Showing posts with label Kisah dan Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Kisah dan Hikmah. Show all posts

Wednesday, 19 July 2017

Manfaat Belajar Sejarah Nabi Muhammad SAW



Jika kamu tengok sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw. bersama kaumnya, dan kau renungkan kesabaran beliau atas penderitaan dari kaumnya yang belum pernah dirasakan seorang nabi pun sebelum beliau, berbagai situasi yang beliau hadapi mulai dari perang, damai, kaya, miskin, aman, cemas, tinggal di negerinya dan meninggalkannya untuk menyebarkan agama-Nya, pembunuhan orang-orang terdekatnya di depan matanya, serta gangguan orang-orang kafir terhadapnya dengan bermacam cara: perkataan, perbuatan, sihir, gosip. Meski demikian, beliau sabar dalam menjalankan perintah Allah SWT. Beliau teguh menyeru manusia ke jalan-Nya. Tidak ada nabi yang merasakan penderitaan seperti yang beliau alami. Dan, tidak ada nabi yang diberi karunia Allah SWT seperti yang diberikan kepada beliau.


Allah SWT mengangkat namanya, menyandingkan nama beliau dengan nama-Nya, menjadikan beliau sebagai tuan seluruh manusia, menjadikannya sebagai orang yang paling dekat wasilahnya kepada Tuhan, paling mulia kedudukannya, dan paling didengar (mudah diterima) syafaatnya. Cobaan-cobaan itu justru merupakan bagian dari kemuliaan beliau. Ujian-ujian itu adalah salah satu sebab yang membuat Allah SWT menambah kemuliaan dan keutamaan beliau dan mengantarkan beliau mencapai kedudukan tertinggi.


Demikian pula keadaan ahli waris beliau (para ulama). Setiap mereka punya bagian dari ujian dan cobaan tertentu sesuai dengan derajat keteguhannya dalam mengikuti beliau. Orang yang tidak mendapat bagian ujian dan cobaan seperti beliau, berarti dia adalah orang yang diciptakati untuk dunia dan dunia diciptakan untuknya. Jatah orang-orang seperti ini diberikan kepada mereka di dunia. Dia makan dan bersenang-senang di sana sampai tiba ajalnya yang telah tertulis. Ketika para wali Allah SWT mendapat cobaan, orang-orang ini dalam keadaan tenteram dan makmur. Ketika para wali Allah berada dalam ketakutan, mereka aman. Ketika para wali Allah sedih, dia gembira di tengah keluarganya.


Orang-orang yang mendapat bagian dunia punya nilai yang berbeda dengan para wali Tuhan. Yang dipikirkan adalah apa yang dapat mengokohkan kedudukannya, menyelamatkan hartanya, dan membuat kata-katanya didengar dan dipatuhi orang. Dan, dari sana dia melakukan, mencintai, dan membenci sejalan dengan yang diinginkannya itu. Sedang, mereka (para wali Allah SWT yang mendapat cobaan-cobaan) yang jadi keinginan mereka adalah menegakkan agama Allah SWT, meninggikan kalimat-Nya, memuliakan para pembela agama-Nya, dan memperjuangkan agar hanya Allahlah yang disembah dan hanya Rasul-Nya yang ditaati.


Jadi, ada hikmahnya Allah SWT di balik ujian dan cobaan yang ditimpakan kepada para nabi, rasul, dan hamba-hamba-Nya yang beriman. Hanya saja hikmah itu tidak Misalnya dalam kalimah syahadat, orang yang mengakui keesaan Allah SWT harus juga mengakui kerasulan Muhammad saw.





terjangkau oleh akal manusia. Bukankah orang-orang yang mencapai kedudukan (maqam) tinggi dan cita-cita yang mulia hanya mencapai itu semua melalui jembatan ujian dan cobaan?


"Demikianlah ketinggian itu. Jika kamu ingin mendapatkannya, maka menyeberanglah ke sana melalui jembatan kesusahan."
Akhirnya, segala puji hanya bagi Allah SWT. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, dan para sahabat beliau sampai kiamat. Juga semoga Allah SWT meridhai para sahabat Rasulullah saw. semua.

* * *

Sunday, 18 June 2017

Kisah Mualaf Austria, Baca Novel "Ayat2 Setan" Justru Dapat Hidayah Islam


  Hidayah dari Allah SWT tidak hanya datang dari sebuah sumber dan kitab kitab yang mengajarkan kebaikan bahkan novel kontroversil pun yang kesannya menjelekan islam malah jadi perantara hidayah tersendiri kepada seorang mualaf di negara eropa ini. Simak kisahnya berikut,
 
Kota Wina. Ibukota Austria ini dinobatkan sebagai kota terbaik di dunia, berdasarkan kualitas hidup warganya.Wina memang menarik untuk disinggahi. Selain bangunan cantik di pusat kota, nama composer dunia seperti Franz Schubert, Johan Strauss, serta Wolfgang Amadeus Mozart menjadi daya tarik para pelancong untuk singgah di kota ini.

Tapi tahukah anda, bahwa Wina yang terkenal dengan julukan kota musik, juga kental akan kisah muslim. Ingin mengetahui bagaimana kehidupan muslim modern di Wina, tim Jazirah Islam langsung melangkahkan kaki menuju kawasan Wahlber-Garsse, untuk menemui Carla Amina Baghajati atau Carla Siebrasse, seorang muslimah yang tinggal di kota musik Wina.Di Austria, Carla dikenal sebagai aktivis serta penulis hal-hal yang berkaitan dengan muslim dan juga Islam. Tak heran, wajah Carla sering menghiasi layar kaca di Austria. Seringnya, Carla diminta berbicara mengenai kejadian teror di negara Eropa, yang kerap dikaitkan dengan Islam.

Awal perkenalan Carla dengan Islam, bermula ketika ia masih sangat belia. Kala itu, di usia 5 tahun, Carla menyukai sebuah lagu pengiring dari kisah 1001 malam, yang baitnya mengagungkan kebesaran Allah Subhanahu Wa ta'ala .Ketika memasuki bangku sekolah, dan akhirnya menempuh jenjang kuliah, jalan Carla semakin terbuka menuju Islam. Bahkan melalui sebuah kisah yang tak masuk akal."Pada awalnya saya datang ke perpustakaan bermaksud untuk membeli buku karangan Salman Rushdie. Tapi kemudian sesuatu yang aneh terjadi. Di dalam perpustakaan saya justru menemukan sebuah Alquran terjemahan berbahasa Jerman. Dan saya pikir akan jauh lebih menarik untuk mengetahui pola pikir muslim dan mengapa seluruh dunia seakan bertarung membela Alquran," kenang Carla.

Buku karya Salman Rushdie, "The Satanic Verses" atau "Ayat-ayat Setan" memang menggemparkan muslim di seluruh dunia. Buku yang terbit pada tahun 1988 ini, membawa kisah yang dianggap melecehkan Islam.Namun bagi Carla, buku inilah yang menjadi pemicu. Ia akhirnya mengucapkan kalimatul syahadah 27 tahun lalu.Nama Islam memang telah lama dikenal warga Austria. Tepatnya sejak tahun 1525, ketika kesultanan Ottoman Turki berperang melawan kerajaan Austria.Tak hanya sejarah, kini pengaruh muslim pendatang dari negara Balkan dan benua Afrika, juga membawa ledakan angka pemeluk Islam di Austria dari tahun ke tahun. Tercatat, ada sekitar 350 ribu muslim dari 8 juta penduduk Austria. Angka ini juga terus bertambah dengan kehadiran mualaf.

Larut dalam pembicaraan, Carla mengajak saya singgah ke rumahnya. Carla tinggal di apartemen bersama sang suami dan juga anak bungsunya, Sumaya.17 Tahun lalu Carla menikah dengan Tarafa Baghajati, seorang pria kelahiran Suriah yang juga rutin berdakwah melalui media sosial. Kini keduanya aktif di komunitas muslim Austria.Selain aktif di berbagai kegiatan muslim, Carla juga berperan besar sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya. Salah satunya adalah keputusan Carla, untuk tidak memaksakan sesuatu hal kepada anaknya, termasuk keputusan untuk mengenakan hijab.

"Saya pikir yang terpenting, anak-anak saya memiliki keseimbangan spiritual, agar mereka mampu mencari sisi potensial yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka," tuturnya.Bagi Carla, keputusan seseorang tidak bisa dipaksakan. Carla ingin anak-anaknya mengenali sendiri apa sebenarnya Islam, dan apa makna ketika seseorang menjadi muslim.Kami melanjutkan perkenalan hari ini. Carla mengajak untuk mengunjungi tempat di mana ia bekerja setiap hari. Di sinilah Carla bekerja untuk mencari solusi tentang isu-isu terkini, terkait muslim di Austria.Saat ini yang menjadi topik terhangat adalah, keputusan pemerintah Austria untuk memberlakukan larangan penggunaan niqab atau hijab yang menutupi wajah, di area publik. Peraturan ini berlaku sejak Januari 2017.

Hingga saat ini, Carla bersama rekan-rekannya di komunitas muslim Austria, terus memperjuangkan hak muslimah Austria untuk mengenakan niqab."Hijab bagi banyak orang di sini masih menjadi simbol untuk membuat seseorang berbeda. Tentu saja menjadi terpisah dengan komunitas yang ada di sekitar. Kami mencoba menjelaskan bahwa kami adalah bagian dari komunitas, termasuk untuk ambil bagian untuk membangun negara. Di berbagai sektor, pekerjaan para muslimah ini bergabung untuk memperkuat sektor ekonomi negara," jelasnya.Di beberapa negara, hijab masih menjadi hal yang tabu. Hijab dianggap sebagai wujud pengekangan kebebasan wanita. Faktanya, dibalik perintah untuk berhijab terkandung makna dan kebaikan. salah satunya, adalah memuliakan kaum wanita.

Seperti tertulis dalam surat Quran Surat An-Nur ayat 31.

Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasan atau auratnya, kecuali yang terlihat.Hendaklah mereka menutup kain ke dadanya. Dan janganlah menampakkan auratnya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, atau putra-putra mereka.

Semoga bermanfaat


Wallahu'alam

Sumber Detik.com

Friday, 5 May 2017

Kisah Mualaf : Penyanyi yang memeluk Islam Karena Suara Azan Maghrib

Hidayah adalah sebuah petunjuk dari Allah kepada seorang hamba dengan proses yang bertahap. Mualaf adalah orang yang baru masuk islam, kali ini kita mendapat kisah dari seorang artis penyanyi indonesia yang memutuskan dijalan yang benar karena hidayahNya berawal dari mendengar suara azan. sebagaimana diberitakan dari tribunnews,  aktor pendatang baru asal Sorong, Irian Jaya ini.Merasa hatinya terketuk karena sering mendengarkan Adzan, pria kelahiran 11 April 1995 silam ini memutuskan untuk berpindah keyakinan.Ia adalah Esal Revano.Esal mengawali kariernya sebagai Penyanyi dan baru mengeluarkan Single berjudul Kau Bukan Dirimu Lagi karya Amin Ivo.Keputusan dirinya untuk memuluk islam itu tidaklah datang secara tiba-tiba.Dilansir dari berbagai sumber, Esal kemudian menceritakan perjalanan spiritualnya.

"Kadang waktu Maghrib datang, kan dengar azan jadi senang, adem, teduh hatinya. Apalagi kalau lihat orang lalu-lalang. ke masjid, saya pengin ikut. Tapi karena saya bukan muslim, saya enggak bisa ikut salat," ujar Esal Revano ditemui awakmedia usai membacakan dua kalimat syahadat pada Kamis (20/4/2017) di Masjid Sunda Kelapa.Tak hanya merasakan teduh, Esal juga merasa terpanggil untuk beribadah saat mendengar adzan."Kalau dengar azan, rasanya tuh senang banget dan aku ingin ada dalam suasana itu. Akhirnya aku putuskan untuk menjadi seorang muslim," tuturnya lebih lanjut.Esal rupanya memiliki niatan untuk berpindah keyakinan sejak lama.Ia juga mendapat banyak dukungan dari teman-temannya.

"Banyak sih yang bilang aku masuk Islam saja. Teman-teman juga banyak yang ngajak, tapi rasanya kok belum terpanggil.Aku takut pindahnya keyakinan aku ini bukan dari hati tapi karena paksaan orang atau teman. Tapi kali ini benar-benaraku terpanggil," tambah cowok yang dikabarkan sempat dekat dengan Tiara Dewi ini.Resmi menjadi mualaf, Esal pun mengunggah video dirinya saat mengucapakan kalimat syahadat.Postingan Esal itupun banjir dukungan dan doa dari saudara muslim."Alhamdulillah.. Keep istoqomah dijalan Allah SWT, jangan lelah belajar agama dan memgamalkan ilmunya, jemput terus hidayah-Nya, krn satu2nya agama yg di ridhoi adalah ISLAM, Allahu Akbar..!! Barakallahu fiik @esalrevano,"

"masyaAllah.... semoga di berikan keistiqomahan dalam agama yang paling benar paling logis dan satu satunya yang diridhoi oleh Allah yang mha esa...""Alhamdulillah..barakallahufik..smoga istiqomah dan menjalani hidup berdasarkan alquran dan sunnah.."

semoga menjadi inspirasi dan hikmah bagi kita amin

sumber koran tribunnews

Tuesday, 21 March 2017

Belajar Dari Kecerdasan Burung Hud Hud

Oleh : Dra. Hj. Siti Faizah

Editor : M. Alie Marzen

Siapa yang tak kenal burung hud hud yang merupakan burung yang jadi telik sandi atau mata mata Nabi Sulaiman As. Nabi Sulaiman AS adalah serorang raja sekaligus utusan Allat Ta’ala yang diberikan kemampuan untuk memahami bahasa burung dan menaklukannya untuk memperkuat bala tentara dan kekuatan dakwahnya. Kisah burung ini unik dan heroik, patut menjadi ibroh bagi manusia sepanjang zaman. Cerita tersebut diabadikan-Nya dalam Alquran, Surah An-Naml ayat 22 sampai 23.

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat Hudhud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku akan benar-benar mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika dia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang terang.”Maka tidak lama kemudian (datanglah Hudhud), lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Sab, suatu berita yang penting dan diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar.”

Nama Hudhud berasal dari bahasa arab. Orang arab telah mengenalnya dan menamai burung tersebut sejak zaman dahulu kala. Di Indonesia dikenal dengan nama hupo tunggal, dapat dijumpai di hutan-hutan Kalimantan dan Sumatra. Burung ini, memiliki jambul panjang di kepalanya, warna kepala hingga punggung cokelat muda, sedangkan sayap dan ekor putih bergaris hitam. Termasuk burung yang cukup langka di Indonesia. Persebaran burung ini meliputi Afrika, Asia, dan Eropa.Sebagaimana Allah Ta’ala menciptakan setiap makhluk dengan perbedaan bentuk, tabiat, potensi, tugas, tujuan dan lainnya. Burung yang dalam bahasa inggris disebut hoopoe ini, merupakan burung diurnal, yakni aktif di siang hari, mencari makan serangga-serangga kecil, seperti ulat, belalang, dan kumbang. Hal ini memperlihatkan sosok burung yang suka berkelana, aktif, dan dinamis.

Dinamai hupo karena suaranya yang terdengar tidak indah, seperti huuf huuf huuf. Biasa bersarang di lubang–lubang pohon, bekas sarang hewan lain. Sungguh memperlihatkan sisi fleksibelitas hidup. Terkandung pula makna tanggung jawab yang besar, saat hupo dewasa akan menjaga dan memberikan makan anaknya hingga cukup dewasa dan bias mencari makan sendiri.

Sayyid quthb menyebutkan bahwa Hud Hud yang menakjubkan ini bukan sembarang burung yang bertebaran dimana-mana. Namun, salah satu kepala pasukan jenis burung di zaman Nabi Sulaiman ini khusus, sebagai bentuk mukjizat luar biasa. Karena memiliki nalar, kecerdasan, iman, dan piawaiam dalam menyampaikan berita, memiliki kesadaran watak posisinya dan membuat isyarat yang cerdas.Tampak sense of belonging yang baik terhadap misi dakwah yang di embannya, dibalik kemampuan yang Allah Ta’ala anugerahkan, berupa kemampuan terbang sangat jauh dari Palestina menuju Yaman kemudia kembali ke negeri asalnya. Ilmuan yang pernah meneliti menyebut bahwa mereka mampu terbang sampai melewati puluhan negara sekalipun. Terlihat memiliki loyalitas tinggi dan disiplin, semangat memberi dan berkorban.

Dengan kemampuannya, Hudhud menyadari tanggung jawab akan tugas dan misi yang di embannya dengan baik, yakni memberi dukungan dan loyalitas terhadap Allah Ta’ala dengan membantu tugas dakwah Nabi Sulaiman dijalan-Nya, "Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah…" (Qs an-Naml: 26)

Menyadari posisi dan peluang dakwah yang bisa dilakukan sebagai salah satu tentara dan tugas sebagai makhluk Allah Ta’ala, Hudhud memperlihatkan kreativitas dakwah dan mampu berinisatif, tatkala melihat ratu Bilqis dan rakyatnya menyembah matahari, bukan mengabdi kepada Allah Ta’ala semata. Pengorbanan seekor burung yang absen tatkala apel siaga di pagi itu, menjadi bukti sejarah ketatan makhluk terhadap Sang Pencipta dan Nabi-Nya. Menjadi prestasi dibalik lelah dan letihnya dan mengukir prestasi dihadapan-Nya. Hupo juga memiliki metode perlindungan diri yang unik, melumuri bulu tubuhnya dengan cairan berbau busuk yang dikeluarkan dari sekitar klokoar (dubur) kearah mata untuk mengusir pemangsa atau hewan pengganggu. Di antara keberkahan hidup mereka tatkala mau terlibat dalam dakwah, termasuk spesies burung yang jarang ditangkap manusia, baik untuk dimakan maupun sebagai hewan peliharaan. Sungguh keberkahan bagi orang-orang yang berimaman tatkala ia sadar akan tuga dakwah dan mau belajar meski kepada seekor burung Hudhud.

Katakanlah kebenaran datangnya dari Allah entah itu darimana asalnya dari alam sekitar, binatang maupun  perkataan manusia. sebagaimana FirmanNya

Dan katakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”.  ...... (Al kahfi ayat 29)

Referensi Republika.co.id




Thursday, 5 January 2017

Kisah Islami : Kisah Sedih Seorang Gadis Rapuh


Memang hidup kadang tak seperti yang kita harapkan dan kita impikan, segala ujian dan cobaan semoga menjadikan kita hamba yang bertakwa bukan malah sebaliknya kufur kepada Allah, sebagaimana kisah ini semoga jadi inspirasi buat kita,

Ini cerita seorang gadis cantik dan sholihah namun ia mengidap penyakit yang sukar sembuh, sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita kisah seorang gadis yang bernama Muha. Kisah ini diriwayatkan oleh zaman, diiringi dengan tangisan burung dan ratapan ranting pepohonan. Muha adalah seorang gadis remaja yang cantik. Sebagaimana yang telah kami katakan, sejak kecil ia sudah mengidap penyakit yang kronis. Sejak usia kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda dan bersiul seperti burung sebagaimana anak-anak yang seusianya. Bukankah ia juga berhak merasakannya? Sejak penyakit itu menyerangnya, ia tidak dapat menjalankan kehidupan dengan normal seperti orang lain, walaupun ia tetap berada dalam pengawasan dokter dan bergantung dengan obat.Muha tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya. Ia menjadi seorang remaja yang cantik dan mempunyai akhlak mulia serta taat beragama. Meski dalam kondisi sakit namun ia tetap berusaha untuk mendapatkan ilmu dan pelajaran dari mata air ilmu yang tak pernah habis. Walau terkadang bahkan sering penyakit kronisnya kambuh yang memaksanya berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.

Selang beberapa waktu atas kehendak Allah seorang pemuda tampan datang meminang, walaupun ia sudah mendengar mengenai penyakitnya yang kronis itu. Namun semua itu sedikit pun tidak mengurangi kecantikan, agama dan akhlaknya...kecuali kesehatan, meskipun kesehatan adalah satu hal yang sangat penting. Tetapi mengapa? Bukankah ia juga berhak untuk menikah dan melahirkan anak-anak yang akan mengisi dan menyemarakkan kehidupannya sebagaimana layaknya wanita lain? Demikianlah hari berganti hari bulan berganti bulan si pemuda memberikan bantuan materi agar si gadis meneruskan pengobatannya di salah satu rumah sakit terbaik di dunia. Terlebih lagi dorongan moril yang selalu ia berikan. Hari berganti dengan cepat, tibalah saatnya persiapan pesta pernikahan dan untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, calonnya pergi untuk menanyakan pengerjaan gaun pengantin yang masih berada di tempat si penjahit. Gaun tersebut masih tergantung di depan toko penjahit. Gaun tersebut mengandung makna kecantikan dan kelembutan. Tiada seorang pun yang tahu bagaimana perasaan Muha bila melihat gaun tersebut.

Pastilah hatinya berkepak bagaikan burung yang mengepakkan sayap putihnya mendekap langit dan memeluk ufuk nan luas. Ia pasti sangat bahagia bukan karena gaun itu, tetapi karena beberapa hari lagi ia akan memasuki hari yang terindah di dalam kehidupannya. Ia akan merasa ada ketenangan jiwa, kehidupan mulai tertawa untuknya dan ia melihat adanya kecerahan dalam kehidupan. Bila gaun yang indah itu dipakai Muha, pasti akan membuat penampilannya laksana putri salju yang cantik jelita. Kecantikannya yang alami menjadikan diri semakin elok, anggun dan menawan. Walau gaun tersebut terlihat indah, namun masih di perlukan sedikit perbaikan. Oleh karena itu gaun itu masih ditinggal di tempat si penjahit. Sang calon berniat akan mengambilnya besok. Si penjahit meminta keringanan dan berjanji akan menyelesaikannya tiga hari lagi. Tiga hari berlalu begitu cepat dan tibalah saatnya hari pernikahan, hari yang di nanti-nanti. Hari itu Muha bangun lebih cepat dan sebenarnya malam itu ia tidak tidur. Kegembiraan membuat matanya tak terpejam. Yaitu saat malam pengantin bersama seorang pemuda yang terbaik akhlaknya.

Si pemuda menelepon calon pengantinnya, Muha memberitahukan bahwa setengah jam lagi ia akan pergi ke tempat penjahit untuk mengambil gaun tersebut agar ia dapat mencobanya dan lebih meyakinkan bahwa gaun itu pantas untuknya. Pemuda itu pergi ke tempat penjahit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi terdorong perasaan bahagia dan gembira akan acara tersebut yang merupakan peristiwa terpenting dan paling berharga bagi dirinya, demikian juga halnya bagi diri Muha. Karena meluncur dengan kecepatan tinggi, mobil tersebut keluar dari badan jalan dan terbalik berkali-kali. Setelah itu mobil ambulans datang dan melarikannya ke rumah sakit. Namun kehendak Allah berada di atas segalanya, beberapa saat kemudian si pemuda pun meninggal dunia. Sementara telepon si penjahit berdering menanyakan tentang pemuda itu. Si penjahit mengabarkan bahwa sampai sekarang ia belum juga sampai ke rumah padahal sudah sangat terlambat.

Akhirnya penjahit itu tiba di rumah calon pengantin wanita. Sekali pun begitu, pihak keluarga tidak mempermasalahkan sebab keterlambatannya membawa gaun itu. Mereka malah memintanya agar memberitahu si pemuda bahwa sakit Muha tiba-tiba kambuh dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Kali ini sakitnya tidak memberi Muha banyak kesempatan. Tadinya sakit tersebut seakan masih berbelas kasih kepadanya, tidak ingin Muha merasa sakit. Sekarang rasa sakit itu benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang melebihi penderitaan yang ia rasakan sepanjang hidupnya yang pendek. Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu datang pula berita meninggalnya sang calon pengantinnya, Muha. Demikian kesedihan yang menimpa dua remaja, bunga-bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih dan duka terhadap mereka. Malam yang diangan-angankan akan menjadi paling indah dan berkesan itu, berubah menjadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan. Kini gaun pengantin itu masih tergantung di depan toko penjahit. Tiada yang memakai dan selamanya tidak akan ada yang memakainya. Seakan gaun itu bercerita tentang kisah sedih Muha. Setiap yang melihatnya pasti akan bertanya-tanya, siapa pemiliknya.? 


Amanat Kisah Ini dari Ashabul Muslimin

"Janganlah terlalu senang ketika mendapatkan kegembiraan, dan janganlah terlalu bersedih ketika mendapatkan musibah, agar engkau tidak lupa kepada Allah, ketika Allah berkehendak lain bisa saja kegembiraan itu berubah menjadi kesedihan yang mendalam seperti kisah diatas, atau sebaliknya bisa saja Allah merubah sebuah musibah menjadi kegembiraan jika kita bersabar, ingatlah dunia ini selalu berputar, jika ada senang pasti ada susah, jika ada sedih pasti suatu saat ada gembira, janganlah terlalu memikirkan sesuatu masalah berlebihan karena itu bisa menyebabkan penyakit batin yang juga berdampak kepada kesehatan lahir".

"Wanita yang mempunyai hati selembut kapas, penuh simpati, mudah terbawa suasana, dan mudah rapuh hatinya, oleh karena wanita kodratnya dilindungi dan dikasihi oleh laki-laki, sebaik-baik suami adalah laki-laki yang sabar dan mau mengerti perasaan istrinya".


Dikirim oleh : Rahmah Nur Faizah

disarikan dari buku Serial Kisah Teladan, karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, 

seperti dinukilnya dari Mausu’ah al-Qishshash al-Waqi’iyyah dengan perubahan semestinya,
 Penerbit DARUL HAQ

Tuesday, 13 December 2016

Kisah Sedih Bapak Pemulung, Menjual Hape Jadul Demi Kesembuhan Anaknya




 Apakah anda pernah melihat pemulung, apakah anda merasa jijik melihat pekerjaan mereka? padahal apa yang mereka kerjaan itu halal, mereka pantang mengemis dan meminta minta, dan juga padahal mereka manusia seperti kita yang punya perasaan juga, setelah membaca kisah ini saya harapkan anda tidak memandang manusia dari status sosialnya saja, saya harapkan anda lebih peduli kepada nasib sesama, jangan biarkan penyakit batin anda itu merusak amalan pahala yang telah anda usahakan selama ini. Berikut ini adalah sebuah kisah sedih dari seorang bapak yang pekerjaan sehari-hari sebagai pemulung, menjadi pemulung bukan lah cita-cita tapi karena terpaksa, mencari pekerjaan kantoran seperti anda ini yang dapat gaji bulanan tidak bisa semua orang melakukannya, karena keterbatasan ilmu dan pendidikan bapak ini rela menjadi pemulung demi keluarganya, demi sesuap nasi, demi kelangsungan hidup mereka, berikut ini adalah kisah sedih bapak pemulung yang menjual Hape Jadul Demi Kesembuhan Anaknya, tentu saja biayanya belum cukup buat biaya pengobatan bapak ini butuh uluran tangan anda para dermawan. dan bahkan hasil jual hape cina jadulnya itu hanya cukup buat beli nasi bungkus, sedihnya cerita bapak ini belum tentu kita bisa sekuat dan setabah bapak ini jika kita berada di posisinya,



Sebagaimana kisah ini saya kutip dari surat kabar merdeka.com,


Penuh perasaan bingung dan wajah menerawang, Nengah Wage (43) ayah dari pasien Komang Dewi Alisia Putri (5) hanya bisa pasrah. Itu setelah dia disodorkan biaya operasi patah tulang anaknya sebesar Rp 11 juta oleh pihak RSUP Sanglah, Denpasar Bali.Putrinya dirawat di rumah sakit setelah mengalami cidera patah tulang kaki kanan akibat kecelakaan tunggal. Dengan nada putus asa, orangtua bocah ini menawarkan telepon genggam atau ponsel jadul miliknya kepada para pengunjung rumah sakit.Mirisnya, ponsel milik Wage dijualnya bukan untuk bisa melakukan operasi pada kaki anaknya. Namun hanya untuk bisa beli nasi bungkus, karena anaknya lapar.

"Anak saya lapar pak, tolong ambil HP saya. Saya mau beli nasi bungkus. Saya jual Rp 400 ribu untuk beli nasi bungkus," ujar Wage kepada para pengunjung rumah sakit sambil menunjukkan ponselnya, Selasa (12/1).Sambil menitikkan air mata, ayah asal Karangasem dan tinggal di kabupaten Tabanan ini sudah sebelas hari berada di rumah sakit guna menemani putrinya. Selama itu juga dia mengaku hanya menggantungkan hidupnya dari belas kasihan orang.Bahkan makan sehari-hari dan biaya rawat inap, dirinya mengaku bingung harus mencari uang ke mana. Terlebih lagi saat pihak rumah sakit menyodorkan anggaran yang diperlukan untuk biaya operasi patah tulang anaknya.

"Biasanya saya dikasih uang atau nasi bungkus untuk makan dari penunggu pasien lain," ungkapnya.
Wage mengaku sehari-hari bekerja mencari barang rongsokan. Kini dia harus putar otak untuk mencari biaya operasi putrinya sebesar Rp 11 juta. "Dokter sudah menyarankan untuk dioperasi dengan biaya Rp 11 juta, tapi saya sama sekali tidak memiliki uang" keluhnya.Dirinya mengaku bahwa selama ini keluarganya di desa juga tidak ada yang datang menjenguk karena disadarinya kampungnya berada di pelosok desa. Lebih Miris lagi, istrinya Made Suwati (47) sedang tergolek lemas karena mengalami lupus sejak 2 tahun yang lalu dan berada di gubuk tempatnya tinggal bersama barang-barang rongsokan hasil memulung. "Di sini anak saya sakit, di rumah istri saya yang sakit," keluhnya.Dia mengaku selama ini menggunakan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) untuk biaya perawatan putrinya. Hanya saja untuk biaya alat operasi tidak ditanggung dari JKBM.

 
Amanat Kisah
 
 Kisah diatas semoga jadi pelajaran bagi kita bahwa ternyata begitu keluh kesah kita tentang sulitnya kehidupan dunia ternyata ada saudara kita yang nasibnya jauh lebih sedih daripada kita, anda yang punya banyak harta dan diberi kelapangan rezeki janganlah kalian lalaikan nikmat dengan mengkufurinya seperti untuk digunakan dijalan yang haram semisal berjudi atau pergi ke bar diskotik dan sebagainya, maka ingatlah azab Allah sangat pedih, alangkah baik dan mulianya kita yang kaya dan banyak harta menolong saudaranya yang kesusahan seperti mereka, karena selain harta anda menjadi berkah, anda akan dapat pahala berlipat di akhirat, apalagi mengingat jaman sekarang ini yang kaya dan tidak mampu ternyata sangat banyak yang tidak mampu, bahkan hanya untuk mengisi perut mereka dengan sesuap nasi.

Dunia ini adalah penjara, bukan kehidupan yang sebenarnya, kadang segala nikmat dunia kadang melalaikan kita bersyukur kepada Allah, karena kita tidak mampu melihat penderitaan saudara kita yang lebih buruk nasibnya dibandingkan dengan kita, kita sering mengeluh banyak hal sementara kita dikaruniai harta yang banyak, keluarga yang utuh dan sehat, anggota badan yang sempurna dan sebagainya ternyata semua itu malah digunakan untuk kufur kepada Allah dengan berbuat maksiat dan banyak keluh kesah dan mengumpat dengan nasib kita yang masih beruntung itu.

Ahirnya saya akan membawakan tentang sebuah hadits kepada anda supaya anda tidak lupa bersyukur dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada anda,

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”

 (HR. Bukhari dan Muslim)

Saturday, 10 December 2016

Kisah Islami : Masa-Masa Terakhir Rasulullah SAW Sebelum Wafat

Dikirim Oleh Rahma Nur Faizah
(kontributor ashabul muslimin)



Diriwayatkan bahwa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. 

Pada masa itu Rasulullah SAW berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah SAW tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah SAW bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril AS dan berkata:
"Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahwa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu."

Setelah Malaikat Jibril AS pergi maka Rasulullah SAW pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah.Setelah Rasulullah SAW mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah SAW pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril AS. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: 

"Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna." 

Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah SAW itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: "Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma." Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, "Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahwa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahwa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah SAW. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda." 

Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah SAW tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, "Ya Rasulullah SAW, kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau." Apabila Rasulullah SAW mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah SAW dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah SAW sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah SAW melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, "Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?." Kemudian Ali ra. berkata, "Ya Rasulullah SAW, Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?." Lalu Rasulullah SAW berkata: "Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat".

Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah SAW, maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara 'Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah SAW, 'Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda." Rasulullah SAW berkata: "Wahai 'Ukasyah, Rasulullah SAW sengaja memukul kamu." Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra., "Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari." Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, "Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash]." 

Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata: "Siapakah di pintu?." Lalu Bilal ra. berkata: "Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW unluk mengambil tongkat beliau."Kemudian Fathimah ra. berkata: "Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya." Berkata Bilal ra.: "Wahai Fathimah, Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk diqishash." Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah SAW?" Bilal ra. tidak menjawab perlanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah. 

Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash baginda SAW tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar dudukiah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah SAW" Lalu Rasultillah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah SAW" Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul." 

Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah SAW, anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah 'Ukasyah melihat tubuh Rasulullah SAW maka ia pun mencium beliau dan berkata, "Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu." Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah SAW di dalam syurga."

Apabila ajal Rasulullah SAW makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata: "Selamat datang kamu semua semoga Allah SWT mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah SWT dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan menshalatkan aku ialah Allah SWT, kemudian yang akan menshalat aku ialah Jibril AS, kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bershalat ke atasku."

Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, "Ya Rasulullah SAW anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?." Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati."

Setelah Rasulullah SAW berkata demikian, maka sakit Rasulullah SAW bermula. Dalam bulan safar Rasulullah SAW sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahwa Rasulullah SAW diutus pada hari Senin dan wafat pada hari Senin. Pada hari Senin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah SAW. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun memberi salam, "Assalaarnualaika ya rasulullah." Lalu dijawab oleh Fathimah ra., "Rasulullah SAW masih sibuk dengan urusan beliau." Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah SAW dan baginda berkata, "Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir." Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: "Aduh musibah."

Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah SAW katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra.; "Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?." Maka Fathimah ra. pun berkata: "Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid." Kemudian Rasulullah SAW memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah SAW bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah SAW sampai di masjid maka beliau pun bershalat subuh bersama dengan para jemaah.

Setelah selesai shalat subuh maka Rasulullah SAW pun berkata, "Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah, oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah SWT dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia." Setelah berkata demikian maka Rasulullah SAW pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah SWT mewahyukan kepada malaikat lzrail AS, "Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah lerlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masukiah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku."

Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah SWT maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah SAW maka ia pun memberi salam, "Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?" (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; "Wahai hamba Allah, Rasulullah SAW sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat." Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW bertanya kepada Fathimah ra., "Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu." Maka Fathimah ra. pun berkata, "Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahwa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya." Kemudian Rasulullah SAW berkata; "Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?." Jawab Fathimah,"Tidak ayah." "Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur." Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahwa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah SAW mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata: "Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku." Kemudian Rasulullah SAW pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, "Assalamuaalaikum ya Rasulullah." Lalu Rasulullah SAW menjawab: "Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?" Maka berkata malaikat lzrail: "Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali." Berkata Rasulullah SAW, "Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?" Berkata lzrail: "Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia." Tidak beberapa lama kemudian Jibril AS pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah SAW.

Apabila Rasulullah SAW melihat kedatangan Jibril AS maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, tahukah kamu bahwa ajalku sudah dekat" Berkata Jibril AS, "Ya aku tahu." Rasulullah SAW bertanya lagi, "Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah SWT" Berkata Jibril AS, "Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu." Berkata Rasulullah SAW: "Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti." Berkata Jibril AS, "Allah SWT telah berfirman yang bermaksud,

"Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga."
Berkata Rasulullah SAW: "Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku." Kemudian Rasulullah SAW berkata: "Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku." Selelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati." Jibril AS mengalihkan pandangan dari Rasulullah SAW apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril AS itu maka Rasulullah SAW pun berkata: "Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?" Jibril AS berkata: "Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?" Anas bin Malik ra. berkata: "Apabila ruh Rasulullah SAW telah sampai di dada beliau telah bersabda,

"Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga shalat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu."
Ali ra. berkata: "Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah SAW berkata: "Umatku, umatku." Telah bersabda Rasulullah SAW bahwa: "Malaikat Jibril AS telah berkata kepadaku; "Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sebuah laut di belakang gunung Qaf, dan di laut itu terdapat ikan yang selalu membaca selawat untukmu, kalau sesiapa yang mengambil seekor ikan dari laut tersebut maka akan lumpuhlah kedua belah tangannya dan ikan tersebut akan menjadi batu."

Semoga menjadi pelajaran dan kisah hikmah buat kita semua

sumber buku 1001 kisah teladan.

Tidak Bawa Uang Ibu-ibu diturunkan Sopir bus ditengah jalan

Jaman serba sulit, serba gersang dan serba susah sehingga sedikit yang punya hati nurani yang bersih, apalagi kurangnya ilmu agama masyarakat sekarang ini menganggap uang adalah kehidupan, tanpa uang mereka tidak bisa hidup, mereka lupa Sang Pemberi Rejeki . Seperti kisah dibawah ini sopir bus menurunkan penumpang ditengah jalan karena tidak bawa uang, kemudian dia berjalan kaki, karena tidak kuat menahan lapar, ibu-ibu ini pingsan ditengah jalan berikut beritanya dari radar madiun.co.id.



Nur Hidayah, 25, warga Banyumas, Jawa Tengah bikin geger penghuni SMKN 1 Geneng. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba Nur yang saat itu ditemani Nizwan, 4, anaknya jatuh tidak sadarkan diri di gerbang sekolah, kemarin (5/12). Nizwan pun terlihat kebingungan melihat ibunya pingsan. Beruntung kejadian itu diketahui satpam SMKN 1 Geneng, dan segera menggotongnya masuk ke sekolah. ‘’Kami takut terjadi apa-apa, makanya langsung dibawa masuk ke sekolah,’’ ujar satpam sekolah Cecep Tyas Putra.

Peristiwa yang terjadi pukul 10.30 itu bermula saat Cecep yang berada di pos penjagaan melihat Nur dan anaknya turun dari bus Mira. Ibu-anak itu berjalan ke selatan. Tepatnya pinggir Jalan Raya Ngawi-Maospati, masuk Desa/Kecamatan Geneng. Tidak berselang lama, tiba-tiba Nur ambruk ke tanah. ‘’Saya langsung teriak minta tolong, lalu perempuan itu dibawa ke sekolah dan diberi makan dan minum,’’ jelasnya.Awalnya Cecep bersama staf dan guru sekolah ini mengira Nur korban gendam/ sihir. Sebab, ketika sadar dan ditanya, perempuan kurus tinggi itu nampak linglung. Anaknya juga cuma diam saja. ‘’Tapi ada juga yang bilang kalau perempuan itu hanya shock dan lemas karena kurang makan,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Lawu.

Berawal dari Cekcok dengan suami

Pihak SMKN 1 Geneng kemudian melaporkan adanya perempuan yang tidak membawa uang itu ke Polsek Geneng. Petugas pun datang dan membawa Nur beserta anaknya ke mapolsek. Kepada wartawan koran ini, Nur mengaku diturunkan paksa kondektur bus karena tidak membawa uang sama sekali. Ibu-anak ini nekat berangkat dari Banyumas ke Trenggalek, rumah orang tuanya tanpa membawa uang sepeser pun sejak Minggu (4/11/16). Nur memutuskan kabur ke Trenggalek karena sedang ada cekcok dengan suaminya. ‘’Kalau saya tadi pingsan memang karena belum makan sejak kemarin (Minggu, Red),’’ jelasnya.Sementara itu, Kapolsek Geneng AKP Widodo sempat ngobrol dengan Nur. Setelah itu, Widodo memberikan uang saku ke Nur. ‘’Penyelasaian kami ya lewat hati nurani. Sebab dia mengaku tidak punya biaya untuk ke Trenggalek, sehingga diturunkan dari bus. Kami berikan ongkos agar bisa melanjutkan perjalanannya,’’ kata Kapolsek. (radar madiun)

Nasehat dari kami :

Pernikahan adalah ikatan lahir batin yang harus diimbangi dengan kedewasaan pihak laki-laki dan perempuan, karena dunia pernikahan tak seindah dunia orang zina /pacaran. Orang pacaran hanya tau enaknya saja kebutuhan masih ditanggung orang tua, sedangkan orang berumah tangga suka duka ditanggung istri dan suami, kalau mereka tak mampu menanggung biasanya anak kena dampaknya juga seperti kena penyakit broken home.



Mungkin sebaiknya semua masalah dihadapai dengan kesabaran dan pikiran yang tenang, apalagi masalah rumah tangga itu sangat kompleks, setelah pernikahan itu adalah babak baru hidup dalam kemandirian dan kedewasaan berpikir manusia, sedikit sekali jaman sekarang yang mampu berpikir matang dan mampu menyelesaikan masalah rumah tangga dengan sehat, karena dunia jaman sekarang memang tuntutan ekonomi begitu besarnya dibandingkan jaman dulu, kemudian juga minimnya ilmu agama yang menyebabkan manusia mudah emosi dan berbuat buruk tanpa berpikir berulang kali. Sifat wanita memang tak mau tahu dan ingin dimengerti, sifat laki-laki memang egois dan ingin dipatuhi, kalau keduanya tak ada yang mengalah rumah tangga biasanya cepat bubar. Karena masalah rumah tangga bukanlah urusan pribadi semata, jika sudah terjadi cekcok maka tetangga dan masyarakat sekitarnya juga kena dampaknya seperti cerita diatas, semoga menjadikan pelajaran bagi anda yang baru membangun rumah tangga.

Sunday, 20 November 2016

Kisah Nyata : Masa Depan Hancur Karena Pacaran dan Zina

Rasulullah SAW bersabda, "Hendaknya kalian menjauhi perbuatan zina, karena akan mengakibatkan empat hal yang merusak, yaitu menghilangkan kewibawaan dan keceriaan wajah, memutuskan rezeki (mengakibatkan kefakiran), mengundang kutukan Allah, dan menyebabkan kekal dalam neraka." (HR Thabrani dari Ibn Abbas).

Hadits diatas menjelaskan bahwa perbuatan zina dapat menyebabkan pelakunya mendapatkan azab tidak hanya di dunia tapi juga di akhiratnya. di dunia hidup sengsara dan di akhirat disiksa di neraka itu semua berawal dari sebuah dosa kecil yang dibiarkan sehingga membesar dan akhirnya menumpuk dan membinasakan kehidupan seseorang. Bukan sebuah omong kosong Kalau perbuatan zina itu memang maksiat yang mengakibatkan pelakunya sengsara di dunia entah itu hidupnya terlunta-lunta hidup kesulitan di dalam kemiskinan apapun terlilit utang dan sebagainya karena zina itu memutuskan rejeki .

Sebagai sebuah bukti, Ashabul muslimin kali ini akan membagikan sebuah cerita nyata kepada anda, tidak usah jauh-jauh, ini adalah tentang kisah dikehidupan sekitar kita, berawal akibat dari pacaran, kemudian berzina dan ditinggal begitu saja oleh laki-lakinya, berawal dari sakit hati itu kemudian ia gelap mata dan kehilangan arah kehidupan, sekarang masa depan ia menjadi maaf seorang wanita tuna susila atau psk, inilah saudaraku kaum muslimin semuanya saya tidak memandang siapapun anda, dari yang sudah ataupun belum menikah, karena zina itu berawal dari pendekatan dari zina, dan pendekatan zina paling besar itu adalah pacaran. Larangan zina tentu sudah jelas tercantum dalam al-Quran surat al-isra 32 yang berbunyi "janganlah kamu mendekati zina".

Tapi entah diantara kita ada yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu karena terlanju dikuasai hawa nafsu. Memang zina itu enak, bahkan kata mereka yang sudah menikah mengatakan pacaran (berzina) itu ternyata lebih enak daripada setelah menikah, ya iyalah namanya saja jalan setan tentu dibuat seindah indahnya agar manusia terjerumus kepadanya. Zina itu enaknya cuman beberapa menit, tapi sengsaranya didunia dan diakhirat. Zina termasuk dosa besar yang dapat mematikan cahaya keimanan seseorang. Waspadalah, sebagaimana kisah nyata yang akan saya kemukakan dibawah ini saya kutip dari sebuah koran tribun jogja, berawal dari pacaran, zina dengan pacar, ditinggal pacar ahirnya sakit hati, dan akhirnya kecanduan seks setelah dewasa jadi pelacur dan masa depannya suram sekali, Naudzubillah semoga jadi pelajaran buat kita, dan semoga pelaku dapat hidayahNya.

Seorang pekerja seks komersial (PSK) di salah satu wisma di tempat lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengaku kecanduan seks dan harus berhubungan seks setiap hari. Akibat kondisi ini, dia pun menolak rencana pemerintah untuk menutup tujuh lokasi prostitusi di daerah setempat. Demikian pengakuan seorang PSK berinisial SY (37), warga Kecamatan Sumbermancing Wetan, Kabupaten Malang. SY masuk di lokasi prostitusi Girun sejak 2005 lalu. "Saya menolak penutupan itu karena saya sudah kecanduan seks. Maaf ya, setiap harinya saya harus berhubungan seks, walau hanya sehari satu kali," kata SY, Jumat (5/9/2014).

Perempuan yang mewanti-wanti agar namanya disamarkan itu mengaku, kelainan seks itu sudah terjadi sejak usia muda. "Lulus SMA, keperawanan saya diambil pacar saya. Sejak itu, saya terus diajak berhubungan seks," ujar dia sambil menghisap rokok. Namun, setelah sering berhubungan, ternyata sang pacar malah memilih perempuan lain. "Sejak itu, saya nekat menjaja seks di tempat lokalisasi ini," cetusnya.

SY pun mengaku sudah tak punya mimpi untuk menikah. "Mau menikah, sudah terlambat. Mau jadi perempuan seperti ini saja," kata dia sambil meneteskan air mata."Jika memang Pak Rendra (Bupati Malang) akan menutup tempat lokalisasi ini, harus ada jaminan untuk para PSK dan mucikari. Nasib PSK yang sudah kecanduan seks susah untuk berhenti jadi PSK. Mungkin ini takdir saya," kata dia pasrah.SY mengaku heran atas kondisinya yang tak bisa menahan diri untuk berhubungan seks. "Jika sehari tak berhubungan, badan gemetar dan kedinginan seperti orang kecanduan obat-obatan," kata dia.Padahal, SY tidak pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang, misalnya sabu. "Hanya hanya suka minum minuman keras dan merokok. Itu pun karena kebutuhan," kata dia lagi.

SY sudah memeriksakan kondisinya ke dokter. "Sudah pernah ke dokter. Dokter jawabnya hanya karena kebiasaan saja. Sudah dikasih obat, tetapi belum ada perubahan. Ya sudahlah, nikmati saja," kata dia. Sementara itu, di lokasi prostitusi Girun terdapat puluhan PSK dan belasan mucikari. "Jumlah pastinya saya tidak tahu," ujar dia. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Malang akan menutup tujuh lokasi prostitusi pada 28 November 2014. Tujuh lokasi itu menjadi tempat bagi 84 pengelola dan 327 PSK. Penutupan itu berdasarkan Keputusan Bupati nomor 188.45/380/KEP/421.013/2014 tentang tim penanganan dan penutupan lokasi pekerja seks komersial di wilayah Kabupaten Malang.
(koran tribunnews)

Semoga jadi iktibar bagi kita supaya kalian para remaja muslim fokuslah belajar untuk masa depan jangan sampai masa depan kalian hancur karena dosa pacaran dan berzina, Janganlah kalian terpedaya dengan kata-kata manis setan tentang ajakan pacaran dan sebagainya contohnya dihina jomblo, diolok-olok tidak laku, di ejek sok alim dan sebagainya. Semua itu adalah tipu daya setan yang dibisikan dalam hati manusia sehingga manusia menghina lainnya dengan ajakan setan, yang kuat imannya pasti akan tegar karena dia yakin bahwa kehidupan dunia ini sementara dan memperdaya penuh jebakan setan.Sedangkan yang lemah keimanannya semoga cerita ini menambah keimanan supaya menamengi diri dari dosa zina. Zina ibarat nikmat sesaaat sengsara selama kemudian itu ada benarnya, zina itu lebih candu daripada narkoba sehingga pelakunya akan ketagihan dan dosanya semakin lama menumpuk menutupi mata hati, akhirnya gelap mata sulit mendapatkan hidayah. Zina  tidak hanya mengakibatkan pelakunya menjadi hina martabatnya sebagai manusia dimata Allah, tapi juga mengakibatkan dosa besar yang berujung pada siksa diakhirat jika tidak bertaubat. naudzubillah.

(by ashabul muslimin)