Saturday, 20 April 2013

101 HADITS NABI MUHAMMAD SAW TENTANG AKHLAQ MULIA

Oleh : majelis ashabul muslimin


Bismillahirrohmanirrohim,

Siapakah golongan yang dijamin selamat oleh Rasulullah SAW. Jawabannya adalah ahlussunah wal jama'ah. Banyak sekali golongan kaum muslimin jaman sekarang ini mengaku paling ahlussunah padahal akhlaqnya belum tentu sesuai prinsip ahlussunnah. Para kaum muslimin pengikut rasululullah saw tidak saja lurus keyakinan dan keimanannya tetapi juga lurus dalam perilaku dan perbuatannya. Jangan mengaku ahlussunah jika keimanan dan akhlaq kita kepada Allah SWT dan sesama manusia kurang baik !!. Jika kita merasa diri paling benar jalannya paling sunnah ibadahnya akan tetapi gemar mencela dan memvonis jelek saudaranya, itu adalah termasuk kesombongan. karena menurut Rasulullah saw kesombongan itu adalah menolak kebenaran (ajaran islam) dan meremehkan orang lain (yang ia anggap lebih rendah darinya). Sombong dan merasa diri paling benar termasuk akhlaq yang tercela dan tidak termasuk akhlaq barisan ahlussunah wal jama'ah. Oleh karena itu jika ingin dijamin selamat masuk surga oleh rasulullah saw perbaguslah akhlaqmu setelah kita baguskan / luruskan keimanan kita.

Maka untuk menambah pengetahuan dan keimanan kita khususnya tentang akhlaq mulia kami cantumkan hadits lainnya tentang akhlaq ini. Begitu besar keutamaan ajaran beliau tentang sunnah akhlaq yang baik ini. Berikut kumpulan hadits rasulullah saw tentang akhlaq mulia :

  1. "Paling dekat dengan aku kedudukannya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya". (HR. Ar-Ridha)

 

  1. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang Mukmin-karena kebaikan akhlaknya-menyamai derajat orang yang biasa melakukan shaum dan menunaikan shalat malam." (HR Abu Dawud)

 

  1. Dari Abu Ad-Darda' radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
    «
    مَا مِنْ شَيْءٍ يُوضَعُ فِي المِيزَانِ أَثْقَلُ مِنْ حُسْنِ الخُلُقِ، وَإِنَّ صَاحِبَ حُسْنِ الخُلُقِ لَيَبْلُغُ بِهِ دَرَجَةَ صَاحِبِ الصَّوْمِ وَالصَّلَاةِ» [سنن الترمذي: صحيح]
    Tidak ada sesuatu yang diletakkan pada timbangan hari kiamat yang lebih berat daripada akhlak yang mulia, dan sesungguhnya orang yang berakhlak mulia bisa mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

 

  1. Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat kedudukannya dengan majelisku pada Hari Kiamat nanti adalah orang yang paling baik akhlaknya. Sebaliknya, orang yang aku benci dan paling jauh dari diriku adalah orang yang terlalu banyak bicara (yang tidak bermanfaat, pen.) dan sombong." HR at-Tirmidzi).

 

  1. Baginda Rasulullah SAW menyebut sejumlah keistimewaan akhlak mulia ini. Saat beliau ditanya tentang apa itu kebajikan (al-birr), misalnya, beliau lansung menjawab, "Al-Birr husn al-khulq (Kebajikan itu adalah akhlak mulia." (HR Muslim).

 

 

  1. Beliau bahkan bersabda, "Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin pada Hari Kiamat nanti selain akhlak mulia. Sesungguhnya Allah membenci orang yang berbuat keji dan berkata-keta keji." (HR at-Tirmidzi)

 

  1. Rasulullah SAW pun menyebut Muslim yang berakhlak mulia sebagai manusia terbaik. Beliau bersabda, "Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR al-Bukhari dan Muslim).

 

  1. Dari Sahl bin Sa'ad radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
    إن الله يحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها [المعجم الكبير للطبراني: صححه الألباني]
    Sesungguhnya Allah mencintai akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang buruk. [Al-Mu'jam Al-Kabiir: Sahih]

 

  1. An-Nawwaas bin Sim'aan Al-Anshary radiyallahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan dan keburukan, dan Rasulullah menjawab:
    «
    الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ، وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي صَدْرِكَ، وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ» [صحيح مسلم]
    Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan keburukan adalah sesuatu yang mengganjal di dadamu (hatimu), dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya. [Sahih Muslim]

 

  1. Dari Abu Umamah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
    «
    أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ» [سنن أبي داود: حسن]
    Saya menjamin sebuah rumah tepi surga bagi orang meninggalkan debat sekalipun ia benar, dan sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang tidak berbohong sekalipun hanya bergurau, dan rumah di atas surga bagi orang yang mulia akhlaknya. [Sunan Abi Daud: Hasan]

 

  1. Dari Jabir bin Samurah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
    "
    إِنَّ أَحْسَنَ النَّاسِ إِسْلَامًا، أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا " [مسند أحمد: صحيح]
    Sesungguhnya orang yang paling baik keislamannya adalah yang paling baik akhlaknya. [Musnad Ahmad: Sahih]

 

  1. Dari Jabir radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
    «
    إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيْهِقُونَ» [سنن الترمذي: صحيح]
    Sesungguhnya yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang paling mulia akhlaknya, dan yang paling aku benci dari kalian dan yan paling jauh tempatnya dariku di hari kiamat adalah yang banyak bicara, angkuh dalam berbicara, dan sombong. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

 

  1. Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
    لن تسعوا الناس بأموالكم ولكن يسعهم منكم بسط الوجه وحسن الخلق [مسند البزار: حسنه الألباني]
    Kalian tidak akan mempu memberi kepada semua orang dengan hartamu, akan tetapi kamu bisa memberi kepada semua orang dengan senyuman dan akhlak mulia. [Musnad Al-Bazzar: Hasan]

 

  1. Dari Ibnu Mas'ud dan Aisyah radiyallahu 'anhuma; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam sering berdoa ...
    "
    اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِيْ، فَأَحْسِنْ خُلُقِيْ "
    Ya Allah .. Engkau telah memuliakan penciptaanku, maka muliakanlah akhlakku. [Musnad Ahmad: Sahih]

 

  1. Jabir bin Abdillah radiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam ketika memulai salat ia bertakbir kemudian membaca ...
    «
    إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِأَحْسَنِ الْأَعْمَالِ وَأَحْسَنِ الْأَخْلَاقِ لَا يَهْدِي لِأَحْسَنِهَا إِلَّا أَنْتَ، وَقِنِي سَيِّئَ الْأَعْمَالِ وَسَيِّئَ الْأَخْلَاقِ لَا يَقِي سَيِّئَهَا إِلَّا أَنْتَ»
    "Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah Rabb semesta alam tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan dan aku bagian dari orang Islam, Ya Allah berilah aku amalan yang terbaik dan akhlak yang paling mulia, tiada yang bisa memberi yang terbaik selain Engkau, dan lindungilah aku dari amalan dan akhlak yang buruk, tidak ada yang bisa melindungiku dari hal yang buruk selain Engkau". [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

 

  1.  Ummu Salamah, isteri Nabi Saw bertanya, "Ya Rasulullah, seorang wanita dari kami ada yang kawin dua, tiga dan empat kali lalu dia wafat dan masuk surga bersama suami-suaminya juga. Siapakah kelak yang akan menjadi suaminya di surga?" Nabi Saw menjawab, "Dia disuruh memilih dan yang dia pilih adalah yang paling baik akhlaknya dengan berkata, "Ya Robbku, orang ini ketika dalam negeri dunia paling baik akhlaknya terhadapku. Kawinkanlah aku dengan dia. Wahai Ummu Salamah, akhlak yang baik membawa kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat." (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. "Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik (simpati) dan dengan akhlak yang baik." (HR. Abu Ya'la dan Al-Baihaqi)

 

  1. "Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain."(HR. Muslim)
  2. Ya Rasulullah, terangkan tentang Islam dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain. Nabi Saw menjawab, "Katakan: 'Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur)'." (HR. Muslim)

 

  1. "Jauhilah segala yang haram niscaya kamu menjadi orang yang paling beribadah. Relalah dengan pembagian (rezeki) Allah kepadamu niscaya kamu menjadi orang paling kaya. Berperilakulah yang baik kepada tetanggamu niscaya kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal yang kamu cintai bagi dirimu sendiri niscaya kamu tergolong muslim, dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa itu mematikan hati." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 

  1. "Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. (HR. Ad-Dailami)

 

  1. "Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara' yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

 

  1. "Menghemat dalam nafkah separo pendapatan (belanja), dan mengasihi serta menyayangi orang lain adalah separo akal, sedangkan bertanya dengan baik adalah separo ilmu. (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. "Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya." (HR. Ahmad dan Al Hakim)

 

  1. "Kebijaksanaan adalah tongkat yang hilang bagi seorang mukmin. Dia harus mengambilnya dari siapa saja yang didengarnya, tidak peduli dari sumber mana datangnya." (HR. Ibnu Hibban) Artinya kita jangan melihat siapa yang memberi nasehat tapi apa isi nasehatnya. Yakinlah bahwa segala kebenaran itu datangnya dari Allah SWT, dan segala sesuatu hanya sebagai perantara.

 

  1. "Kalau kamu sudah tidak punya malu lagi (tidak punya akhlaq), lakukanlah apa yang kamu kehendaki." (HR. Bukhari)

 

  1. "Tidak ada sesuatu yang ditelan seorang hamba yang lebih afdhol di sisi Allah daripada menelan (menahan) amarah yang ditelannya karena keridhoan Allah Ta'ala." (HR. Ahmad)

 

  1. Seorang sahabat berkata kepada Nabi Saw, "Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku." Nabi Saw berpesan, "Jangan suka marah (emosi)." Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi Saw tetap berulang kali berpesan, "Jangan suka marah." (HR. Bukhari)

 

  1. " Barangsiapa banyak diam maka dia akan selamat. (HR. Ahmad)

 

  1. "Hati-hatilah terhadap prasangka. Sesungguhnya prasangka adalah pembicaraan paling dusta. (HR. Bukhari)

 

  1. "Bukan akhlak seorang mukmin berbicara dengan lidah yang tidak sesuai kandungan hatinya. Ketenangan (sabar dan berhati-hati) adalah dari Allah dan tergesa-gesa (terburu-buru) adalah dari setan. (HR. Asysyihaab)

 

  1. "Seorang yang baik keislamannya ialah yang meninggalkan apa-apa yang tidak berkepentingan dengannya. (HR. Tirmidzi)

 

  1. "Dekatkan dirimu kepada-Ku (Allah) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu." (HR. Muslim)

 

  1. "Barangsiapa rendah hati kepada saudaranya semuslim maka Allah akan mengangkat derajatnya, dan barangsiapa mengangkat diri terhadapnya maka Allah akan merendahkannya." (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. "Allah mewahyukan kepadaku agar kamu berprilaku rendah hati agar tidak ada orang yang menzalimi orang lain atau menyombongkan dirinya terhadap orang lain. (HR. Ahmad)

 

  1. "Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga, sedangkan perkataan busuk adalah kebengisan tabi'at dan kebengisan tabi'at di neraka. (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

 

  1. "Sesungguhnya cemburu (yakni cemburu yang wajar dan masuk akal adalah bagian) dari keimanan.  (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Babawih)

 

  1. "Kebajikan ialah akhlak yang baik dan dosa ialah sesuatu yang mengganjal dalam dadamu dan kamu tidak suka bila diketahui orang lain. (HR. Muslim)

 

  1. "Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tentram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR. Muslim)

 

  1. "Orang yang membawa (mengangkut) sendiri barang dagangannya maka dia terbebas dari kesombongan. (HR. Al-Baihaqi).

 

  1. "Orang yang mengharamkan kelemah lembutan, maka akan diharamkan baginya segala kebaikan." [HR. Muslim]

 

  1. اللهم من ولي من أمر أمتي شيئا فشق عليهم فاشقق عليه، ومن ولي من أمر أمتي شيئا فرفق بهم فارفق به
    Artinya: "Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku, kemudian ia memberatkan mereka, maka beratkanlah ia. Dan siapa saja yang mengurus urusan umatku, kemudian ia bersikap lemah lembut kepada mereka, maka lemah lembutlah Engkau kepadanya." [HR. Muslim]

 

  1. "Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa. "(HR. Al Hakim)

 

  1. Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, "Allah dan rasulNya lebih mengetahui." Nabi Saw lalu berkata, " Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah (orang) yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan puasa, shalat dan zakat, tetapi dia pernah mencaci-maki orang dan menuduh orang itu berbuat zina. Dia pernah memakan harta orang itu, lalu dia menanti orang ini menuntut dan mengambil pahalanya (sebagai tebusan) dan orang itu mengambil pula pahalanya. Bila pahala- pahalanya habis sebelum selesai tuntutan dan ganti tebusan atas dosa-dosanya maka dosa orang- orang yang menuntut itu diletakkan di atas bahunya lalu dia dihempaskan ke api neraka." (HR. Muslim)

 

  1. "Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)

 

  1. "Janganlah engkau menyepelekan kebaikan sedikitpun meski sekadar menuangkan air dari ember timbamu ke bejana orang yang meminta air, dan meski sekadar berbicara dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri." [HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan an-Nasa'i]

 

  1. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." [Hadits riwayat Mutafaq 'alaih]

 

  1. Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar. (HR. Al Hakim)

 

  1. Sabar adalah separo iman dan keyakinan adalah seluruh keimanan. (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

 

  1. Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

  1. Senyummu ke wajah saudaramu adalah sodaqoh. (Mashabih Assunnah)

 

  1. Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang sholeh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk. (HR. Al Hakim)

 

  1. Seorang mukmin yang bergaul dan sabar terhadap gangguan orang, lebih besar pahalanya dari yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar dalam menghadapi gangguan mereka. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

 

  1. Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah memasukkan kesenangan ke dalam hati (menghibur hati) seorang muslim. (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya. Apabila melihat aib padanya dia segera memperbaikinya. (HR. Bukhari)

 

  1. Tiga perbuatan yang termasuk sangat baik, yaitu berzikir kepada Allah dalam segala situasi dan kondisi, saling menyadarkan (menasihati) satu sama lain, dan menyantuni saudara-saudaranya (yang memerlukan). (HR. Ad-Dailami)

 

 

  1. Jibril Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) terhadap orang lain. (HR. Ar-Rabii')

 

  1. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)

 

  1. Rasulullah Saw melarang mendatangi undangan orang-orang fasik. (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. Janganlah kamu duduk-duduk di tepian jalan. Para sahabat berkata, "Ya Rasulullah, kami memerlukan duduk-duduk untuk berbincang-bincang." Rasulullah kemudian berkata, "Kalau memang harus duduk-duduk maka berilah jalanan haknya." Mereka bertanya, "Apa haknya jalanan itu, ya Rasulullah?" Nabi Saw menjawab, "Memalingkan pandangan (bila wanita lewat), menghindari gangguan, menjawab ucapan salam (dari orang yang lewat), dan beramar ma'ruf nahi mungkar." (Mutafaq'alaih)

 

  1.  Termasuk sunnah bila kamu menghantar pulang tamu sampai ke pintu rumahmu. (HR. Al-Baihaqi)

 

  1. Rasulullah Saw menerima pemberian hadiah dan mendoakan ganjaran atas pemberian hadiah tersebut. (HR. Bukhari)

 

  1. Jangan menolak hadiah dan jangan memukul kaum muslimin. (HR. Ahmad)

 

  1. Hendaknya kamu saling memberi hadiah. Sesungguhnya pemberian hadiah itu dapat melenyapkan kedengkian. (HR. Tirmidzi dan dan Ahmad)

 

  1.  Seorang pemuda yang menghormati orang tua karena memandang usianya yang lanjut maka Allah mentakdirkan baginya pada usia lanjut orang akan menghormatinya. (HR. Tirmidzi)

 

  1. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tamunya. Kewajiban menjamu tamu hanya satu hari satu malam. Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu termasuk sedekah. Tidak halal bagi si tamu tinggal lebih lama sehingga menyulitkan tuan rumah. (HR. Al-Baihaqi)

 

  1.  Barangsiapa menerima kebaikan (pemberian) dari kawannya (saudaranya) tanpa diminta hendaklah diterima dan jangan dikembalikan. Sesungguhnya itu adalah rezeki yang disalurkan Allah untuknya. (HR. Al Hakim)

 

  1. Barangsiapa membela (nama baik dan kehormatan) saudaranya tanpa kehadirannya maka Allah akan membelanya di dunia dan di akhirat. (HR. Al-Baihaqi

 

  1. Apabila kawan muslim seseorang digunjing dan dia tidak menyanggah (membelanya) padahal sebenarnya dia mampu membelanya maka Allah akan merendahkannya di dunia dan di akhirat. (HR. Al Baghowi dan Ibnu Babawih)

 

  1.  Jiwa-jiwa manusia ibarat pasukan. Bila saling mengenal menjadi rukun dan bila tidak saling mengenal timbul perselisihan. (HR. Muslim)

 

  1. Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya. (HR. Bukhari)

 

  1. Hubungilah orang yang memutus hubungannya dengan kamu dan berilah (sesuatu) kepada orang yang enggan memberimu. Hindarkan dirimu dari orang yang menzalimi kamu (Artinya, jangan menghiraukan orang yang menzalimi kamu). (HR. Ahmad)

 

  1. Belalah (tolonglah) kawanmu baik dia zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatannya dan bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan (dibela). (HR. Bukhari)

 

  1.  Barangsiapa tidak memperhatikan (mempedulikan) urusan kaum muslimin maka dia bukan termasuk dari mereka. (HR. Abu Dawud)

 

  1.  Jangan menunjukkan kegembiraan atas penderitaan saudaramu, niscaya Allah akan menyelamatkannya dan akan menimpakan (musibah) kepadamu. (HR. Aththusi dan Tirmidzi)

 

  1. Apabila kamu memukul, hindarilah wajah. (HR. Mashabih Assunnah)

 

  1. Wahai segenap manusia, sesungguhnya Robbmu satu dan bapakmu satu. Tidak ada kelebihan bagi seorang Arab atas orang Ajam (bukan Arab) dan bagi seorang yang bukan Arab atas orang Arab dan yang (berkulit) merah atas yang hitam dan yang hitam atas yang merah, kecuali dengan ketakwaannya. Apakah aku sudah menyampaikan hal ini? (HR. Ahmad)

 

  1. Tidak boleh ada gangguan (akibat yang merugikan dan menyedihkan) dan tidak boleh ada paksaan. (HR. Malik)

 

  1. Cukup jahat orang yang menghina saudaranya. (HR. Muslim)

 

  1.  Tidak halal bagi seorang muslim menjauhi (memutuskan hubungan) dengan saudaranya melebihi tiga malam. Hendaklah mereka bertemu untuk berdialog mengemukakan isi hati dan yang terbaik ialah yang pertama memberi salam (menyapa). (HR. Bukhari)

 

  1.  Barangsiapa meniru-niru tingkah laku suatu kaum maka dia tergolong dari mereka. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

  1.  Tidak akan masuk surga orang yang suka mencuri berita (suka mendengar-dengar berita rahasia orang lain). (HR. Bukhari)
  2.  Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling cinta kasih dan belas kasih seperti satu tubuh. Apabila kepala mengeluh (pusing) maka seluruh tubuh tidak bisa tidur dan demam. (HR. Muslim)

 

  1.  Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)

 

  1. Tiada beriman orang yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji. (HR. Ad-Dailami)

 

  1. Tunaikanlah amanat terhadap orang yang mengamanatimu dan janganlah berkhianat terhadap orang yang mengkhianatimu. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

  1. Orang yang diajak bermusyawarah (dimintai pendapat) adalah orang yang bisa memegang amanat (jujur, ikhlas dan dapat menyimpan rahasia). (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. Aku menjenguk ke surga dan aku melihat kebanyakan penghuninya orang-orang fakir (miskin). Lalu aku menjenguk ke neraka dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. (HR. Bukhari dan Muslim) yang dimaksud hadits ini adalah fakir miskin yang sabar dan bersyukur dan kebanyakan wanita masuk neraka adalah karena banyak mengeluh kepada suami dan tak mau bersyukur.

 

  1. Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada seorang yang mempersulit agama, kecuali pasti dikalahkannya (menemui kesulitan). Bertindaklah tepat, lakukan pendekatan, sebarkan berita gembira, permudahlah dan gunakan siang dan malam hari serta sedikit waktu fajar sebagai penolongmu. (HR. Bukhari)

 

  1. Tiada lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tiada lurus hatinya sehingga lurus lidahnya. (HR. Ahmad)

 

  1. Sebaik-baik umatku adalah apabila pergi (musafir) dia berbuka puasa dan shalat Qashar, dan jika berbuat kebaikan merasa gembira, tetapi apabila melakukan keburukan dia beristighfar. Dan seburuk-buruk umatku adalah yang dilahirkan dalam kenikmatan dan dibesarkan dengannya, makanannya sebaik-baik makanan, dia mengenakan pakaian mewah-mewah dan bila berkata tidak benar (tidak jujur). (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. Allah Azza wajalla mewajibkan tujuh hak kepada seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, yaitu: (1) melihat saudara seimannya dengan rasa hormat dalam pandangan matanya; (2) mencintainya di dalam hatinya; (3) menyantuninya dengan hartanya; (4) tidak menggunjingnya atau mendengar penggunjingan terhadap kawannya; (5) menjenguknya bila sakit; (6) melayat jenazahnya; (7) dan tidak menyebut kecuali kebaikannya sesudah ia wafat. (HR. Ibnu Baabawih)

 

  1. Sebaik-baik kamu ialah yang diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya, dan seburuk-buruk kamu ialah yang tidak diharapkan kebaikannya dan tidak aman dari kejahatannya. (HR. Tirmidzi dan Abu Ya'la)

 

  1. Aku mengagumi seorang mukmin. Bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut isterinya. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

 

  1. Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan ..(HR. Muslim)

 

  1. Seorang mukmin bukanlah pengumpat dan yang suka mengutuk, yang keji dan yang ucapannya kotor. (HR. Bukhari)

 

  1. Penghuni neraka ialah orang yang buruk perilaku dan akhlaknya dan orang yang berjalan dengan sombong, sombong terhadap orang lain, menumpuk harta kekayaan dan bersifat kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yang lemah, yang selalu dikalahkan. (HR. Al Hakim dan Ahmad)

 

  1. Rasulullah Saw melarang orang makan atau minum sambil berdiri. (HR. Muslim)

 

  1. Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)

 

  1. Barangsiapa ingin agar do'anya terkabul dan kesulitan-kesulitannya teratasi hendaklah dia menolong orang yang dalam kesempitan. (HR. Ahmad)

wallahu'alam


dari berbagai sumber dan kitab

Saturday, 13 April 2013

Mutiara Nasehat No. 521 - 530

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

Kata mutiara nasehat ini Terinspirasi dari mutiara Qur'an , hadits dan perkataan ulama. jika ada yang salah mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya. Tujuan kami hanyalah semakin mempermudah pemahaman kita dalam mempelajari ajaran agama islam. semoga bermanfaat amiien


521. Ciri teroris khawarij
wahai saudaraku
ijinkan aku berbagi sesuatu
yaitu tentang serigala berbulu domba
ciri-ciri teroris yang dimurkai Allah dan Rasul-Nya
diantara miliaran manusia dimuka bumi
ada sekelompok manusia yang merasa dirinya paling benar jalannya
kemudian mengejek, mengolok-olok yang lain,
memboikot, merampas hak milik saudaranya
demi kepentingan golongannya,
katanya bertujuan untuk menegakkan kebenaran hakiki,
namun akhirnya hanya untuk memperkaya diri sendiri,
terkadang perbuatan bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan,
mereka melarang orang lain berbuat kejelekan
tapi mereka melakukan kejelekan yang lebih berat,
mereka mengatakan kebenaran
tetapi mereka mengingkari kebenaran itu dengan perbuatan mereka.
Penampilan mereka bagus
namun sayang hati mereka kotor dan lusuh.
Kepada orang diluar golongannnya mereka menyombongkan diri,
kepada orang didalam golongannya sendiri terkadang mereka ribut sendiri
padahal hanya karena hal yang sepele.
Mereka lebih suka memandang orang dari penampilan bukan dari akhlaqnya.
Mereka menodai kitab suci dengan perkataan mereka yang sombong
dan mereka gunakan ayat suci untuk menyerang dan mencela orang lain,
Sungguh kitab suci mengajarkan kepada mereka supaya berakhlaq mulia kepada sesama
namun perbuatan mereka sebaliknya.
Meskipun mereka hafal kitab suci
namun tak lebih dari menyangkut dikerongkongannya,
sama sekali tak masuk kedalam hatinya.
Hal itu tercermin dari perbuatan mereka yang mengingkari ajaran kitab suci
padahal mulut mereka banyak mengatakan ayat suci.
Mereka menyangka mereka paling masuk surga,
padahal surga itu milik Allah Bukan milik nenek moyang mereka.
Mereka menyesatkan banyak manusia dengan cara yang samar,
memang tak ada yang lebih berbahaya daripada iblis berpakaian sorban
Wahai Saudaraku jangan ikuti jejak mereka
Jika tidak ingin divonis oleh Rasulullah sebagai…
Anjing-anjing penghuni neraka, naudzubillah."
 (Ashabul Muslimin)

522. Kebodohan

"Orang bodoh biasanya akan merasa bahwa dirinya tinggi (bangga diri). Bodoh disini adalah ilmu agamanya meskipun dia professional ilmu duniawi, namun diakhirat takkan membuat hal yang berarti, karena tak punya bekal ilmu agama yang cukup untuk menghadap-Nya."
(Ashabul Muslimin)

523. Dasar Pendidikan Islam
"Dasar pendidikan islam kepada anak yang pertama adalah mengajarkan Tauhid (mengenal Allah). Kemudian dilanjutkan pelajaran Akidah Akhlaq (keyakinan dan adab), Kemudian masalah ibadah wajib dan terakhir amalan sunnah."
"Jangan sampai urutannya terbalik-balik jika demikian maka akan mengakibatkan kerancuan dalam ilmu dan amalnya. Bisa menyebabkan anak bagus ibadahnya tetapi rusak akhlaqnya, atau bagus ibadahnya tapi rusak akidahnya. Hal itu karena mengajari ilmu agama yang tinggi tanpa pondasi dasar agama yang kuat terlebih dahulu. Ibarat pondasi tanpa dasar, mudah roboh".
(Ashabul Muslimin)

524.  Persiapkan dari awal
"Jika ingin melakukan sesuatu pekerjaan maka butuh banyak persiapan dari awal. Jika segalanya serba mendadak dan instan yang terjadi adalah gelapan, kerepotan dan akan ada banyak hal tak mampu terselesaikan".
(Ashabul Muslimin)


525. Salah Satu Ciri Pendidikan karakter Islam
"Pendidikan yang mengutamakan hasil daripada proses pembelajaran akan menemui banyak kegagalan.
Pendidikan yang mengutamakan hasil belajar tidak akan mampu melihat banyaknya kecurangan.
karena pendidikan hanya diukur dengan cara instan tidak melihat segala proses yang berjalan, hanya diukur dari hasil akhir penilaian.
Maka murid-murid akan ramai-ramai mencari segala jalan tidak peduli salah benar yang penting dapat nilai memuaskan.
Maka yang dihasilkan adalah  generasi-generasi ahli korupsi dan generasi criminal, para pembangkang tidak mau patuh peraturan, generasi liberal yang memuja kebebasan yang kebablasan".
(Ashabul Muslimin)

526. Kunci kejayaan umat
"Tidak akan pernah jaya umat islam hari ini sebelum mereka mengembalikan (meneladani/mencontoh)  segala urusan dunia dan akhirat seperti yang dilakukan generasi pertama umat islam yang dulu pernah jaya (generasi Rasulullah saw dan para sahabat)"
(Imam Malik)

527. Al-Qur'an Bukan makhluk
"al-Qur'an itu adalah Kalamullah (Firman Allah) sebagai petunjuk jalan keselamatan bagi orang yang beriman. Al-Qur'an bukanlah makhluk Allah. Jika ia adalah makhluk, padahal makhluk yang paling mulia disisi-Nya adalah manusia (yg bertakwa). Jika begitu kesimpulannya maka yang terjadi adalah kedudukan al-Qur'an lebih rendah daripada kedudukan perkataan manusia. Maka membantah dan mengkritik al-Qur'an adalah hal umum. Padahal tidak ada yang membantah/ mengingkari pendapat Qur'an kemudian mengambil pendapat akal manusia kecuali dia telah durhaka / kafir kepada Allah.
"Perbedaan mengenai al-Qur'an adalah makhluk atau al-Qur'an adalah kalamullah kelihatannya masalah sepele, akan tetapi sangat besar urusannya bila ditinjau dari masalah akidah".
(Ashabul Muslimin)

528. Sebab Runtuhnya Islam
"Keruntuhan agama ini bukan disebabkan krisis perekonomian atau sedikitnya jumlah umat islam. Tapi runtuhnya agama ini disebabkan penyakit cinta dunia dan banyaknya umat islam yang meremehkan urusan agama. kemudian ramai-ramai mereka berlomba mengejar kekayaan dunia tidak peduli merugikan sesamanya. Pada saat itu musuh islam akan memanfaatkan situasi untuk menggerogoti, membodohi dan memecah belah umat islam. Kemudian mereka dapat mengalahkan islam dengan amat mudahnya. Karena meskipun jumlah umat islam banyak tapi kekuatannya sangat lemah. Itulah yang terjadi dijaman akhir ini."
(Ashabul Muslimin)

529. Perbedaan pendapat

"Perbedaan pendapat bukanlah perselisihan, perbedaan pendapat adalah perselisihan jika sudah bertolak belakang dengan ajaran Qur'an. Perbedaan dalam hal ibadah adalah hal biasa karena menuntut situasi dan kondisi umat, sedangkan perbedaan dalam akidah dan tauhid tidak bisa ditolelir. Hanya ada 2 jalan yaitu bertaubat atau divonis sesat."
(Ashabul Muslimin)

530. Usia remaja adalah usia peniruan dan mencari keteladanan
"Salah satu penyebab kenakalan remaja adalah krisis keteladanan pemimpin dari generasi tua, karena usia muda adalah usia paling sensitif dalam hal meniru / meneledani. Jika public figure mereka orang shalih maka mereka juga akan ikut jalan orang shalih, Jika public figure mereka adalah orang tholih (sesat) maka mereka tidak akan segan-segan bermaksiat tanpa malunya.

Karena usia remaja adalah usia yang belum sempurna untuk menyadari sebuah kebenaran atau kesesatan mereka lebih memandang trend atau banyaknya orang yang melakukan perbuatan. Janganlah menilai bahwa remaja itu orang dewasa, meskipun badan mereka orang dewasa namun pemikiran mereka masih kanak-kanak (belum stabil).

Usia remaja adalah masa yang memiliki tenaga, pikiran dan semangat yang besar, jika tidak diarahkan dengan benar yang terjadi adalah kerusakan besar bagi diri mereka maupun lingkungan".
(ashabul muslimin)

Wednesday, 10 April 2013

Syair Islam : Waspadalah Pacaran !

(Oleh : Muhammad Ashabus Samaa'un)

Jangan mencoba jatuh cinta (mendekati) perempuan,

 jika kau belum siap melakukan pernikahan

 karena jika dibiarkan

ujung-ujungnya pacaran

 padahal pacaran

adalah pintu terlebar menuju jurang kemaksiatan

Yaitu perzinaan

Al-Qur'an telah mengatakan

Bahwa mendekati zina diharamkan

bila diabaikan ujung-ujungnya zina sungguhan

Karena apabila laki-laki dan perempuan bukan muhrim berduaan

Maka pihak ketiga adalah syetan

Yang selalu merayu dan menggoda manusia

Kedalam jalan kesesatan

 

 Hakikat Zina adalah kesenangan hawa nafsu sesaat

berakibat sengsara dan penyesalan tiada akhir kemudian

Perbuatan zina merendahkan martabat manusia melebihi hewan

 Karena dampak zina adalah merusak tatanan masyarakat

Pola kehidupan menjadi berantakan

Penyebab turunnya bencana  kemiskinan dan kebodohan

Merusak harapan dan impian generasi masa depan

  lebih buruk lagi adalah aborsi bayi besar-besaran

Sungguh perbuatan keji yang tidak mengenal perikemanusiaan

 

Tak ada yang mampu menjauhi perzinaan kecuali orang yang sabar

dan penuh keihlasan

menjalani segala ujian dan cobaan

 yang ditentukan Tuhan Semesta Alam

 Karena dia sadar bahwa dunia ini hakikatnya penjara kehidupan

 bukannya tempat yang penuh kesenangan

Akhiratlah sebenar-benar kehidupan

Disanalah sebenar-benar pengadilan

Nasib seluruh makhluk ditentukan

 

Barangsiapa menginginkan kebahagiaan

janganlah coba-coba melanggar aturan Tuhan

Maksiat besar berawal dari maksiat kecil yang diremehkan

Seperti meremehkan pacaran berujung pada perzinaan

Semoga kita bukan termasuk yang demikian

Yaitu yang mengikuti manusia kebanyakan

Yang mengambil keputusan tanpa pertimbangan

Yang mengutamakan dangkalnya pemikiran

Daripada ajaran Qur'an

Yang tersesat dari jalan kebenaran

Karena mengikuti hawa nafsu yang diperturutkan

Karena kebodohan dan kesombongan

  Karena ketidakpatuhan terhadap apa yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan

 

Syariat islam menunjukkan jalan keselamatan

Mengatur segala aspek kehidupan

Yang bermoral dan penuh pertanggungjawaban

Jika ajaran Islam diabaikan

Yang didapatkan adalah tidak lain tidak bukan

Menemui kesempitan hidup dan kesengsaraan

(Ashabul Muslimin)


Saturday, 6 April 2013

Syair Islam : Hakikat Dunia


[oleh ; M Ashabus Samaaun]
Pembina majelis ashabul muslimin

(www.ashabul-muslimin.tk)


dunia ini seperti fatamorgana
semakin dikejar semakin hilang
dunia ibarat air laut
semakin diminum semakin haus
dunia ibarat duduk di halte bus
hidup sementara
menunggu kematian tiba
hidup didunia bagai penjara
perlu perjuangan dan kesabaran
untuk menjalaninya
hidup didunia bagai musafir
perlu bekal yang banyak
untuk menempuh perjalan yang panjang
ambilah bekalmu berupa takwa dan ilmu
karena itu untuk bekal akhiratmu
hidup didunia adalah penderitaan
hidup didunia bukan kesenangan
meski semudah apapun mukmin hidup didunia
tapi semua itu adalah cobaan dan ujian.

Friday, 29 March 2013

Mutiara Nasehat Islam No. 511 - 520

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
Kata mutiara nasehat ini Terinspirasi dari mutiara Qur'an , hadits dan perkataan ulama. jika ada yang salah mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya. Tujuan kami hanyalah semakin mempermudah pemahaman kita dalam mempelajari ajaran agama islam. semoga bermanfaat amiien
511. TANGGUNG JAWAB
"disaat kau melihat banyak pekerjaan/tugas tidak selesai, maka jangan melihat banyak atau sedikitnya pekerja tapi lihatlah berapa banyak yang punya konsekuensi dan tanggung jawab terhadap tugasnya".
(ashabul muslimin)

512. Niat berbeda hasil beda pula.
"Perbuatan yang sama tapi niat berbeda akan menghasilkan sesuatu hasil yang berbeda pula. Niat baik menghasilkan hal-hal yang baik, niat buruk menghasilkan hal-hal yang buruk. Karena niat ada didalam hati tak ada yang tahu, tapi Allah pasti menunjukkan siapa yang lurus dan siapa yang bengkok niatnya. Hanya menunggu waktu".
(ashabul muslimin)

513. Jangan lupakan hari kiamat
"cobalah berpikir sejenak dan renungkan dalam-dalam. Sekarang kalian berlomba dalam mencari dunia sampai tidak peduli benar salah caranya, tidak peduli merugikan kepada sesama. Kemudian seandainya datang banjir besar meluluhlantahkan semua kekayaan yang susah payah kau cari, masihkah kau berpikir menyelamatkan hartamu atau menyelamatkan nyawamu, padahal hartamu tidak bisa menolongmu mencegah kematian, Yang bisa menolongmu dihari kiamat nanti adalah amal kebaikanmu. Berlombalah dalam mencari kekayaan dunia sesukamu tapi jangan lupa setiap yang bernyawa (hidup) pasti mati".
(ashabul muslimin)

514. buatlah orang simpatik
"orang lain tidak akan simpatik dengan islam karena indahnya penampilan dhohirmu, tapi mereka simpatik karena keindahan penampilan batinmu (akhlaq mulia)".
 (ashabul muslimin)

515. Mudah dan Sulit
"Bangunan itu mudah didirikan yang sulit merawatnya, Mulut gampang bicara yang tidak gampang mempraktekkannya, Ilmu gampang dicari yang sulit mengamalkannya, Peraturan gampang dibuat yang sulit menegakkannya,  Menghafal kitab itu mudah yang sulit memahaminya, Ibadah itu mudah yang sulit menetapkannya, Mengajari itu mudah yang sulit adalah mencontohkannya, Memimpin itu mudah yang sulit pertanggungan jawabnya, Berpuasa itu mudah yang sulit menjaganya (dari maksiat), mempercantik dhohir itu mudah yang sulit itu membaguskan penampilan bathiniyahnya. Memang tak ada sesuatu yang mudah melainkan bagi orang yang berpengalaman dan istiqomah".
(ashabul muslimin)


516. Peraturan Bukan Penjara
"Peraturan yang didasari kekakuan dan bersifat mutlak hanya tidak akan membuat baik keadaan manusia, justru menjadikan manusia segan untuk melanggarnya karena peraturan seperti ini sama saja dengan penjara. Setiap orang terpenjara ingin keluar daripadanya. Peraturan yang didasari kesadaran dan kepedulian dan tidak kaku akan menjadikan manusia segan untuk menaatinya bahkan mereka dengan sendirinya akan taat peraturan tersebut tanpa disuruh. Peraturan dibangun hanya untuk memperbaiki keadaan bukan membelenggu orang. Prinsip peraturan haruslah didasari ajaran agama murni dan hati nurani".
(Syair Ashabul Muslimin)

517. Waspada riya dan cari muka
"Meskipun kau mampu lampui ujung barat sampai ujung timur bumi, kau daki seribu gunung, kau taklukan samudra luas, kau telasak seribu hutan rimba belantara, dan kau susuri padang pasir luas nan gersang kering kerontang namun jika  hanya untuk mencari wajah manusia (perhatian, kecintaan, dan simpati orang lain) hal itu sungguh perbuatan sia-sia hanya akan menimbulkan sesal akhirnya. Mencari wajah kepada manusia seperti bergantung pada akar yang lapuk sedangkan mencari wajah (ridha) Allah SWT seperti bergantung pada tali yang amat kuat. Kecintaan manusia bersifat sementara, dan kau hanya akan dibuat lelah seumur hidup jika mencarinya sedangkan kecintaan Tuhanmu kekal slamanya dan lebih baik balasannya. Hati-hatilah dengan amal yang sia-sia yaitu beramal untuk mencari muka manusia. Diakhirat amalnya seperti debu yang berterbangan, tak berarti apa-apa".
(Syair Ashabul Muslimin)

518. Ikhlas Vs Riya'

"Keihlasan adalah ibarat sebuah gunung tinggi besar menjulang, meskipun awalnya tidak kelihatan jati dirinya namun lama-kelamaan akan nampak juga sejatinya. Kau lihat gunung tinggi besar itu, terkadang tidak kelihatan sementara waktu karena tertutup kabut tapi saat cuaca cerah gunung besar itu akan nampak jelas dan kokoh menjulang. Kau lihat orang yang ikhlas beramal seakan-akan dia tak pernah melakukan amalan karena amalannya sembunyi-sembunyi, tetapi hakikatnya dia telah melakukan amalan shalih yang banyak sekali. Sebuah gunung itu juga akan tetap pada tempatnya selamanya tidak akan berpindah tempat. Begitu juga dengan orang yang ikhlas dia akan tetap istiqomah beramal sampai akhir hayatnya".
Sebaliknya riya' (suka pamer) adalah ibarat fatamorgana. Kelihatan indah dari kejauhan tapi setelah didatangi ternyata adalah tipuan belaka. Begitu juga dengan orang yang riya' kelihatannya dia semangat sekali beramal tapi pada suatu saat amal itu ditinggalkan sama sekali karena beramal hanya untuk pujian atau penghargaan orang lain. Orang yang beramal dengan riya hakikatnya menipu diri sendiri. Karena sesungguhnya dia tak dapat pahala sama sekali".

(ashabul muslimin)


519. Waspada dengan mencela

"Jika kau dicela orang jangan sakit hati. Karena biasa celaan itu kembali kedirinya sendiri. Karena orang baik takkan pernah mencela orang yang melakukan kesalahan, namun hanya menasihati dengan sabar. Hanya orang tercela yang suka mencela orang lain".
(ashabul muslimin)

520. Arti sahabat
"tak ada tempat berbagi rasa dan tak ada tempat bercanda, tak ada tempat pelipur lara dikala duka, dan tempat berbagi bahagia dikala suka melainkan sahabat setia, pacar hanya membuat pikiran nyasar, apalah guna kemewahan jika membuat hidup kewalahan, apa arti kekasih hati jika dia selalu menyakiti, apalah guna jabatan dan uang jika hidup ini menjadi gersang, apalah guna kekayaan jika membuat hidup tidak tenang, sahabat adalah tempat berbagi rasa suka dan duka dan dia takkan pernah ingkar janji, bisa jadi sahabat itu berwujud manusia, ajaran agama, buku pengetahuan, akal pikiran, bebatuan dan pepohonan, gunung, benda-benda langit dan awan yang melintang, sebuah ilmu atau pengalaman, hewan ataupun tumbuhan atau makhluk lainnya, tak terbatas pada satu jenis makhluk saja".
(ashabul muslimin)


Thursday, 28 March 2013

10 HAL YANG DAPAT MENUMBUHKAN CINTA !


Oleh : M. Ashabus Samaa'un

(www.ashabul-muslimin.tk)

 

Mukadimah Hadits

 

"Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia."

(HR. Ad-Dailami)

 

PENJELASAN

 

Apa itu cinta?" cinta adalah satu kata berjuta makna . Cinta adalah satu kata yang sulit dimengerti maknanya". begitulah kata seorang penyair.

Namun apakah makna cinta itu sebenarnya? Apakah cuman sekedar yaitu rasa saling suka kepada lawan jenis. Tapi umumnya orang mengartikan cinta seperti itu. Ada lagi yang mengartikan cinta adalah sebuah Kisah seorang remaja, ketika jalinan asmara yang menggebu-nggebu dalam batinnya sehingga dia mengatakan orang yang dicintainya adalah cinta sejatinya. Padahal Cinta itu tidak bermakna sesempit itu. Dan bisa jadi orang tersebut adalah salah kaprah mengartikan cinta sejati itu apa. Namun jika orang telah salah mengartikan cinta dampaknya bisa jadi sangat berbahaya. Kenapa? Mari kita simak kajian berikut.

 

 Memang cinta adalah kata yang paling sensitif dikatakan orang ketika dia telah menemukan seseorang yang dicintainya, apalagi bagi mereka yang masih remaja, percintaan adalah topik pokok dalam kehidupannya. Karena masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke dewasa kemudian rasa tertarik kepada lawan jenis itu tumbuh menjadi subur ketika dia mulai menginjak usia remaja alias masa pubertas. Maka tak heran sinetron-sinetron ABG kebanyakan membahas masalah itu-itu saja. Begitulah sinetron jaman sekarang, mungkin produser film sudah tahu kalau kebanyakan orang Indonesia itu pemirsanya kebanyakan ABG. Sehingga jika yang dibahas masalah asmaradana mungkin filmnya akan laku keras. Tapi mungkin dampaknya bisa jadi buruk karena sinetron itu mengajari pacar-pacaran anak-anak remaja yang masih labil mentalnya. Anak usia belasan umumnya gampang terpengaruh tontonan dan omongan orang lain, terkadang habis nonton dia terinpirasi untuk melakukannya dengan lawan jenisnya. Padahal pacaran itu adalah 'pemanasan' menuju zina besar (zina kemaluan). Tapi kebanyakan remaja sekarang mungkin telah jauh dari ilmu agama, ditambah lagi  juga dampak perkembangan globalisasi yang semakin menjauhkan manusia dari budi pekertinya. Sehingga tidak tahu bahaya pacaran sebenarnya. Justru kata remaja sekarang malah pacaran dibilang  gaul, trend, modern dan sebagainya. Padahal tidak tanggung-tanggung dampaknya akibat pacaran itu, yaitu merajalelanya perzinaan dan aborsi besar-besaran, naudzubillah. Karena pacaran adalah pintu terlebar dari semua pintu menuju perzinaan.

 

Kemudian kembali kepada masalah makna cinta. Berbeda dengan orang beriman, ia akan mengartikan cinta sebagai seluruh kepasrahan hidup, mati, ibadah dan amalannya segalanya hanya untuk Allah karena ia mengharapkan ridha Allah saja supaya mendapatkan keselamatan hidup dunia dan akhirat. Cinta adalah sesuatu yang sangat berbahaya jika disalah gunakan, misalnya seseorang yang mencintai wanita berlebihan namun wanita itu kafir sehingga dia bisa terancam terancam murtad dari agamanya karena ingin menikahi wanita kafir itu, tapi wanita itu menolaknya kecuali dengan syarat orang itu murtad, naudzubillah. hal itu pernah diceritakan dalam sejarah tentang seorang yang shaleh kemudian murtad karena jatuh cinta kepada wanita kafir, sebelum dia sempat menikahi wanita itu dia jatuh dari tangga  kemudian mati dalam keadaan kafir, sungguh sia-sia seluruh amal dan sesungguhnya balasan bagi orang yang kafir / murtad adalah kekal dijahanam selama-lamanya, naudzubillah. Senada apa yang difirmankan Allah ;

"Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" [Al-Baqarah: 217].

 

Selain cinta kepada lawan jenis yang membabi buta, ada lagi yang bisa menyebabkan orang mendapatkan kesengsaraan dunia dan akhirat, yaitu orang dewasa yang mencintai anak-anak, istri, harta kekayaan, pangkat dan jabatan melebihi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga semua hal yang dicintainya itu melalaikan dia dari beribadah. Oleh karena itu mencintai sesuatu lebih besar daripada cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya dan juga kepada Islam maka bisa dibilang haram/termasuk perbuatan musyrik. Karena terancam apa yang difirmankan Allah SWT berikut ini ;

"Katakanlah: 'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya (pada hari kiamat).' Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (Qs. At Taubah: 24)

 

Kemudian Ibnu Katsir rahimahulullah menjelaskan , "Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian." (dari kitab Al Qur'an Al 'Azhim, karya Ibnu katsir 4/124)

 

Sungguh karena berbahayanya penyakit cinta buta yaitu cinta yang dilandasi hawa nafsu bukan dilandasi keimanan, maka hanya karena cinta buta itu seseorang bisa masuk neraka walaupun amalnya sebesar bola dunia. Karena Nabi Muhammad saw telah mengatakan bahwa seseorang pada hari kiamat nanti akan masuk surga atau neraka bersama seseorang yang paling dicintainya, jika yang dicintai termasuk ahli surga maka dia akan ikut masuk surga meski amalnya tak seberapa, jika yang dicintainya ahli neraka maka dia akan masuk neraka meski amalnya sebesar bola dunia. maka kita sebagai orang beriman pantas hati-hati dalam masalah cinta.

 

Tetapi selain cinta buta yang berbahaya ada juga cinta yang membawa manusia kedalam surga yaitu cinta yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga dia mengihlaskan segala amalan dan seluruh umur hidupnya hanya untuk  berjuang dijalan Islam. Itulah yang menyebabkan Allah ridha memberikan surga yang abadi untuknya. Nabi SAW pernah bersabda Dari Anas bin Malik RA, "Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi SAW tentang hari kiamat, "Kapankah kiamat datang?" Nabi pun SAW menjawab, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?" Orang itu menjawab, "Wahai Rasulullah, aku belum mempersiapkan shalat dan puasa yang banyak, hanya saja aku mencintai Allah dan Rasul-Nya SAW" Maka Rasulullah SAW pun bersabda, "Seseorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai." Anas pun berkata, "Kami tidak lebih bahagia daripada mendengarkan sabda Nabi SAW, 'Engkau akan bersama orang yang engkau cintai.'" Anas kembali berkata, "Aku mencintai Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar, maka aku berharap akan bisa bersama mereka (di hari kiamat), dengan cintaku ini kepada mereka, meskipun aku sendiri belum (bisa) beramal sebanyak amalan mereka." (HR. Al-Bukhari) 

 

Artinya dalam hadits diatas walaupun seseorang itu amalnya sedikit namun dia bisa beruntung masuk kedalam surga karena mencintai Allah dan Rasul-Nya. Karena jika kita mencintai Allah, Allah juga akan mencintai kita. Jika sebaliknya kita menaruh cinta kepada makhluk lebih besar daripada cintanya kepada Allah maka berhati-hatilah, karena Allah akan mengacuhkannya. Bahkan tidak mendengar doanya karena dia telah syirik kepada-Nya. Dan dia bisa terancam masuk neraka jika yang dicintainya itu melalaikan dia dari Ibadah, atau bahkan memurtadkannya dari agama.

 

Oleh karena itu Rasulullah telah memberi nasehat besar bahwa siapa saja yang mencintai kepada makhluk maka jangan berlebihan karena suatu saat nanti dia akan berpisah (entah karena mati/perceraian) tapi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tak mengenal perpisahan. Nabi saw bersabda "Hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah sesuatu sesukamu maka sesungguhnya kamu akan berpisah. Berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu akan bertemu dengannya." (H.R. Hakim) 

 

Orang mukmin pun belum dikatakan sempurna imannya meski sempurna ibadahnya  sebelum dia mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada segala sesuatu. Nabi Muhammad SAW pernah memberi nasehat begini "Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian hingga ia lebih mencintai aku daripada kedua orangtua dan, anaknya dan manusia semuanya"(HR. Al-Bukhari)

 

Cinta memang sudah menjadi fitrah (bawaan) manusia sejak lahir. Cinta tidak akan bisa hilang dari naluri manusia. Tapi cinta bisa berbahaya jika disalah gunakan atau mencintai sesuatu yang tidak semestinya secara berlebihan. Karena begitu pentingnya cinta maka bagaimanakah cara menumbuhkan dan menambahkan cinta supaya kita benar-benar jadi hamba-Nya yang bahagia. Ibnul Qayyim rahimahullâh menyebutkan sepuluh sebab yang akan menumbuhkan dan menambah rasa cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Berikut sepuluh sebab tersebut :

1.      Membaca Al-Qur`ân dengan tadabbur (penghayatan) dan memahami maknanya.

2.      Memperbanyak ibadah nafilah (sunnah) setelah menunaikan ibadah-ibadah wajib. Misalnya puasa senin-kamis, atau shalat dhuha.

3.      Memperbanyak dzikir kepada Allah dalam segala keadaan.

4.      Lebih mendahulukan pelaksanaan dari apa yang dicintai oleh Allah, walaupun hal tersebut menyelishi hawa nafsunya.

5.      Membawa hati untuk mencermati nama-nama dan sifat-sifat Allah dan menelusuri taman-tamannya (majelis ilmu).

6.      Menyaksikan kebaikan, kebajikan dan nikmat-nikmat Allah kepada makhluk-Nya.

7.      Menundukkan diri di hadapan Allah Subhânahu wa Ta'âla.

8.      Berkhalwat dan bermunajad (berdzikir) kepada-Nya di waktu malam, terkhusus pada sepertiga malam terakhir.

9.      Duduk dengan orang-orang shalih.

10. Menghindari segala sebab yang bisa memisahkan antara hatinya dengan Allah 'Azza wa Jalla.

 

Demikianlah semoga bermanfaat dan segala kekurangan kami mohon maaf.

 

Wallahu'alam

 

Refrensi Tulisan :

- muslim.or.id,

- alsofwah.or.id 

berbagai sumber

Wednesday, 20 March 2013

[Hadits Nabi] : Syarat-syarat Keluarga Yang Sakinah dan Bahagia

Rasulullah pernah bersabda"Apabila Allah menghendaki, maka rumah tangga yang Bahagia itu akan diberikan kecenderungan senang mempelajari ilmu- ilmu agama, yang muda-muda menghormati yang tua-tua, harmonis dalam kehidupan, hemat dan hidup sederhana, menyadari cacat-cacat mereka dan melakukan taubat."
(HR Dailami dari Abas ra)

Penjelasan Hadits


Salah satu dari sekian banyak hajat hidup manusia baik laki-laki maupun perempuan dalam kehidupan di dunia ini ialah membentuk rumah tangga. Untuk membentuk rumah tangga antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan harus diikat dengan sebuah pertalian akad yang biasa disebut dengan pernikahan. Ikatan yang dijalin antara keduanya harus didasari pula dengan rasa cinta kasih agar dalam rumah tangga yang dibina itu akan tercipta rasa ketentraman dan kebahagiaan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Ar-Rum 21:

"Sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah, yaitu diciptakan-Nya untukmu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri agar supaya kamu mendapat sakinah (ketenangan hati). Dan dijadikan-Nya kasih sayang antara kamu (suami-isteri). Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir."(Ar-Ruum ayat 21)

Menurut hadist Rasulullah SAW, yang dilansir di awal tulisan ini, paling tidak ada lima syarat yang harus dipenuhi oleh pasangan suami istri:


Pertama . Harus banyak mempelajari ilmu-ilmu agama. Faktor ajaran Islam memegang peranan penting karena ajaran agama (Islam) ini merupakan petunjuk untuk membedakan antara yang hak dan batil, antara yang menguntungkan dan merugikan, yang pada gilirannya merupakan pegangan dalam meniti kehidupan berkeluarga.

Salah satu contoh ajaran Islam, walaupun seorang laki-laki dan perempuan sudah membina rumah tangga, harus tetap berbakti kepada kedua orangtua kedua belah pihak sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini: "Ridho Allah tergantung kepada keridhaan orang tuanya dan murka Allah juga diakibatkan kemurkaan orang tuanya."

Berbakti kepada orang tua bukan cuma memberikan material semata, tetapi banyak cara termasuk berbakti kepada mereka yang sudah meninggal dunia dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT memohon keselamatan dan ampunan bagi mereka.

Pihak keluarga muslim yang bahagia adalah ketakwaan kepada Allah SWT yang didirikan berdasarkan ilmu keagamaan. Dengan pilar ini maka semua kekurangan akan dapat dilengkapi. Dia juga pematri pemandu hati, pembina watak dan pembersih jiwa. Dengan ketakwaan juga dia akan menjadi kompas penunjuk hak dan pengikat kewajiban dan dia pulalah pemudah semua kesulitan dan penangkal segala kejahatan. Takwa juga akan menjadi pemacu segala kebajikan dan pemersatu segala perbedaan.

Kedua. Akhlak dan Kesopanan. Di dalam rumah tangga yang bahagia sudah terjalin hubungan harmonis antara sesama keluarga. Mereka yang muda menghormati yang tua, begitu juga sebaliknya yang tua menghargai dan mencintai yang muda. Sikap saling menghormati dan menyayangi dalam keluarga ini digariskan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW: "Tidaklah termasuk umatku orang-orang yang tidak menghormati orang tua dan orang yang tidak menyayangi orang-orang kecil/muda."

Ketiga. Etika Pergaulan. Dalam rumah tangga yang bahagia akan tercermin melalui keharmonisan antara sesama anggota keluarga. Masing-masing anggota keluarga dapat menempatkan diri dan menjalankan tugasnya masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Suami bertanggung jawab terhadap isteri dan anak-anak, sedangkan isteri tidak membuat kebijakan tanpa sepengetahuan suami. Demikian pula anak-anak selalu mematuhi kehendak orang tuanya. Dalam rumah tangga yang bahagia tidak ada perasaan saling mencurigai dan saling salah menyalahkan.


Keempat. Hemat dan Hidup Sederhana. Rumah tangga yang serba berkecukupan dengan harta benda yang melimpah belum menjamin penghuninya berbahagia. Malahan dengan harta melimpah disertai kedudukan yang tinggi dan kekuasaan yang luas sering menimbulkan persoalan yang tiada henti.
Akibatnya kehidupan dalam keluarga kurang harmonis karena tidak ada lagi komunikasi atau terbatasnya untuk bersama dalam keluarga karena sibuk dengan kepentingan masing-masing. Inilah salah satu penyebab retaknya kehidupan rumah tangga. Namun sebagian besar penyebab kehancuran suatu rumah tangga karena tidak pandai berhemat dan tidak memikirkan bagaimana hidup esok hari.


Kelima Menyadari Cacat Diri Sendiri masing-masing anggota keluarga. Sudah menjadi kebiasaan sampai sekarang tidak menyadari aib atau cacat diri sendiri. Tetapi melihat aib orang lain sudah menjadi tren yang populer. Dalam kehidupan rumah tangga yang bahagia, mereka tidak saling membuka aib, tetapi sebaliknya saling menutupi aib.  Kemudian yang harus disadari bahwa masing-masing orang memiliki kekurangan dan kelebihaan. Kekurangan dan kelebihan masing-masing inilah yang harus dimanfaatkan untuk saling mengisi dan menutupi sehinga selaras dan serasi.

Sebagai tambahan selain kelima faktor barusan, guna mewujudkan sebuah keluarga yang bahagia, adalah dengan tidak melupakan hidayah dan petunjuk-petunjuk Allah SWT sebagaimana dilukiskan dalam Alquranul karim Surat Al-Hasyr 19:

 "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa akan dirinya sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik."  (QS Al-Hasyr 19)

Wallahu'alam

 

Sumber : (koran sriwijayapost)

 

Wednesday, 27 February 2013

Mutiara Nasehat Islam No. 501 - 510

سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 

Kata mutiara nasehat ini Terinspirasi dari mutiara Qur'an , hadits dan perkataan ulama. jika ada yang salah mohon dimaafkan yang sebesar-besarnya. Tujuan kami hanyalah semakin mempermudah pemahaman kita dalam mempelajari ajaran agama islam. semoga bermanfaat amiien

 

501. Jangan banyak canda tawa

"jangan banyak bercanda jika tak ingin banyak salahnya, lucu menurutmu bisa jadi menyakitkan hati orang lain".

(ashabul muslimin)

 

 

502. sekali lagi sabar

"dengan bersabar kau akan menyelesaikan masalah yang mustahil diselesaikan orang pemarah".

(ashabul muslimin)

 

 

503. dampak marah

"Karakter dasar manusia (kebodohan) akan cepat terlihat ketika dia marah".

(ashabul muslimin)

 

 

503. optimis

"Jangan katakan tidak bisa, kecuali kau sudah berani mencoba berulang-ulang,Lihatlah para pendaki gunung, mereka bisa mencapai puncak, kenapa kita tidak bisa?. Seperti kesuksesan hidup, Kita juga bisa sukses seperti yang lain. Sebenarnya sukses bukan karena pandai tidaknya orang, Hanya butuh waktu dan pengalaman yang cukup untuk melakukan hal itu, karena kita yakini Tuhan mengkaruniai potensi yang sama besar kepada hamba-Nya, yang berbeda adalah pengalaman dan tawakalnya".

(ashabul muslimin)

 

 

504. pengecut bin pecundang

"Pengecut adalah orang yang suka melemparkan kesalahan kepada orang lain, pecundang adalah orang yang kalah sebelum bertanding (suka pesimis, pemurung dan mudah putus asa)".

(ashabul muslimin)

 

 

505. cerewet yuk.

"belajarlah 'cerewet' dalam kebaikan, dan jangan suka mendiamkan kejelekan. karena cerewet yang jelek dan mendiamkan kejelekan adalah kemungkaran yang sama".

(ashabul muslimin)

 

 

506. seni adalah relatif

"seni adalah sebuah nilai keindahan yang punya makna tertentu namun bersifat relatif, tak bisa dinilai secara ortodox, paten, dan otoritas bin fundamental. Kecuali yang menilai adalah orang egois. Karena seperti wajahmu. ada yg mengatakan cantik, biasa, ganteng, lumayan dll. hanya orang yang tak mengerti seni (bodoh) akan mengatakan jelek. karena wajahmu adalah kreasi seni dari Tuhanmu".

(ashabul muslimin)

 

507. keadaan Negara ini

"Negara ini tidak kekurangan orang pintar, negara ini rusak karena banyaknya orang bodoh yang pandai bicara dan orang yang tidak mau mengamalkan ilmunya, hanya bisa teriak tidak bisa melakukannya".

(ashabul muslimin)

 

 

508. Metaformosis

"Seperti halnya metaformosa kupu-kupu, untuk menjadi kupu-kupu, ulat butuh perjuangan yang panjang dan penderitaan yang tiada habisnya pada masa menjadi kepompong, begitu juga perjalanan hidup manusia, sukses dimasa tua biasanya karena ketekunan dan kesabarannya dimasa kecilnya dan tidak menghabiskan umur mudanya untuk hura-hura tetapi untuk mencari ilmu dan pengalaman".

(ashabul muslimin)

 

509. Gunakan akal

"disaat hatimu menemui kesempitan, gunakan akalmu untuk berpikir keras bagaimana mencari jalan kelonggaran.Apa gunanya akal pikiran jika tidak untuk digunakan. Dan sesuatu yang paling merusak akal adalah mudah marah".

(ashabul muslimin)

 

 

510. jaga mulut

"Jangan menyakiti hati orang lain sebagaimana kau tidak mau merasakan sakitnya disakiti orang lain. Jangan biarkan amalmu yang susah payah dikumpulkan menjadi debu yang berterbangan diakhirat nanti (sia-sia) karena sebab ulah mulut yang tidak diatur".

(ashabul muslimin)