews.com, Dalam tayangan program Islam Itu Indah, ustaz Syamsuddin Nur Makkah ungkapkan sesuatu.Ustaz muda itu ungkapkan kalau salah satu kenikmatan di surga itu adalah pesta seks.Bahkan dengan lantang dan tanpa ragu, dihadapan jamaah yang isinya kebanyakan ibu-ibu ustaz itu bilang seperti ini.

"Minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan selama di dunia. Inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di surga adalah pesta seks."

Siapa sih sebenarnya ustaz muda yang bilang soal adanya pesta seks di surga.Dari berbagai sumber terungkap kalau Syamzuddin Nur Makkah merupakan ustaz muda kelahiran Maros, Sulawesi Selatan.Tepatnya pada 15 september 1992.Jadi kalau dihitung-hitung, ustaz bertubuh langsing ini umurnya masih 25 tahun.Informasi yang didapat, sebelum jadi ustaz dirinya sebagai penulis ceramah.Naskah ceramah dari Ustaz Maulana yang dituliskan oleh ustaz Syam.

Dari sebagai penulis ceramah, karirnya kemudian naik jadi penceramah.Ketika ustaz Maulana menjalankan umroh dan ustadzah Oky yang menggantikannya, meminta ustaz Syam membantu memberikan ceramah.Setiap tausiahnya, ustaz Syam ini selalu menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah dimengerti.
ustadz syam dengan gaya busana  di televisi

KOREKSI SAYA SEBAGAI BLOGGER MUSLIM

 Saya sebagai owner blog  ini juga sedikit pernah belajar agama tanpa bermaksud mengungguli ilmu beliau ustadz seleb. Bermaksud memberikan kritik dan masukan. Sesungguhnya jika memang benar di surga kenikmatan terbesar adalah pesta seks maka sia-sia kita sebagai manusia diciptakan Allah SWT untuk beribadah dan menjadi khalifah di muka bumi ini, apakah tujuan manusia diciptakan Allah SWT adalah untuk pesta seks disurga?? sungguh terlalu dangkal pemikiran seperti ini tak ada ubahnya seperti pemikiran abg labil yang baru menginjak usia pubertas. Yang mana mereka baru senang senangnya didunia asmara dan godaan nafsu. Karena jika memang seperti itu kita juga tak ubahnya seperti hewan yang pekerjaannya memuaskan dan diperbudak hawa nafsu.

sesungguhnya kesibukan manusia disurga adalah senantiasa bertasbih kepada Allah, memuji syukur kepadaNya karena telah diselamatkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga yang penuh kenikmatan abadi. Seks memang tabu untuk dibicarakan, memang salah satu bonus bagi penduduk surga adalah istri berupa bidadari, layaknya istri didunia bidadari surga juga boleh disetubuhi layaknya istri didunia, tapi itu bukanlah kenikmatan yang paling besar di surga itu hanya kenikmatan kecil dari sebagian kenikmatan lain disurga. sesungguhnya kenikmatan terbesar penghuni surga adalah MELIHAT ALLAH SWT.

dalam sebuah ayat disebutkan

“Mereka di dalamnya (surga) memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami (ada) tambahannya (melihat wajah Allah Ta’ala)” (QS Qaaf:35).



Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika penghuni surga telah masuk surga, Allah ta’ala berfirman: “Apakah kalian mau tambahan nikmat (dari kenikmatan surga yang telah kalian peroleh)? Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Dan Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari neraka? Kemudian Allah singkap hijab (penutup wajahNya yang mulia), dan mereka mengatakan,
Tidak ada satupun kenikmatan yang lebih kami cintai dari memandang wajah Allah Ta’ala.” (HR. Muslim no)

  Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini (dalam permulaan hadits, diceritakan; waktu itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang melihat bulan yang tengah purnama). Kalian tidak berdesak-desakan ketika melihatNya (ada yang membaca la tudhamuna tanpa tasydid dan di dhammah ta’nya, artinya: kalian tidak akan ditimpa kesulitan dalam melihatNya). Oleh karena itu, jika kalian mampu, untuk tidak mengabaikan shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan shalat sebelum terbenam matahari (Ashar), maka kerjakanlah.
(HR. BUKHARI)

ayat diatas juga ditafsirkan oleh Imam Ibnu Katsir berkata,(Kenikmatan) yang paling agung dan tinggi (yang melebihi semua) kenikmatan di surga adalah memandang wajah Allah yang maha mulia, karena inilah “tambahan” yang paling agung (melebihi) semua (kenikmatan) yang Allah berikan kepada para penghuni surga. Mereka berhak mendapatkan kenikmatan tersebut bukan (semata-mata) karena amal perbuatan mereka, tetapi karena karunia dan rahmat Allah”

 SARAN KEPADA USTADZ SELEB YANG BICARA AGAMA TANPA DASAR ILMU

Wahai ustadz dai dan kyai tergelincirnya ulama adalah tergelincirnya umat islam waspadalah kalian dalam menyampaikan nasehat nasehat, jika petunjuk itu membawa kesesatan maka dialah orang yang paling besar dosanya karena menyesatkan banyak manusia. Wahai ustadz seleb, Jangan hanya karena faktor uang atau bayaran yang banyak kemudian anda menyelewengkan amanah ajaran agama, sesuai selera anda, supaya banyak pemirsa mau dengar ceramah anda .Jangan menyampaikan agama atas dasar nafsu dan tanpa dasar ilmu. Karena ancamannya adalah neraka ! bahkan jika lebih berbahaya daripada dosa syirik. Karena sesat dan menyesatkan orang lain.

Dalam Al-Quran Allah SWT menegur orang seperti itu

Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa saja yang tidak kamu ketahui (berbicara tentang Allah tanpa ilmu) (Al-A’raf:33)

Tafsir ayat ini menurut  Syeikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz rohimahulloh berkata: “Berbicara tentang Allah tanpa ilmu termasuk perkara terbesar yang diharamkan oleh Allah, bahkan hal itu disebutkan lebih tinggi daripada kedudukan syirik. Karena di dalam ayat tersebut Alloh mengurutkan perkara-perkara yang diharamkan mulai yang paling rendah sampai yang paling tinggi.

Juga menurut Ibnul Qayyim -rahimahullah- ketika menjelaskan ayat di atas mengatakan, “Allah mengurutkan keharaman menjadi empat tingkatan. Allah memulai dengan menyebutkan tingkatan dosa yang lebih ringan yaitu al fawaahisy (perbuatan keji). Kemudian Allah menyebutkan keharaman yang lebih dari itu, yaitu melanggar hak manusia tanpa jalan yang benar. Kemudian Allah beralih lagi menyebutkan dosa yang lebih besar lagi yaitu berbuat syirik kepada Allah. Lalu terakhir Allah menyebutkan dosa yang lebih besar dari itu semua yaitu berbicara tentang Allah tanpa ilmu. Larangan berbicara tentang Allah tanpa ilmu ini mencakup berbicara tentang nama dan shifat Allah, perbuatan-Nya, agama dan syari’at-Nya.
Bicara agama dengan pendapat sendiri tanpa merujuk al Quran dan hadits sebagai landasannya sama saja bicara agama dengan akalnya sendiri, ancamannya adalah neraka. Nabi saw juga bersabda :
“Siapa saja yang menafsirkan Al Qur'an dengan menggunakan pendapatnya sendiri maka hendaknya dia menempati tempat duduknya yang terbuat dari api neraka" 
(HR. Ahmad, At Tirmidzi dan Ibnu Abi Syaibah).

Manusia memang tempat salah dan dosa semoga Allah memberikan ampunan kepada beliau yang bersangkutan supaya minta maaf dan bertaubat kepadaNya.

Wallahu alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANDA KIAMAT : ANAK SD JAMAN SEKARANG !! PUBER AWAL & RUSAK MORAL

DOWNLOAD GRATIS EBOOK HADITS BUKHARI (ARAB-INDO)

Tafsir At-Tahrim Ayat 6 : " Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka "