Thursday, 24 March 2016

Kisah islam : Belajar Menghina Diri

Oleh : Rahmah Faizzah

Ada sebuah cerita dari Bayazid Al-Busthami, yang insya Allah, dapat kita ambil pelajaran daripadanya; Di samping seorang sufi, Bayazid juga adalah pengajar tasawuf. Di antara jamaahnya, ada seorang santri yang juga memiliki murid yang banyak. Santri itu juga menjadi kyai bagi jamaahnya sendiri. Karena telah memiliki murid, santri ini selalu memakai pakaian yang menunjukkan kesalihannya, seperti baju putih, serban, dan wewangian tertentu.

Suatu saat, muridnya itu mengadu kepada Bayazid, "Tuan Guru, saya sudah beribadat tiga puluh tahun lamanya. Saya shalat setiap malam dan puasa setiap hari, tapi anehnya, saya belum mengalami pengalaman ruhani yang Tuan Guru ceritakan. Saya tak pernah saksikan apa pun yang Tuan gambarkan."

Bayazid menjawab, "Sekiranya kau beribadat selama tiga ratus tahun pun, kau takkan mencapai satu butir pun debu mukasyafah dalam hidupmu."

Murid itu heran, "Mengapa, ya Tuan Guru?"
"Karena kau tertutup oleh dirimu," jawab Bayazid.
"Bisakah kau obati aku agar hijab itu tersingkap?" pinta sang murid.
"Bisa," ucap Bayazid, "tapi kau takkan melakukannya."
"Tentu saja akan aku lakukan," sanggah murid itu.

"Baiklah kalau begitu," kata Bayazid, "sekarang tanggalkan pakaianmu. Sebagai gantinya, pakailah baju yang lusuh, sobek, dan compang-camping. Gantungkan di lehermu kantung berisi kacang. Pergilah kau ke pasar, kumpulkan sebanyak mungkin anak-anak kecil di sana. Katakan pada mereka, "Hai anak- anak, barangsiapa di antara kalian yang mau menampar aku satu kali, aku beri satu kantung kacang." Lalu datangilah tempat di mana jamaah kamu sering mengagumimu. Katakan juga pada mereka, "Siapa yang mau menampar mukaku, aku beri satu kantung kacang!"

"Subhanallah, masya Allah, lailahailallah," kata murid itu terkejut.
Bayazid berkata, "Jika kalimat-kalimat suci itu diucapkan oleh orang kafir, ia berubah menjadi mukmin. Tapi kalau kalimat itu diucapkan oleh seorang sepertimu, kau berubah dari mukmin menjadi kafir."

Murid itu keheranan, "Mengapa bisa begitu?"
Bayazid menjawab, "Karena kelihatannya kau sedang memuji Allah, padahal sebenarnya kau sedang memuji dirimu. Ketika kau katakan: Tuhan mahasuci, seakan- akan kau mensucikan Tuhan padahal kau menonjolkan kesucian dirimu."

"Kalau begitu," murid itu kembali meminta, "berilah saya nasihat lain."
Bayazid menjawab, "Bukankah aku sudah bilang, kau takkan mampu melakukannya!"
Cerita ini mengandung pelajaran yang amat berharga. Bayazid mengajarkan bahwa orang yang sering beribadat mudah terkena penyakit ujub dan takabur.

"Hati-hatilah kalian dengan ujub," pesan Iblis. Dahulu, Iblis beribadat ribuan tahun kepada Allah. Tetapi karena takaburnya terhadap Adam, Tuhan menjatuhkan Iblis ke derajat yang serendah-rendahnya.

Takabur dapat terjadi karena amal atau kedudukan kita. Kita sering merasa menjadi orang yang penting dan mulia. Bayazid menyuruh kita menjadi orang hina agar ego dan keinginan kita untuk menonjol dan dihormati segera hancur, yang tersisa adalah perasaan tawadhu dan kerendah-hatian. Hanya dengan itu kita bisa mencapai hadirat Allah swt.

Orang-orang yang suka mengaji juga dapat jatuh kepada ujub. Mereka merasa telah memiliki ilmu yang banyak.

Suatu hari, seseorang datang kepada Nabi saw, "Ya Rasulallah, aku rasa aku telah banyak mengetahui syariat Islam. Apakah ada hal lain yang dapat kupegang teguh?"

Nabi menjawab, :"Katakanlah: Tuhanku Allah, kemudian ber- istiqamah-lah kamu."
Ujub seringkali terjadi di kalangan orang yang banyak beribadat. Orang sering merasa ibadat yang ia lakukan sudah lebih dari cukup sehingga ia menuntut Tuhan agar membayar pahala amal yang ia lakukan. Ia menganggap ibadat sebagai investasi.

Orang yang gemar beribadat cenderung jatuh pada perasaan tinggi diri. Ibadat dijadikan cara untuk meningkatkan statusnya di tengah masyarakat. Orang itu akan amat tersinggung bila tidak diberikan tempat yang memadai statusnya. Sebagai seorang ahli ibadat, ia ingin disambut dalam setiap majelis dan diberi tempat duduk yang paling utama.

Tulisan ini saya tutup dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnad-nya; Suatu hari, di depan Rasulullah saw Abu Bakar menceritakan seorang sahabat yang amat rajin ibadatnya. Ketekunannya menakjubkan semua orang. Tapi Rasulullah tak memberikan komentar apa-apa. Para sahabat keheranan. Mereka bertanya-tanya, mengapa Nabi tak menyuruh sahabat yang lain agar mengikuti sahabat ahli ibadat itu. Tiba-tiba orang yang dibicarakan itu lewat di hadapan majelis Nabi. Ia kemudian duduk di tempat itu tanpa mengucapkan salam.

Abu Bakar berkata kepada Nabi, "Itulah orang yang tadi kita bicarakan, ya Rasulallah."
Nabi hanya berkata, "Aku lihat ada bekas sentuhan setan di wajahnya."
Nabi lalu mendekati orang itu dan bertanya, "Bukankah kalau kamu datang di satu majelis kamu merasa bahwa kamulah orang yang paling salih di majelis itu?"

Sahabat yang ditanya menjawab, "Allahumma, na'am. Ya Allah, memang begitulah aku." Orang itu lalu pergi meninggalkan majelis Nabi.

Setelah itu Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat, "Siapa di antara kalian yang mau membunuh orang itu?"
"Aku," jawab Abu Bakar.
Abu Bakar lalu pergi tapi tak berapa lama ia kembali lagi, "Ya Rasulallah, bagaimana mungkin aku membunuhnya? Ia sedang ruku'."

Nabi tetap bertanya, "Siapa yang mau membunuh orang itu?"
Umar bin Khaththab menjawab, "Aku." Tapi seperti juga Abu Bakar, ia kembali tanpa membunuh orang itu, "Bagaimana mungkin aku bunuh orang yang sedang bersujud dan meratakan dahinya di atas tanah?"

Nabi masih bertanya, "Siapa yang akan membunuh orang itu?"
Imam Ali bangkit, "Aku." Ia lalu keluar dengan membawa pedang dan kembali dengan pedang yang masih bersih, tidak berlumuran darah, "Ia telah pergi, ya Rasulullah."

Nabi kemudian bersabda, "Sekiranya engkau bunuh dia. Umatku takkan pecah sepeninggalku...."

Dari kisah ini pun kita dapat mengambil hikmah:
Selama di tengah- tengah kita masih terdapat orang yang merasa dirinya paling salih, paling berilmu, dan paling benar dalam pendapatnya, pastilah terjadi perpecahan di kalangan kaum muslimin. Nabi memberikan pelajaran bagi umatnya bahwa perasaan ujub akan amal salih yang dimiliki adalah penyebab perpecahan di tengah orang Islam. Ujub menjadi penghalang naiknya manusia ke tingkat yang lebih tinggi. Penawarnya hanya satu, belajarlah menghinakan diri kita. Seperti yang dinasihatkan Bayazid Al-Busthami kepada santrinya.

***
Sumber Eva Kurniawan (abatasa)

Sunday, 20 March 2016

syair islam 'cinta suci lahir dari hati'

Oleh : Rahmah Nur Faizah

"cinta itu suci tak pantas dinodai dan dihianati

kata sayang bukan untuk
dipermainkan tapi harus ditunjukkan dengan
perbuatan

karena begitu mudahnya
manusia mempermainkan cinta maka akibatnya ia sengsara hatinya

sulit mendapatkan kebahagiaan hatinya

ia mencoba mendapatkan kebahagiaan dengan gonta ganti pasangan tapi justru yg
ia dapat kesengsaraan

itulah azab Tuhan

atas penghianatan

karena menuruti nafsu setan

cinta suci itu tulus dari hati

Cinta nafsu setan itu muncul dari hawa nafsu yang diperturutkan

Berhati hatilah menjadi manusia

Karena kita dikaruniai akal

Tak seperti hewan yang mengikuti naluri

Semua akan ada pertanggung jawaban

Didunia apalagi di hari pembalasan

Sebagai muslim kita dianjurkan mengikat cinta itu ketika dua hati
merasakan banyak kecocokan

Agar tidak renggang dan dijadikan permainan nafsu setan

Yaitu melalui tali pernikahan

Sehingga tercipta hubungan keluarga yang menghindarkan manusia dari
kesengsaraan hati

Dan juga demi kelangsungan kehidupan manusia sebagai khalifah bumi,
supaya terhindar dari kepunahan

Itulah maksud Tuhan menciptakan cinta bukan untuk permainan dan hanya
bersenang senang semata

Tapi untuk menjadikan manusia hidup bahagia, rukun, aman dan sentosa
dan melestarikan ajaran agama''

Wallahualam

Penyunting dan editor : M. Alie Marzen (mas Dulrohman)

--
ttd.


M. Alie Marzen

Tuesday, 23 February 2016

Keajaiban saat kelahiran rasulullah saw

Oleh ; rahma nur faizah

Kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. pada 12 Rabiulawal, Tahun Gajah di Mekah al-Mukarramah sebagai pembuka rahmat di pelosok alam semesta. Kelahiran baginda menjadi seribu satu tanda bahwa baginda akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam. Ia merupakan peristiwa utama dalam sejarah Islam. Baginda mempunyai kelebihan luar biasa, bukan saja dilihat dalam konteks sebelum kelahirannya tetapi dalam konteks semasa dan selepas dilahirkan.

Peristiwa luar biasa ini disebut sebagai Irhas. Irhas bermaksud satu kejadian luar biasa bagi manusia yang normal dan hanya diberikan kepada seorang nabi Sehubungan itu, masih ramai masyarakat Islam yang sebenarnya tidak mengetahui peristiwa di sebalik kelahiran baginda. Ini karena masih banyak lagi rahasia yang belum terungkap. Sebenarnya banyak keajaiban yang berlaku sebelum kelahiran Nabi Muhammad s.a.w.

Pertama, semasa Rasulullah s.a.w. berada di dalam kandungan bundanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil. Kehamilannya disadari melalui berita dari malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandungkan seorang Nabi dan Penghulu kepada seluruh umat manusia. Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah Abdullah ke wajahnya.

Kedua, ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah disekitaran kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.

Ketiga, peperangan tentara bergajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota Mekah. Ia diketuai oleh tentara bergajah dengan menunggang seekor gajah besar bernama Mahmudi. Apabila mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah. Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam al-Quran.

Peristiwa ini amat menakjubkan dan diriwayatkan dalam kitab-kitab sejarah.

Keempat, Aminah turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata "Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Putera saudara itu menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad."

Semasa kelahiran Nabi Muhammad s.a.w., Aminah ditemani Asiah dan Maryam. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya daripada Nabi Isa dan Musa. Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman. Semasa baginda dilahirkan, bundanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria. Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat. Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila baginda dilahirkan. Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian bundanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan "Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik". Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan Aminah.

Setengah riwayat menyatakan nabi dilahirkan dalam keadaan memandang ke arah langit sambil meletakkan tangannya ke tanah sebagai tanda ketinggian martabatnya daripada semua makhluk. Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di situ mengalami kerusakan dan kemusnahan.

Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, "Ketika aku sedang berada di Kaabah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, "telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala- berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui."

Selain itu di tempat yang lain pula satu goncangan berlaku di mahligai Kisra dan menyebabkan mahligai tersebut retak, manakala empat belas tiang serinya runtuh. Keadaan ini merupakan di antara tanda - tanda keruntuhan kerajaan tersebut. Namun, api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun telah padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang Majusi yang dianggap sebagai tuhan. Peristiwa itu amat mengejutkan orang Parsi.

Dalam waktu yang sama, pada malam kelahiran baginda, Tasik Sava yang dianggap suci tenggelam ke dalam tanah. Setelah baginda lahir, tembakan bintang menjadi kerap sebagai tanda bahawa pengetahuan syaitan dan jin mengenai perkara ghaib sudah tamat.

Berdasarkan peristiwa tersebut jelaslah kelahiran Nabi Muhammad s.a.w. mempunyai keistimewaan tersendiri. Ini kerana baginda adalah khatamun nubuwwah, penutup segala nabi. Perkara -perkara luar biasa ini telah membuktikan kepada kita kemuliaan baginda di sisi Allah, sekaligus sebagai bukti kerasulannya.

Di samping itu, bukti -bukti tersebut juga dijelaskan di dalam kitab kitab terdahulu seperti kitab Taurat, Zabur dan Injil sebagai rasul yang terakhir.

Wallahu alam

Monday, 1 February 2016

Kisah Islam : Tukang sapu jadi miliuner.

Oleh : Rahma Nur Faizah

Kisah ini terjadi waktu Musim haji tahun 2012 lalu, seperti yang diangkat di koran al-Sabaq terbiatan Saudi Arabia tanggal 17 Dzhuhjjah lalu (02/11/2012).
Syahdan, seorang pria bernama Marimir Husain Jihar tengah menyapu jalanan kota Mekkah yang penuh debu. Ia. membersihkan jalanan kota suci ini dari kotoran dan sampah-sampah yang dibuang manusia atau yang diterbangkan angin sepanjang waktu.
Sudah 5 tahun, pekerja imigran asal Bangladesh itu melakoni pekerjaan bersahaja tersebut, pekerjaan yang dipandang sebelah mata orang orang lain. Di Arab Saudi, orang Bangladehs sering disebut sebagai "Benggali". Orang Indonesia pun memanggil mereka dengan sebutan demikian.

Rekan-rekan sekerja Marimir tidak pernah tahu asal-usul marimir, sebab ada ratusan ribu (atau mungkin jutaan) orang Benggali yang menjadi buruh kasar di negeri Haramain ini.
Sampai pada suatu hari di musim haji 2012. Ketika Marimir asyik menyapu jalanan di sekitar wilayah Tan'im, tempat di mana orang-orang akan memulai (miqat) ihram untuk Umrah, suatu kejadian tak terduga terjadi.

Seorang pria tua berteriak dari seberang jalan memanggil nama Marimir. Pria itu berpakaian Ihram, terlihat hendak melaksanakan ihram untuk Umrah. Dari postur tubuhnya, pria tua itu jelas berkebangsaan Bangladeh.
"Marimir…! Marimir…! Marimir….!" Teriak pria tua berkali-kali dari seberang jalan. Namun karena banyaknya manusia dan lalu linta yang sibuk, Marimir tidak mendengarnya.
"Marimir…! Marimir…! Marimir…!" Pria tua itu kembali berteriak. Kali ini ia berlari ke arah Marimir menghadang jalan.
Aksi pria tua itu mengundang perhatian banyak orang di Tan'im, termasuk dari rekan-rekan pria tua itu sendiri. Mereka heran, bagaimana ia mengenali seorang penyapu jalan di kota suci ini.
Tanpa peduli, ia terus berlari tanpa menghiraukan mobil-mobil yang melaju kencang. Orang-orang berteriak memperingatkannya, karena aksinya itu mengganggu lalu lintas.

"Marimir…!". Ujar si pria tua tanpa henti.
Kali ini Marimir mendengar. Ia menoleh, dilhatnya seorang yang sudah tua berlari ke arahnya. Ia pun heran, dari mana orang itu mengetahui namanya.
Pria itu semakin mendekat. Dan semakin dekat. Ketika sudah jelas baginya siapa yang datang, ia pun terperangah. Alangkah kagetnya Marimir, ia seakan tak percaya apa yang dilihatnya.
Ternyata pria tua itu adalah abang kandungnya sendiri….
Dengan berurai air mata, si pria tua itu menghampiri Marimir yang penuh debu, lantas ia memeluk pemuda itu dengan erat sambil menangis.
Aksi jemaah haji tersebut mengundang perhatian banyak orang. Meski tidak mengerti, mereka mengabadikan momen penuh haru itu dengan kamera. Setelah itu, si pria tua bercerita kepada orang-orang yang mengitari mereka penuh keharuan.

Ia menceritakan bahwa tukang sapu itu adalah adik kandungnya sendiri, mereka adalah dua bersaudara yang sudah lebih 5 tahun tidak bertemu.

Kisah perpisahan mereka dimulai ketika orangtua mereka meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya. Ayah mereka meninggalkan harta warisan yang sangat banyak, mencapai 17 juta Riyal (sekarang sekitar Rp. 62 Milyar jika dikonversikan dengan kurs saat ini).

Bagaimana tidak, keluarganya adalah keturunan bangsawan, dan salah satu kakek mereka adalah mantan menteri di Bangladesh.

Tapi saudara tuanya itu berbuat serakah. Ia tidak mau membagi harta peninggalan itu dengan adiknya. Beberapa kali si adik meminta pembagian warisan, tapi ia tidak mau. Bahkan, sang adik pernah dijebloskannya ke penjara karena menuntut haknya!

Karena putus asa, akhirnya sang adik pergi meninggalkan Bangladeh. Ia pun menjadi pekerja imigran di Arab Saudi. Hingga bertahun-tahun lamanya. 5 tahun terakhir, ia menjadi tukang sapu di Mekkah.
Selepas kepergian adiknya itu, saudara tuanya pun diserang penyakit kanker ganas.
"Ini hukuman Allah atas kezaliman saya…". Kenang haji tua itu sambil menangis. Dan sejak itulah ia insyaf atas perbuatan serakahnya.
Bertahun-tahun pula lamanya, ia berusaha mencari jejak sang adik. Ia bertanya kepada kawan-kawan adiknya, tapi tak satu pun yang tahu. Ia pun sudah membuat sayembara, siapa yang mengetahui alamat adiknya akan diberi imbalan yang besar.

Namun kabar tak kunjung datang. Sang adik entah di mana rimbanya. Sementara penyakitnya semakin parah, hingga ia mengira umurnya takkan lama lagi.

Hingga datang musim haji tahun 2012. Ketika ia hendak pulang ke tanah air, ia pun melaksanakan umrah terlebih dahulu. Ia bersama rombongannya pun berangkat ke Tan'im, miqat di mana orang Mekkah memulai umrah.

Dan di sanalah keajaiban itu terjadi. Di tempat inilah Allah Swt mempertemukannya dengan adiknya yang selama ini ia cari. Dilihatnya seorang pria muda tengah menyapu jalanan, dan ternyata itu adalah saudara kandungnya.

Saat pertemuan itu, saudara tua itu meminta maaf kepada sang adik atas kezalimannya selama ini. Karena keserakahannya, sang adik hidup sengsara dan terlunta-lunta sebagai tukang sapu di negeri orang.
Ia pun mengajak adiknya pulang. Ia sudah membagi harta peninggalan orangtua mereka seadil-adilnya. Bagian untuk sang adik sudah ia sisihkan, dan akan ia berikan tanpa mengambilnya sedikitpun, jumlahnya milyaran rupiah ditambah properti yang sangat banyak.

Di tempat yang suci itu, sang adik memaafkan abangnya. Ia sama sekali tidak menaruh dendam. Bahkan dirinya merasa bahagia bisa tinggal di tanah suci ini. Di sini, ia menghabiskan waktu untuk bekerja dan menghafal al-Qur'an.
Kepada hadirin yang berkerumun di sekitar mereka, tukang sapu yang jadi milyuner itu mengatakan: "Sungguh ini merupakan pelajaran yang besar dalam hidup saya. Saya sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang teraniaya.

Karena itu, saya berjanji tidak akan menganiaya siapa pun. Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya, dan diharamkannya kezaliman itu atas hamba-hambaNya".
Marimir Husain berpelukan dengan saudara kandungnya yang telah insyaf .
Kisah mengharukan itu menjadi buah bibir jemaah haji. Seorang penjual makanan cepat saji di kota Mekkah mengatakan kepada wartawan Sabg:
"Saya sering bersedekah makanan kepada tukang sapu itu, tanpa saya pernah tahu ternyata dia adalah seorang milyuner".

Semoga kita menjadi orang sabar supaya beruntung dunia-akhirat. Amien

Source: sriwijaya pos magazine



Sunday, 31 January 2016

Kisah Umar ra. Teladan pemimpin yang bijaksana

Oleh : Rahmah Nur Faizah

Pada suatu malam, khalifah Umar bin Khathab keluar dari rumahnya. Dia berjalan menyusuri pinggiran kota Madinah. Begitulah kebiasaan pemim­pin kaum muslimin itu. Setiap malam, dia selalu menyempatkan diri berkeliling dari satu kampung ke kampung yang lain untuk memastikan bahwa seluruh rakyatnya dalam keadaan tercukupi segala kebutuhannya.

Umar bin Khathab berjalan dan terus berjalaa. Langit yang cerah sebagai atapnya. Di sana, kelap- kelip bintang seolah menjadi saksi atas apa-apa yang dilakukan khalifah kedua itu. Ternyata, langkah sang khalifah semakin jauh meninggalkan rumahnya, hingga tiba di sebuah gurun yang sangat sepi sekali. Di sana, dia melihat sebuah tenda yang masih ada tanda-tanda kehidupan. Ke sanalah khalifah Umar melangkah.

Setelah kian dekat, Umar bin Khathab dapat melihat seorang lelaki sedang duduk di luar sebuah tenda. Raut muka lelaki tersebut tampak gelisah. Sementara itu, dari dalam tenda terdengar sebuah erangan. Rupanya istri si lelaki itu akan melahirkan. Umar berpikir, pastilah lelaki Badui itu sangat khawatir terhadap keselamatan istrinya. Apalagi tidak ada orang lain selain hanya mereka berdua.

Maka, Umar pun segera berbalik arah. Dia ber­jalan cepat supaya lekas sampai di rumah. Sesampai di rumah, dia segera menemui istrinya, ummi Kultsum bin Abi Thalib.

"Ada apa wahai Amirul Mukminin? Kenapa engkau tampak begitu gelisah?"

"Wahai istriku, ada kesempatan mulia dari Allah untukmu, maukah engkau ikut denganku?"

"Ya!" jawab Ummu Kultsum dengan muka berbinar.

"Ada seorang Badui pendatang yang hidup di ping­giran kota. Saat ini, istrinya akan melahirkan, tetapi tidak ada orang lain yang menolongnya." kata Umar.

"Kalau begitu, marilah kita segera ke sana!" potong Ummu Kultsum. Ummul mukminin itu segera mempersiapkan segala sesuatu untuk mem­bantu persalinan pendatang itu. Sementara itu, Umar mengambil tepung dan segala perlengkapan untuk memasak. Setelah semua siap, lantas mereka beranjak ke tempat orang Badui itu. Dengan sedikit tergesa, mereka pergi menuju tenda pendatang tadi. Tak lama berselang, mereka pun telah sampai.

Sesampainya di tenda milik Badui tadi, Ummul mukminin segera minta izin masuk untuk mem­bantu persalinan. Sementara itu, Umar langsung mempersiapkan tempat memasak. Dia membuat adonan kemudian mengukusnya. Semua itu dila­kukannya seorang diri dengan cekatan.

Laki-laki Badui yang semula kebingungan itu menjadi tenang. Diam-diam, dia memperhatikan kedua tamunya yang misterius itu. Dalam hati, dia sangat bersyukur. Di tengah padang pasir yang gersang itu masih ada yang peduli dengannya. Dia pun berpikir kalau orang itu lebih pantas menjadi khalifah daripada Umar. Dia tidak tahu kalau dia adalah Umar bin Khathab, khalifah yang sangat perhatian kepada seluruh rakyatnya.

Tak berapa lama dari dalam tenda terdengar suara lengkingan tangis bayi. Rupanya istri si Badui itu telah melahirkan. Laki-laki Badui yang sejak tadi berdiri gelisah di depan tenda, pun menjadi lega. Raut mukanya terlihat bahagia.

"Wahai Amirul mukminin, katakan kepada sahabatmu itu kalau istrinya telah melahirkan seorang bayi laki-laki dengan selamat." Tiba-tiba dari dalam tenda, terdengar Ummul mukminin berteriak. Spontan saja dia menyebut Umar dengan panggilan 'Amirul mukminin'. Dia tidak sadar kalau tadi telah bersepakat akan menyembunyikan identitas mereka supaya si Badui merasa nyaman.

Mendengar sebutan itu, si Badui tampak terkejut. Dia mundur beberapa langkah. Dia sungguh tidak menyangka kalau laki-laki tamunya itu ternyata Amirul Mukmrnin, sang khalifah. Rasa bangga, malu, sekaligus takut, bercampur menjadi satu. Se­mentara itu, Umar yang melihat perubahan pada si laki-laki Badui itu segera menenangkannya.

"Tenanglah wahai saudaraku. Aku itu tak lebih hanya sebagai saudaramu!" kata Umar lembut. Dia terus memasak roti itu sampai matang. Setelah dira­sanya matang, dia memberikannya kepada Ummu Kultsum supaya istri si Badui itu makan.

"Sekarang lekaslah engkau makan, wahai saudaraku! Aku y akin, pastilah engkau juga lapar" tawar Umar.

Sejenak, laki-laki Badui itu terlihat ragu. Tapi perutnya tidak mau diajak kompromi. Akhirnya, dia pun memberanikan diri untuk makan roti yang telah dimasakkan oleh khalifahnya.

Setelah semuanya beres, Umar dan Ummu Kultsum pun mohon diri. Khalifah Umar telah menempatkan diri sebagai seorang pemimpin yang sa­ngat peduli terhadap keadaan rakyatnya. Bahkan, dia pernah berkata bahwa kalau rakyatnya lapar, maka dialah orang yang pertama kali akan kelaparan. Kalau rakyatnya susah, maka dialah orang yang per­tama kali menanggung kesusahan.

Wahai saudaraku apa yang dicontohkan umar bin khatab sangat berbeda dengan keadaan pemimpin dijaman sekarang ini. Dijaman jahiliyah modern ini pemimpin cenderung memperkaya diri dibandingkan mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Berebut jabatan dengan menghalalkan segala cara. Belum lagi korupsi dinegri ini yang makin menjadi-jadi. Kalau pemimpin sekarang perutnya kekenyangan memakan harta yang haram rakyatnya dibiarkan kelaparan. Pemimpin sekarang menindas rakyat beserta aparaturnya suka menggerogoti darah rakyat jelata. Kita dibebani pajak yg macam-macam untuk dikorupsi bukan untuk membangun negara. Contoh kecil saja yang sering kita lihat yaitu polisi lalu lintas yang mencari-cari kesalahan pengendara untuk membayar denda tapi kebanyakan masuk kantong mereka sendiri. Naudzubillah. Padahal setiap perbuatan pasti ada pertanggungan jawab diakhirat kelak. Menyia-nyiakan amanah adalah ciri orang munafik yang besar sekali dosanya. Semoga negri ini segera berbenah sebelum azab Nya turun dari langit membinasakan yang berdosa dan yang tidak berdosa pun merasakan dampaknya

Semoga pemimpin kita bisa meneladani umar bin khotob ra.
Khalifah yang dijanjikan masuk surga.

Pustaka : abatasadotcom

ISLAM AGAMA PERADABAN ANTI TEROR

Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

Jika orang melihat Islam hanya sebagai agama, kesan yang pertama dibenaknya adalah doktrin, dogma, syariat atau ajaran halal-haram. Dalam persepsi orang sekuler, dogma akan dibarengi dengan fanatisme, fanatisme berarti ekslusifisme yang akan membawa kekerasan dan bahkan terorisme. Untuk orang yang berfikiran seperti ini Islam perlu ditampilkan sebagai agama dan sekaligus peradaban.

Islam sebagai peradaban berarti di dalam ajaran Islam terdapat aspek aqidah atau kepercayaan kepada Tuhan, dan syariah meliputi aspek peribadatan pada Tuhan dan tata tertib kehidupan sosial yang diatur oleh hukum. Jadi aqidah dan syariah itu mengandung konsep hubungan antar sesama manusia, sebagai implikasi dari hubungan dengan Tuhan. Semakin baik hubungan seseorang dengan Tuhan semakin baik pula hubungannya dengan manusia.

Jadi Islam bukan agama yang melulu berisi dogma-dogma dan ritual peribadatan, tapi agama yang menyentuh seluruh aspek kehidupan manusia. Maka dari itu ketika Islam diamalkan dalam kehidupan kemasyarakatan ia akan membentuk sistim-sistim kehidupan, seperti ekonomi, politik, kebudayaan, sosial dan sebagainya. Itulah din al-Islam yang menjadi tamaddun

Tamaddun atau peradaban Islam tentu lahir di tengah kebudayaan lain. Ketika berinteraksi dengan umat, komunitas atau peradaban lain banyak hal yang mungkin terjadi. Pertama, umat Islam yang datang pada peradaban lain akan menawarkan ajaran agama Islam. Ketika tawaran diterima ada aspek kebudayaan itu yang akan tergeser oleh ajaran Islam. Kedua, dengan masuknya Islam ke sebuah kebudayaan atau bangsa lain tentu selain menerima Islam mereka akan mempertahankan tradisi, kultur ataupun kebiasaan mereka masing-masing yang tidak bertentangan dengan Islam. Ketiga, ketika memasuki kebudayaan atau bangsa lain umat Islam akan memanfaatkan apa-apa yang telah mereka capai, oleh sebab itu proses-proses adapsi, asimilasi dan integrasi hal-hal yang berasal dari peradaban lain tidak dapat dihindarkan.

Ketiga kemungkinan di atas dapat dikatakan sebagai proses dan hasil perkembangan peradaban Islam. Prosesnya oleh al-Attas disebut Islamisasi dan hasilnya adalah peradaban Islam. Islamisasi adalah pembebasan masyarakat dari tradisi kultural bersifat magis, mitologis, animistis and etnis yang tidak sesuai dengan Islam. Dan juga pembebasan pikiran dan bahasa manusia dari kontrol paham sekuler, yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Jadi Islamisasi adalah mengembalikan manusia kepada fitrah atau naluri aslinya.

Hasil dari proses itu adalah apa yang dapat disebut sebagai peradaban Islam. Peradaban Islam adalah "Peradaban yang muncul dari berbagai kultur umat Islam di dunia, sebagai hasil dari penyerapan mereka terhadap din Islam dan dari sesuatu yang mereka lahirkan dari hasil penyerapan itu. (SMN.Al-Attas, Historical Fact and Fiction, UTM-CASIS, Kuala Lumpur, 2011, xv). Sudah tentu disini tidak berlaku inkulturasi atau akulturalisasi dimana Islam menyesuaikan dengan kultur manapun meskipun itu bertentangan dengan ajaran Islam.

       Proses Islamisasi pandangan hidup yang telah terjadi dalam sejarah peradaban Islam diilustrasikan dengan baik oleh al-Attas melalui teorinya tentang Islamisasi pandangan hidup bangsa Melayu. Dalam hal ini al-Attas membagi proses itu menjadi tiga periode. Periode pertama dimulai sejak abad ke 13 dimana Islam masuk ke dunia Melayu melalui penerapan syariah. Maka dari itu Fiqih dan pengamalan Islam secara praktis disaat itu sangat dominan. Konsep Tuhan dalam Islam belum banyak ditekankan sehingga masih kabur, difahami secara samar-samar dan bahkan bertumpang tindih dengan pandagan hidup kuno Hindu-Buddha. Periode kedua, dimulai sejak abad ke 15 hingga akhir abad ke 18. Pada periode  ini tasawwuf dan kalam cukup dominan, sehingga konsep fundamental tentang Keesaan Tuhan dijelaskan. Disini pandangan hidup Islam jelas mempengaruhi pandangan hidup bangsa Melayu dengan masuknya istilah dan konsep-konsep Arab kedalam istilah-istilah bahasa Melayu. Periode ketiga proses Islamisasi adalah kelanjutan dari fase kedua.  Sebagai hasil dari proses Islamisasi tersebut al-Attas menyimpulkan:

Melalui tasawwuflah masuknya semangat intelektual dan rasional yang tinggi ke dalam pikiran masyarakat waktu itu, ia membangkitkan semangat intelektualisme dan rasionalisme yang tidak wujud pada era pra-Islam… yang merevolusi pandangan hidup bangsa Melayu-Indonesia, mengubahnya dari suatu dunia mitologi yang rapuh.. kepada dunia intelektualisme,   dunia akal dan dunia yang teratur; ….dan akhirnya semangat itu mempersiapkan bangsa Melayu-Indonesia, dalam beberapa hal, untuk dunia modern yang akan datang. (Al-Attas, The Mysticism of Hamzah Fansuri. Kuala Lumpur: University of Malaya Press, 1970, hal. 191-192).

Bagaimana konsep dari masa pra-Islam itu berubah oleh karena konsep-konsep dalam pandangan hidup Islam, dicontohkan dengan jelas oleh al-Attas dalam  kata "ada" dan "wujud". Kata-kata "ada" (yang berarti menjadi, meng-ada atau sesuatu yang ada) pada masa Pra-Islam telah dipakai dengan prefix ber atau digunakan secara sinonim dengan kata-kata isi. Ia menunjuk suatu kategori wujud atau Being yang terbatas yang sebenarnya bersifat material, kebendaan atau fisik yang meruang dan me-waktu. Namun dengan datangnya Islam, khususnya melalui tasawuf dan kalam,  konsep ada itu berubah secara mendalam dan radikal, yang merefleksikan suatu pandangan hidup metafisika Islam yang baru yang dikaitkan dengan konsep al-mawjud, yaitu yang mengejawantah secara zahir tapi juga yang tersembunyi secara batin.( Al-Attas, The Mysticism, hal. 163–169). Demikian pula kata-kata bahasa Arab wujud, yang menunjukkan makna suatu konsep yang  abstrak yang sekaligus juga suatu realitas Being  atau sesuatu yang ada (being), tidak pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu karena tidak adanya kata-kata yang sesuai.

Selain kedua istilah di atas masih terdapat beberapa istilah dan konsep-konsep kunci yang berasal dari bahasa Arab yang kemudian terserap dalam bahasa Melayu dari sejak abad ke 15 hingga sekarang. Konsep-konsep itu diantaranya adalah roh (ruh), akal ('aql), kalbu (qalb), nafsu (nafs), faham (fahm), jasad (jasad), jisim (jism), jasmani (jusmani), jauhar (jawhar), juz (juz'), kuliah (kulliyah), ilham (ilham), sedar (dari bahasa Arab sadr = dada), fikir (fikr), zikir (dhikr), ilmu ('ilm), yakin (yaqin), shak (shakk), zann (zann), jahil (jahl), alam (alam), pengalaman (dari bahasa Arab: 'alam), sebab (sabab), musabab (musabbab), akibat (aqibah), hikmah (hikmah), adab (adab), martabat (maratib), derajat (darajat), maudu' (maudu'), adil (adl), zalim (zulm), ma'rifat (ma'rifah), ta'rif (ta'rif), hakekat (haqiqah), kertas (qirtas), sharah (sharh), bahas (bahth), hukum, hakim, mahkamah  (dari Arab: hukm), murid (murid), tarekh (tarikh), zaman (zaman), awal (awwal), akhir (akhir), sejarah (shajarah), abad ('abad), waktu (waqt), saat (sa'ah), kursi (kursiy), dan banyak lagi lainnya. Penggunaan istilah dan konsep-konsep kunci tersebut telah mengindikasikan adanya perubahan cara pandang bangsa Melayu terhadap banyak hal dalam kehidupan mereka. Karena cara pandang bangsa atau masyarakat (Melayu) didominasi oleh konsep atau cara pandang asing (Islam) maka identitas bangsa dan masyarakat itu akan hilang digantikan oleh konsep dan cara pandang asing (Islam) yang lebih dominan. Demikian pulalah yang terjadi jika konsep dan cara pandang yang dominan adalah Barat.

Penggunaan istilah dan konsep-konsep kunci tersebut telah mengindikasikan adanya perubahan cara pandang bangsa Melayu dan digantikan oleh cara pandang Islam. Teorinya dapat dirumuskan begini jika suatu bangsa atau masyarakat didominasi oleh konsep atau cara pandang asing maka identitas bangsa dan masyarakat itu akan hilang digantikan atau didominasi oleh konsep dan cara pandang asing.

Pembahasan singkat tentang Islamisasi di atas sekedar menunjukkan suatu proses yang tak terlihat dalam tulisan sejarah Melayu, khususnya jika kajiannya terpusat pada aspek politik. Dengan kata lain proses Islamisasi melalui jalur politik dan kekuasaan sejatinya didahului oleh atau disertai dengan Islamisasi pandangan hidup dan konsep-konsep, dan pada tingkat tinggi Islamisasi sistim-sistim.

Dalam edisi ini kajian difokuskan pada kronologi masuknya Islam melalui para saudagar. Sebab Islam datang ke Nusantara tidak dengan sebuah serbuan bala tentara perkasa dengan pedang terhunus. Islam datang melalui perdagangan alias dibawa oleh para saudagar. Sebab Nusantara memang kawasan lalu lintas perdagangan dunia. Para pedagang, pelaut, atau musafir dari berbagai belahan dunia seperti China, Arab, India, Asia Tenggara, Persia, sudah biasa berlalu lalang dikawasan ini. Namun, dari para saudagar itu Islam dibawa masuk ke dalam jantung kekuasaan raja-raja sehingga proses politik menjadi konsekuensi yang tak terelakkan.

Sorotan kajiannya diarahkan pada proses awal masuknya Islam ke Nusantara secara umum, kemudian dilanjutkan dengan kajian tentang pembebasan kawasan Sunda, Jawa dan Sulawesi.  Kajian yang belum dilakukan adalah masuknya Islam kedalam kawasan Sumatera dan kawasan lain di Indonesia.

Kajian tentang kapan Islam pertama kali masuk ke Nusantara merupakan wacana yang menarik para sejarawan Melayu. Pendapat yang lebih dapat dipercaya adalah bahwa Islam telah masuk ke Nusantara seawal abad ke-7 Masehi, yakni zaman Khulafa' Rasyidin. Faktanya dari Cina bahwa zaman Dinasti T'ang (618-907 M) yang menyebut orang-orang Ta-Shih (yakni Arab) mengurungkan niat mereka menyerang kerajaan Ho Ling yang diperintah Ratu Sima (674 M). Fakta lain merujuk kepada angka tahun yang terdapat pada batu nisan seorang ulama bernama Syaikh Ruknuddin di Baros, Tapanuli, Sumatera Utara, dimana tertulis tahun 48 Hijriah yakni 670 Masehi. Informasi lain menunjukkan bahwa Islam telah masuk ke Nusantara melalui Champa (Kamboja dan Vietnam sekarang) sejak zaman Khalifah 'Utsman, yakni sekitar tahun 30 Hijriyah atau 651 Masehi.

Selain sejarah masuknya Islam ke Nusantara asal muasal Islam yang datang ke Nusantara juga menjadi kajian penting di sini. Ada sedikitnya enam kemungkinan dari mana Islam datang. Ada yang mengatakan dari Gujarat, ada pula yang meyakini dari Benggala, jazirah Arab, Persia dan terakhir dari Cina. Dan yang tidak kalah penting adalah siapa yang membawanya apakah para saudagar, para ulama yang berdagang atau siapa. Sebab dengan itu akan diketahui corak Islam yang seperti apa yang pertama kali masuk ke negeri ini. Di tengah kontroversi itu al-Attas membuktikan bahwa Islam dibawa oleh Syaikh Isma'il yang atas perintah Gubernur (Syarif) Mekkah pada sekitar abad ke-9 Masehi. Lebih lanjut tentang kajian bagaimana model da'wah di Nusantara dan apa kekuatan Islam sehingga dapat masuk ke dalam kehidupan bangsa Melayu di Nusantara lihat Dr Syamsuddin Arif, Islam di Nusantara: Historiografi dan Metodologi.

Khusus untuk kawasan Sunda, Islam masuk melalui para pedagang yang diperkirakan pada abad ke-7 M hingga abad ke-11 M. Pada masa itulah kemungkinan bertemunya masyarakat Nusantara dengan para pedagang Muslim dari negara-negara Islam. Tempat-empat persinggahan para pedagang di Tatar Sunda meliputi Banten, Jakarta dan Cirebon. Di Cirebon dipelopori oleh Sunan Gunung Jati, namun lebih awal dari itu pemeluk Islam pertama adalah Bratalegawa. Bratalegawa adalah putra kedua Prabu Guru Pangandiparamarta Jayadewabrata atau Sang Bunisora, penguasa Kerajaan Galuh yang mendapat julukan Haji Baharudin atau disebut juga sebagai Haji Purwa. Bukti lain masuknya Islam ke kawasan Sunda adalah munculnya komunitas Muslim di kawasan pesisir utara Jawa Barat seperti Cirebon, Karawang, dan sekitarnya. Pertanda adanya komunitas Muslim pada abad 11 M bisa dilihat dari dikenalnya nama orang yang disegani dan ditokohkan masyarakat. Nama-nama seperti Syeikh Qura, Kean Santang dan lain lain sudah merupakan pertanda masuknya Islam ke kawasan ini hingga abad ke 13.

Komunitas tersebut kemudian perlahan-lahan berkembang menjadi kekuasaan. Di kawasan Sunda (Tatar Sunda) abad-abad 13 hingga 16 merupakan abad berubahnya komunitas Muslim menjadi kekuatan politik. Di zaman itulah orang mengenal kerajaan Cirebon dan Banten, sementara pada zaman yang sama kekuatan kerajaan Sunda perlahan-lahan telah menunjukkan kemundurannya. Fakta lain yang dapat membuktikan masuknya Islam ke tanah Sunda adalah masuknya prinsip-prinsip Islam kedalam pandangan hidup orang Sunda. Berkembang jargon di tengah masyarakat Sunda Sunda teh Islam, Islam teh Sunda adalah bukti mendarah mendagingnya agama Islam dalam kehidupan mereka. Kondisi masyarakat Sunda seperti ini dalam teori al-Attas telah mengalami proses Islamisasi tahap pertama menuju tahap kedua, yaitu tahap perkenalan syariah. Di sini haji dianggap pelaksanaan syariah yang tertinggi dan kerena itu yang telah menunaikan ibadah haji mendapat penghormatan yang tinggi. (Baca : Tiar Anwar Bachtiar, Islamisasi Tatar Sunda, Perspektif Sejarah Dan Kebudayaan).

Sementara di Jawa Islam masuk kira-kira pada abad ke 8 H (1478M), melalui elit politik. Kronologinya mirip dengan penyebaran Islam di kawasan Kristen di sekitar jazirah Arab, yaitu ketika kekuasaan politik lokal melemahnya. Sebab memang pada abad ini kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha mengalami konflik internal yang berkepanjangan dan akhirnya melemah. Pada tahun 1404-1406 Masehi terjadi Perang Paregreg, yaitu perang antara Majapahit istana barat yang dipimpin Wikramawardhana melawan istana timur yang dipimpin Bhre Wirabhumi.

Adalah Sultan Agung yang mempelopori Islamisasi penduduk Jawa dengan pendidikan. Islam disebarkan melalui berbagai sarana di kampung-kampung, dari pendidikan membaca al-Qur'an, tatacara ibadah dan pengajaran sederhana tentang rukun Islam dan rukun iman. Karena pemrakarsanya adalah istana maka guru agama diberi gelar Kyahi Anom atau Kyahi Sepuh.  Di tingkat kadipaten pendidikan Islam lebih tinggi lagi dengan mengkaji kitab-kitab karangan para ulama seperti Fiqih, Tafsir, Hadits, Ilmu Kalam, Tasawuf, Nahwu, Sharaf dan Falaq. Dengan melalui pendidikan di tingkat kampung hingga tingkat kadipaten Islam tersebar secara luas dan difahami secara massal serta dipraktekkan dalam kehidupan masyarakat umum.

(Sumber : Jurnal Islamia, 'Pembebasan Nusantara: Antara Islamisasi dan Kolonialisasi', Vol. VII, No. 2, 2012).

Friday, 29 January 2016

Kisah islam : Kambing Ajaib disembelih hidup lagi

Oleh : Rahmah Nur Faizah


Alkisah di sebuah dusun, ada seorang wanita yang sangat shalih. Wanita itu bernama Alfidhah. Keadaan hidup keluarga wanita itu sangat miskin. Namun, kemiskinannya tidak menjadi halangan baginya untuk mensyukuri nikmat Allah. Pada suatu hari, dia berkata kepada suaminya bahwa makanan simpanan miliknya habis. Tidak ada sesuatu pun di rumah yang dapat dimakan, Satu-satunya harta miliknya hanyalah seekor kambing betina.

"Bagaimana kalau kambing itu kita sembelih saja, Istriku?" tanya suaminya.

"Duhai Suamiku, hanya tinggal itulah harta kita satu-satunya. Kambing itu bisa mengeluarkan susu yang dapat kita minum. Selain itu, dia aku harapkan bisa beranak, sehingga kita bisa mempunyai banyak kambing nantinya."

Mendengar alasan Alfidhah, suaminya menjadi sadar. Memang tinggal kambing betina itulah satu- satunya harapan bagi keluarga kecil itu. Dia bisa memahaminya. Tetapi, tak lama berselang, datanglah ke rumah itu seorang tamu. Dia adalah salah satu sahabat suaminya.

"Apa yang harus kita perbuat untuk menjamu tamu kita itu, Istriku?"

"Suamiku, potonglah kambing kita itu!" tandas Alfidhah.

"Aku tak mungkin melakukannya, Istriku. Bu­kankah baru saja engkau melarangku menyem­belihnya karena tinggal itulah harapan kita satu- satunya?"

"Wahai Suamiku, bukankah Rasulullah telah bersabda bahwa kita harus memuliakan tamu? Po­tonglah, semoga Allah menerima pengorbanan kita!" Setelah mempertimbangkan beberapa saat, akhirnya sang suami pun mantap untuk menjamu tamu mereka dengan kambing miliknya itu. Suami Alfidhah segera mengambil kambing itu lalu disembelihnya di belakang rumah. Sementara suaminya menguliti kambing itu, Alfidhah mempersiapkan diri di dapur untuk memasak. Tetapi, ketika dia mau mengambil kayu di dekat kandang, dia me­lihat seekor kambing yang sama persis dengan miliknya.

"Hai, apakah kambing yang di sembelih suamiku itu terlepas?" kata Alfidhah. Dia pun lari ke belakang dengan sangat buru-buru. Sesampainya di belakang rumah, dia melihat suaminya masih asyik menguliti kambing itu. Lalu, kambing siapakah itu? bisik hatinya.

Setelah merenung beberapa saat, barulah dia teringat dengan sabda Rasulullah Saw. jika kita me­muliakan tamu, sungguh dia akan dimuliakan Allah. Rupanya, Allah telah mengganti kambing miliknya dengan yang lebih baik.

Setelah semuanya siap, dia pun menyajikan makanan itu kepada tamunya. Dan, tamunya pun makan sampai puas.

Waktu telah berlalu. Sejak peristiwa itu, Alfidhah sangat menyayangi kambing itu. Dia sama seperti kambing-kambing lainnya yang sama-sama makan rumput, dan apabila diperah juga mengeluarkan susu. Tetapi, pada suatu hari, wanita shalihah itu sangat terkejut. Sebab, ketika dia mau memerah susu kambing itu, ternyata yang keluar adalah madu. Warnanya bening kekuning-kuningan. Lalu, dia pun mengatakan itu kepada suaminya.

"Suamiku, lihatlah ini!" kata Alfidhah. "Ketika aku memerah susu kambing ini, yang keluar bukan susu, tapi madu!"

"Maha Suci Allah!" suaminya menjawab lirih. Sejak saat itu, kabar tentang kambing yang me­ngeluarkan madu pun tersiar di mana-mana. Banyak orang berbondong-bondong ke rumah Alfidhah. Di antara orang banyak itu adalah seorang syekh negeri itu, namanya Abu ar-Rabi' al-Maliki. Dia pun menanyakan perihal kambing ajaib itu. Dengan senang hati, Alfidhah pun menceritakan apa pun yang dialaminya.

'Apakah kambing yang engkau maksud adalah kambing yang susunya baru saja aku minum tadi!" "Benar, Syekh!"

Ulama itu pun mengangguk-angguk. Begitulah Allah akan memuliakan orang yang memuliakan tamunya.

Subhanallah :)

Refrensi : abatasadotcom

Kisah Nabi Daud As dan seekor ulat


Oleh ; Rahmah Nur Faizah :)

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud A.S sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.
Lalu Nabi Daud A.S. berkata pada dirinya, "Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"

Setelah Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berbicara. Lalu ulat merah itu pun mula berbicara kepada Nabi Daud A.S. "Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca 'Subhanallahu ivalhamdulillahi wala ilaha illallahu mllahu akbar' setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca 'Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim' setiap malam sebanyak 1000 kali.

Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud A.S, "Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?"
Karena pertanyaan Nabi Daud tersebut terkesan meremehkan kata-kata ulat tadi.

 Nabi Daud segera tersadar bahwa telah memandang sebelah mata kepada ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T.. Maka Nabi Daud A.S. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.WT.

Begitulah sikap para Nabi A.S. apabila mereka menyadari kekhilafan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.WT. Kisah- kisah yang berlaku pada zaman para Nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa saja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.

semoga kita menjadi hambaNya yg rendah hati dan penyayang kepada alam sekitar :)


Dikutip dari 115 Kisah Teladan Penuh Hikmah [ ALLAH TIDAK PERNAH TIDUR ]
Penerbit : Karta Media
Wendy Setyawan, S.IP
Referensi ; abatasadotcom

Saturday, 23 January 2016

Download E-book Islam - Muhamad Sebagai Pedagang



Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillahirobil 'alamin, sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan nabi Agung Muhammad Saw. dan semua pengikutnya hingga hari pembalasan, amiien.

Buku ini menjelaskan tentang otak kanan, enterpreneurship, dan kekayaan, telah diajarkan (preached) dan diamalkan(practiced) lebih dari 1.400 tahun yang silam oleh Muhammad SAW-seorang pedagang, khalifah, sekaligus nabi utusan Allah SWT. 

Dikupas secara ilmiah, buku ini memerinci bagaimana Muhammad: - Mengutamakan otak kanan - Mengasah kreativitas, intuisi, dan sintesis - Mandiri dan merintis bisnis sejak kecil - Mendapatkan dan mengelola kekayaan - Menjadi khalifah paling berpengaruh Dilengkapi pula dengan CD, sehingga buku ini urgen disimak oleh enterpreneur, profesional, pemasar jaringan, pendidik, dan orang tua. 

Download buku ini secara cuma-cuma tidak untuk komersil dengan mengklik tautan berikut ini, sebelum download mohon doakan penulis sejenak diberi kesehatan,keselamatan serya kelancaran rezeki dan ibadahnya, supaya bisa mengupdate web ini dengan teratur, terimakasih :

Saturday, 16 January 2016

Nasehat islam "islam bukan teroris"

"Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Penebar kasih sayang bagi alam semesta. Bukan agama teroris yg mengajari manusia untuk berbuat kebengisan dan kekejaman meresahkan umat manusia ataupun merusak alam sekitar. Siapapun yang melakukan teror kepada yang tidak berdosa dan meresahkan umat manusia sementara ia mengaku muslim berpakaian ala syariat dan menyerukan jihad dia sebenarnya hanya pendusta agama dan pengikut ajaran sesat atau satanisme yg terselubung."

(Ashabul-muslimin)

Tuesday, 12 January 2016

DOWNLOAD BUKU INDAHNYA SABAR KARYA IBNUL QOYYIM JAUZIYAH




Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillahirobil 'alamin, sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan nabi Agung Muhammad Saw. dan semua pengikutnya hingga hari pembalasan, amiien.

Sabar merupakan anugerah terbesar dan terbaik yang diberikan Allah kepada seorang hamba. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam  bersabda,
وَمَا أُعْطِىَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ)رواه البخاري ومسلم (
“Tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 Buku karya ibnul qoyyim jauziyah ini akan menjelaskan secara terperinci hakikat dan indahnya sabar sesungguhnya. Ternyata sabar ini tidak hanya sebuah kata dengan satu makna saja akan tetapi lebih spesifik ternyata sabar itu rumit dan banyak makna sehingga ibnul qoyyim menjelaskannya secara lebih terperinci dalam buku ini yang mempunyai 412 halaman.

Buku ini mengajarkan Anda untuk memahami sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha. Tetapi, sabar bukan pula perjuangan tanpa hasil. Sabar adalah maksimal dan tawakal total. Sabar adalah perwujudan keyakinan kuat akan janji Allah. Dengan sabar, hati begitu percaya, bahwa Allah akan segera menyambut niat dan keinginan tulus seorang hamba.

Apa jadinya jika hati dipenuhi oleh sergapan ambisi dan pemaksaan kehendak? Tenaga habis dan niat suci pun hangus oleh obsesi dan prasangka buruk kepada Allah. Tiada kondisi yang paling indah, kecuali menyelipkan sabar, baik di kala senang maupun susah, kaya maupun miskin, senggang maupun sempit. Oleh karena itu sabar termasuk salah satu sarana bagi para pendamba Surga-Nya. Simak lebih lengkapnya dalam e-book terbitan perpustakaan ashabul muslimin berikut ini :




UNTUK MENDOWLOAD BUKU "INDAHNYA SABAR" KARYA IBNUL QOYYIM AL-JAUZIYAH KLIK LINK BERIKUT INI :





Saturday, 9 January 2016

Download E-book - Mari Refleksikan Idul Adha Dalam Kehidupan Sehari-hari

 Asslamu'alaikum,

Idul Adha adalah hari raya umat islam yang jatuh pada tanggal 10 dhulhijah. Idul Adha seharusnya tidak saja merupakan moment berkurban menyembelih kambing. Akan tetapi harusnya lebih luas yaitu pemaknaan dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kisah Nabi Ibrahim yang diperintah Allah SWT untuk mengorbankan anaknya adalah sebagai ujian iman beliau dan seberapa besar kecintaan beliau kepada Allah SWT. sehingga dalam syari'at islam diabadikan dalam pelaksanaan Qurban pada saat hari raya idul adha. Itulah sebenarnya makna berkurban itu. Yaitu seberapa besar pengorbanan kita sebagai bukti kecintaan dan kepatuhan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. untuk lebih lengkapnya download e-book dibawah ini.






Download Ebook Jihad Menentang Kebatilan (by Harun Yahya)




Buku karya harun yahya sangat banyak salah satunya e-book berikut ini yang kami kompilasi dalam format chm. sebagaian orang mengatakan bahwa jihad adalah perang. tetapi hal itu tidak salah. karena hal itu adalah makna sempit. sedangkan makna luasnya adalah jihad merupakan usaha keras kita dalam membela kebenaran islam dengan berbagai cara. misalnya dakwah, seminar, pendidikan dan sebagainya adalah termasuk jihad. tetapi jihad yang paling utama adalah perang melawan penindasan dari orang kafir.

Buku ini berisi tentang bantahan-bantahan terhadap para penggemar paham komunisme, darwinisme, dan meterialisme. Singkatnya buku ini membahas tentang batilnya sesembahan kepada yang batil. Yaitu sesembahan kepada selain ALLAH SWT entah itu berupa benda patung, harta benda, atau alam sekitar. 







Download Website Al-islamu.com versi Offline CHM

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Dalam rangka menyebar luaskan dakwah islam. Alhamdulillah, kami tim majelis ashabul muslimin telah mengkompilasi website dakwah islam pondok pesantren al-islamu bekasi alamat http://alislamu.com , semoga bermanfaat bagi pembaca dan kaum muslimin seluruhnya. amiien

Untuk me- download website offline alislamu.com versi chm klik download berikut :



Download E-book Menjadikan Puasa Lebih Bermakna




Asslamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Dibulan ramadhan edisi 1433 H ini marilah kita instropeksi diri kita sebesar apa amalan yang sudah kita lakukan atau berapa dosa yang kita lakukan. Karena puasa romadhon tidak akan bermakna jika kita tidak bisa membenahi diri kita untuk lebih baik daripada bulan-bulan lainnya. Sungguh sia-sia jika kita berpuasa ternyata hanya mendapatkan lapar dan haus dahaga saja. itu dikarenakan kita tidak bisa menahan hawa nafsu secara bathiniyah. Seperti mencaci, mencela, menggunjing, memarahi, memaki dan sebagainya.

Untuk meningkatkan  ingatan kita tentang Ramadhan, tidak ada salahkan kita ingat firman Allah dalam al-Qur'an yang berbunyi:

يأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Artinya: " Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajikan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."(Qs al-Baqoroh: 183)

Rasulullah juga bersabda dalam haditsnya:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر لهما تقدم من ذنبه

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Itulah tujuan diwajibkannya berpuasa. Yakni untuk mengangkat diri kita menjadi pribadi yang takwa. Di bulan ini, diri kita ditempa dengan ketaatan dan kesabaran yang penuh. Baik itu kesabaran mengendalikan syahwat perut, hasrat biologis atau nafsu anggota tubuh lainya dari perbuatan maksiat. Namun, kenyataannya ternyata kedatangan Ramadhan tidak cukup hanya dengan melakukan penyambutan secara riil dalam bentuk "MARHABAN YA RAMADHAN" (selamat datang Ramadhan) tanpa mempersiapkan pemahaman ulang tentang Ramadhan itu. sendiri. Sebab memang bulan ini menyimpan berbagai misteri kebaikan yang tidak ada habis-habisnya dari tahun ke tahun dala hidup kita. Di tengah beratnya beban hidup yang menerpa kehidupan kita, sebagai muslim tidak selayaknya kita larut dalam stres dan rasa apatis menyambut Ramadhan ini. Kita harus membaca kembali buku-buku tentang Ramadhan agar ketaatan yang kita lakukan memberikan pengaruh yang besar bagi perubahan diri kita, keluarga serta lingkungan kita.


Buku karya Dr. Falih Bin Muhammad as-Sughair ini adalah salah satu diantara buku pedoman tentang bagaimana cara kita mengisi bulan penuh berkah ini dengan sesuatu yang bermanfaat.




Download Website dakwah Rumaysho.com versi offline




Semboyan Website www.Rumaysho.com adalah Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat. Pemilik Website ini adalah Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, Lc. Sedangkan nama Rumaysho adalah diambil dari nama putri pertama beliau.  Beliau aktif menulis di beberapa media di antaranya: Buletin Dakwah At Tauhid, www.Pengusahamuslim.com, www.Muslim.or.id, Remaja Islam, dan Majalah Pengusaha Muslim. Silakan lihat profil selengkapnya di sini. Semoga apa yang kami sajikan dalam website sederhana ini bermanfaat bagi pengunjung sekalian. Setiap pengunjung boleh mengcopy dan menyebarkan tulisan dalam website ini dengan tetap menjaga amanat ilmiah.

Untuk mendownload Website Rumaysho.com versi Offline tanpa harus connect internet silahkan klik :




BENDERA ISIS BUKAN BENDERA ISLAM

Satu lagi kesesatan ISIS (negara islam palsu) yang amat gamblang namun kita baru akan tahu kalau melihat gambar-gambar ini:

Bendera ISIS adalah seperti ini :

ISIS 

sedangkan bendera islam tidak ada simbol bulat dibawahnya yang bertuliskan "ALLAH RASUL MUHAMMAD". hah? kebalik bukan atau itu sengaja dibuat intelejen dajal untuk merusak akidah Islam secara halus?

BENDERA ISLAM
 Lihatlah gambar diatas ini sebuah bendera yang bertuliskan "Lailahailallah Muhammadurrasulullah". ini baru yang bernar-benar bendera tauhid. gak kebalik kayak benderanya ISIS. Kalimat tauhid kalau dibolak balik ya SESAT. makanya kita harus selektif dalam segala hal. karena firman Allah SWT :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al Hujurat: 6).

penjelasan ayat : 

Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim berkata, “Allah Ta’ala memerintahkan untuk melakukan kroscek terhadap berita dari orang fasik. Karena boleh jadi berita yang tersebar adalah berita dusta atau keliru.”

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di saat menerangkan ayat di atas, beliau berkata, “Termasuk adab bagi orang yang cerdas yaitu setiap berita yang datang dari orang kafir hendaknya dicek terlebih dahulu, tidak diterima mentah-mentah. Sikap asal-asalan menerima amatlah berbahaya dan dapat menjerumuskan dalam dosa. Jika diterima mentah-mentah, itu sama saja menyamakan dengan berita dari orang yang jujur dan adil. Ini dapat membuat rusaknya jiwa dan harta tanpa jalan yang benar. Gara-gara berita yang asal-asalan diterima akhirnya menjadi penyesalan.

darimanakah mereka mendapat "inspirasi mendesain logo bendera mereka jika dari cincin nabi saw tidak mungkin karena cincin Nabi tidak bertuliskan seperti itu, cincin nabi saw yang asli disimpan dimuseum adalah seperti ini :


Download E-book Gratis Tafsir Al-Quran (Tafsir Jalalain) Terjemahan arab-indo



Tafsir Jalalain merupakan kitab tafsir karya Jalaluddin Muhammad bin Ahmad al-Mahalli (791 H-864 H) dan Abu al- Fadl Abdur Rahman bin Abu Bakar bin Muhammad Jalaluddin as-Suyuti (849-911 H). Ia disebut Jalalain yang berarti dua (ulama tafsir bernama) Jalal. Kitab Tafsir Jalalain ini sangat populer dikalangan ummat Islam di Indonesia sejak berabad-abad yang lalu. Ia banyak dipakai di madrasah-madrasah tingkat ‘Aliyah dan bahkan di kalangan universitas Islam pun kitab tafsir ini dijadikan salah satu dari bahan referensinya dalam cabang tafsir.



DOWNLOAD EBOOK FIKIH NIAT

Nabi bersabda, “ Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.Siapa yang hijrah karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya.Siapa yang hijrahnya karena dunia, ia mendapatkannya, atau karena wanita, ia menikahinya, Hijrah itu sesuai yang dia inginkan.”
            Abu dawud berkata,” hadits – innamal a’maalu binniyat- ini setengah dari Islam, karena agama itu terdiri dari aspek lahir, yaitu amal, dan aspek batin yaitu niat.”. Hadis diatas menunjukkan urgensi niat. Niat merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan seorang muslim, dan menentukan apakah amal kita akan diterima atau tidak. Para ulama menyakini bahwa amal batin lebih utama dari amal lahir, dan niat orang-orang beriman lebih baik dari amalnya.
            Begitu pentingnya niat, tak heran kalau pembahasan niat merupakan bahasan pertama dan utama yang dipaparkan oleh para ulama, terutama dalam kajian fikih, itulah yang mendorong penulis buku ini menyusun buku tentang fikih niat.
            Dalam kitab ini, penulis menegaskan bahwa niat terletak pada posisi ruh dari amal perbuatan. Niat juga diibaratkan sebagai posisi akar dari suatu batang, cabang dan dahan pohon,
Maka, bagaimanakah kondisi suatu jasad jika dicabut ruh? Dan bagaimana juga kondisi suatu pohon jika dicabut akarnya?
            Penulis membagi bukunya menjadi tiga bagian. Pembahasan pertama mengupas batasan objek kajian mengenai fikih niat. Pembahasan kedua menyajikan dalil-dalil yang menunjukkan pentingnya niat dalam ibadah dan perbuatan.Pembahasan ketiga memaparkan keutamaan niat dan keagungannya.
            Mengingat keutamaan niat bagi diterima atau tidaknya amal seorang muslim, buku ini sangat layak dan perlu dibaca oleh setiap muslim.

Download Ebook ini :



DOWNLOAD EBOOK SYARAH ARBA'IN NAWAWI LENGKAP



Nabi berkata: “Aku telah meninggalkan pada kamu dua hal. Kitab Allah dan sunnahku, kamu tidak akan sesat selama berpegang padanya. (Riwayat Tirmidzi)
 

Bagi yang ingin mendownload EBOOK SYARAH ARBA'IN NAWAWI Digital Bahasa Indonesia Gratis silahkan klik:

 Mirror


DOWNLOAD GRATIS E-BOOK KERUSAKAN AKHIR ZAMAN



Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Sufyan berkata, telah menceritakan kepadaku, Zubair Bin 'Adi berkata, kami menemui Anas bin Malik mengadukan perihal al-Hajjaj bin Yusuf.

Anas berkata, "saya mendengar Rasulullah saw bersabda " tidak datang hari atau zaman bagi kalian melainkan setelahnya pasti lebih buruk daripadanya".

[HADIST MUSNAD AHMAD NO – 12373]

Dari  membaca hadits diatas kami terinpirasi untuk membuat kajian tentang berbagai perkembangan umat islam khususnya di indonesia ini dari jaman ke jaman yang justru bukan semakin membaik malah semakin buruk saja. Dari kenakalan remaja yang katanya “anak sekolahan”  namun tidak mencerminkan prilaku anak sekolah sudah tidak bisa dihitung lagi kasusnya,  lalu pejabat-pejabat penghianat yang korupsi bermiliar-miliar justru semakin liar, lalu semakin miskinnya bangsa ini dari ilmu maupun materi, yang kaya semakin tidak peduli dengan yang miskin, yang miskin hanya jadi korban kebuasan penguasa, yang alim semakin tertipu dengan ilmunya, yang bodoh semakin diperbudak kebodohannya dan kerusakan-kerusakan akhir zaman yang tidak bisa saya jelaskan satu persatu karena saking banyaknya.

Untuk lebih lengkapnya download E-booknya klik dibawah :

Download Ebook Islam Kemunculan Dajjal Si Mata Satu

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillah, wa ala sholawatuassalamu ala rasulillah.

Salah satu tanda kiamat  besar adalah peristiwa kemunculan dajjal yang akan menebarkan fitnah dan kerusakan dimuka bumi. Dajjal adalah ahli sihir dan penipu yang membolak balikan salah dan benar. wujud dajjal adalah berambut keriting, perawakan pendek namun berbadan besar, matanya yang kanan buta dan menonjol seperti mau keluar. Tiada sesuatu yang lebih berat melainkan fitnah (bahaya dajjal). Dajjal bisa menurunkan tipu daya seperti mendatangkan hujan dan bencana, dll. Padahal bisa jadi menurut hukum fisika dia menggunakan suatu teknologi yang canggih sekali dan dibantu antek-anteknya dari kalangan jin dan manusia untuk melakukan hal itu.

Buku karya M iqbal al-gazali (maktabah islamhouse.com) ini akan menjelaskan kepada kita hadits-hadits shahih yang menerangkan tentang ciri-ciri dajjal dan tanda kemunculannya.




DOWNLOAD E-BOOK SITUS ALMANHAJ.OR.ID OFFLINE




Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillahirobil'alamin, Allahuma shali ala muhammad wa alihi wa ashbihi ajmain. amma ba'du.

Situs al-manhaj adalah situs yang bagus dan patut dikunjungi oleh setiap kita yang menginginkan ilmu yang shahih dari landasan pemikiran salafus shalih. Karena situs ini memang dibangun dalam manhaj salafus shalih. yaitu generasi para sahabat rasul dan orang-orang salih setelahnya yang selalu berpegang teguh pada sunah Nabi Muhammad SAW.

Untuk yang jarang terkoneksi ke-internet maka anda dapat mendownload situs ini dalam bentuk e-book chm disini :

Download Ebook Mewaspadai Godaan Setan


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillahirobbilalamin, sholawat serta salam semoga terlimpah kepada junjungan nabi Agung Muhammad SAW. Beserta para pengikutnya hingga yaumil akhir.amiin

Saudaraku, setan adalah makhluk Allah SWT yang diciptakan dari api yang sangat panas. Setan mempunyai sifat pembangkang dan suka menggoda manusia untuk menjerumuskannya kedalam kesengsaraan dunia dan akhirat. Untuk itu kita harus waspada terhadap godaannya. dalam buku chm karya Ust. Ahmad hartono ini akan dijelaskan beberapa jenis nama setan dan jobnya.

Untuk Download Ebook ini klik tautan berikut :



DOWNLOAD LINK

  SERVER 2


DOWNLOAD - G 30 S PKI sebuah konspirasi Internasional

Assalamu'aalaikum warohmatullahi wabarokatuh,



Ebook ini merupakan artikel tentang siapakah dalang dibalik tragedi G 30 S PKI yang merupakan sebuah konspirasi alias makar agen-agen freemansory, sebenarnya G 30 S PKI adalah salah satu bentuk penhancuran negri ini lewat sebuah sistem adu domba. (devide et empira) dan politik ini masih berlaku hingga sekarang..terlebih lagi ada kaitannya dengan anggota gelap yahudi freemansory penyembah setan itu.
download ebook ini disini